CIA Akui Iran Mampu Bertahan dari Blokade AS 4 Bulan, Pengepungan Laut Tak Cukup Kuat
Kapal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat diduga hendak menyiya kapal kontainer yang menerobos Selat Hormuz pada 21 April 2026. Foto ini diperoleh AFP dari kantor berita Iran, Tasnim. Media AS Sebut Dua Kapal Perang Melintasi Selat Hormuz di Bawah Serangan Iran(TASNIM/MEYSAM MIRZADEH via AFP)
09:42
9 Mei 2026

CIA Akui Iran Mampu Bertahan dari Blokade AS 4 Bulan, Pengepungan Laut Tak Cukup Kuat

- Laporan intelijen terbaru dari CIA mengungkapkan, Iran mampu bertahan dari blokade angkatan laut AS selama setidaknya empat bulan ke depan.

Analisis CIA tersebut mengindikasikan bahwa Iran tidak akan mengalami tekanan ekonomi yang cukup parah akibat blokade yang dilakukan AS dalam jangka waktu tersebut. 

Menurut seorang pejabat AS yang mengetahui masalah ini, asesmen tersebut menunjukkan bahwa posisi tawar AS terhadap Teheran masih terbatas dalam upaya mengakhiri perang.

Baca juga: Wamen Irak Bantu Selundupkan Minyak Iran, Langsung Disanksi Kemenkeu AS

Meski demikian, nada berbeda muncul dari seorang pejabat senior intelijen AS, sebagaimana dilansir Reuters.

Pejabat tersebut membantah klaim mengenai analisis CIA tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang keliru.

"Blokade ini memberikan dampak kerusakan nyata yang berlipat ganda—memutus perdagangan, menghancurkan pendapatan, dan mempercepat keruntuhan ekonomi sistemik," ucap pejabat tersebut.

Baca juga: AS Kembali Lancarkan Serangan, Lumpuhkan Dua Kapal Iran

Eskalasi di Selat Hormuz

Di sisi lain, kondisi di lapangan menunjukkan eskalasi yang signifikan. 

Dalam beberapa hari terakhir, pertempuran di dalam dan sekitar Selat Hormuz mencapai titik tertinggi sejak gencatan senjata dimulai sebulan lalu. 

Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan kembali menjadi sasaran serangan pada Jumat (8/5/2026).

Militer AS menyatakan telah menyerang dua kapal terkait Iran yang mencoba memasuki pelabuhan Iran. 

Baca juga: Iran Kembali Keluarkan Peringatan, Ingin Beri Pelajaran ke AS

Sebuah jet tempur AS dilaporkan menembak cerobong asap kapal tersebut dan memaksa mereka berputar balik.

Di sisi lain, kantor berita semi-pemerintah Iran, Fars, melaporkan adanya bentrokan sporadis antara pasukan Iran dan kapal-kapal AS di Selat Hormuz. 

Sementara itu, kantor berita Tasnim yang mengutip sumber militer Iran menyebutkan bahwa meskipun situasi sempat mereda, bentrokan susulan masih sangat mungkin terjadi.

Akibat ketegangan ini, harga minyak dunia melonjak dengan minyak mentah Brent berada di atas 101 dollar AS per barrel.

Baca juga: Iran Semakin Menguasai Selat Hormuz, Sudah Siapkan Rencana Khusus

Diplomasi tersendat

Washington saat ini masih menunggu tanggapan Teheran terkait proposal AS untuk mengakhiri perang secara formal, sebelum berlanjut ke isu-isu yang lebih rumit termasuk program nuklir Iran.

"Kita seharusnya mengetahui sesuatu hari ini," ujar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada wartawan di Roma, Italia. 

"Kami menunggu tanggapan dari mereka," lanjutnya.

Namun, juru bicara kementerian luar negeri Iran menyatakan bahwa Teheran masih mempertimbangkan tanggapan tersebut. 

Baca juga: AS-Iran Saling Serang Lagi, Bagaimana Nasib Gencatan Senjata?

Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.US CENTRAL COMMAND (CENTCOM) via AFP Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.

Hingga Jumat sore waktu Washington, belum ada laporan mengenai jawaban resmi dari pihak Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi justru menuduh AS telah melanggar gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 7 April lalu.

"Setiap kali solusi diplomatik ada di atas meja, AS justru memilih petualangan militer yang gegabah," ujar Araqchi pada Jumat.

Laporan dari kantor berita Iran, Mehr, menyebutkan serangan Angkatan Laut AS terhadap kapal komersial Iran pada Kamis (7/5/2026) malam telah menewaskan satu awak kapal, melukai 10 orang, dan menyebabkan empat lainnya hilang.

Baca juga: Di Balik Perang Iran dan Krisis Hormuz, Perusahaan-perusahaan Ini Malah Panen Cuan

Konfrontasi ini terus meluas hingga ke luar Selat Hormuz. 

UEA menyatakan pertahanan udaranya berhasil mencegat dua rudal balistik dan tiga drone dari Iran pada Jumat, yang menyebabkan tiga orang mengalami luka ringan.

Walau terjadi berbagai insiden, Trump menyatakan pada Kamis bahwa kesepakatan gencatan senjata secara umum masih bertahan.

Baca juga: Rusia dan China Bisa jadi Sandungan bagi AS untuk Beri Sanksi ke Iran

Tag:  #akui #iran #mampu #bertahan #dari #blokade #bulan #pengepungan #laut #cukup #kuat

KOMENTAR