Tegang dengan Iran, UEA Kebut Bangun Pipa Minyak Hindari Selat Hormuz
Kapal penarik Basim berbendera Iran berlayar dekat kapal yang berlabuh di Selat Hormuz. Foto ini dipotret dari Bandar Abbas, Iran selatan, 4 Mei 2026 ketika perang Iran masih berkecamuk.(ISNA/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI via AFP)
16:00
15 Mei 2026

Tegang dengan Iran, UEA Kebut Bangun Pipa Minyak Hindari Selat Hormuz

Uni Emirat Arab (UEA) mempercepat pembangunan jalur pipa minyak baru yang dirancang untuk melewati Fujairah dan menghindari Selat Hormuz.

Pengumuman UEA tersebut datang di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Mengutip Kantor media Abu Dhabi, Al Jazeera pada Jumat (15/5/2026) malaporkan, Putra Mahkota Abu Dhabi Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan telah memimpin rapat komite eksekutif Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) guna membahas perkembangan proyek strategis tersebut.

Baca juga: Iran Secara Terbuka Kecam UEA karena Berpihak ke AS dan Israel dalam Perang

Pipa baru itu nantinya akan mengalirkan minyak dari Abu Dhabi menuju Teluk Oman melalui Fujairah tanpa melewati Selat Hormuz, jalur laut vital yang selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam perdagangan energi dunia.

Proyek tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027 dan diperkirakan mampu menggandakan kapasitas ekspor minyak UEA melalui Fujairah demi memenuhi permintaan energi global.

Langkah UEA mempercepat pembangunan jalur alternatif itu muncul di tengah memburuknya hubungan negara Teluk tersebut dengan Iran.

Sempat muncul laporan Netantahu ke UEA

Sebelumnya, hubungan kedua negara kian memanas setelah muncul laporan mengenai kunjungan rahasia Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke UEA di tengah perang AS-Israel melawan Iran.

Kantor Netanyahu sempat mengumumkan bahwa pemimpin Israel itu bertemu Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan dalam sebuah “kunjungan rahasia” yang disebut sebagai terobosan bersejarah hubungan kedua negara.

Baca juga: Diam-diam Makin Dekat, UEA Jaga Jarak dengan Israel di Depan Publik

Namun pemerintah UEA secara terbuka membantah istilah “kunjungan rahasia” tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan kantor berita negara WAM, UEA menegaskan hubungan mereka dengan Israel bersifat terbuka dalam kerangka Abraham Accords dan bukan hubungan tersembunyi.

“Hubungan UEA dengan Israel bersifat terbuka dan dibangun dalam kerangka Abraham Accords yang telah diketahui publik,” tulis WAM.

Kontroversi semakin besar setelah mantan juru bicara Netanyahu, Ziv Agmon, mengaku ikut mendampingi Netanyahu ke Abu Dhabi dan menyebut sang perdana menteri disambut “bak raja” oleh pemerintah UEA.

Menurut Agmon, Presiden UEA bahkan secara langsung menjemput Netanyahu dari pesawat menggunakan mobil pribadinya menuju istana kepresidenan.

Situasi itu memicu perhatian luas di tengah meningkatnya konflik kawasan dan kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz.

Iran kecam UEA

Tak lama setelah itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi secara terbuka mengecam UEA karena dinilai berpihak kepada AS dan Israel selama perang melawan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam pertemuan negara-negara BRICS di India pada Kamis (14/5/2026).

Baca juga: Iran Kecam Kunjungan Netanyahu ke UEA, Temuan Intelijen Teheran Makin Terbukti?

Ia mengaku terpaksa menanggapi delegasi UEA yang membahas serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di wilayah UEA selama perang berlangsung.

Menurut Araghchi, sikap delegasi UEA mengejutkan peserta BRICS karena terlalu fokus membahas respons Iran terhadap Amerika Serikat.

“Kami biasanya tidak membahas hal-hal seperti ini, tetapi semuanya ada batasnya,” kata Araghchi.

Ia juga secara langsung menuding UEA berdiri di pihak Amerika Serikat dan Israel selama perang berlangsung.

Ketegangan tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap stabilitas Selat Hormuz, jalur yang dilalui sebagian besar ekspor minyak Timur Tengah.

Iran sebelumnya sempat memperketat pengawasan di kawasan tersebut setelah AS mengumumkan blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

Meski Iran menyatakan tidak menghambat kapal dagang di Hormuz, situasi keamanan di jalur strategis itu tetap menjadi perhatian utama pasar energi global.

Tag:  #tegang #dengan #iran #kebut #bangun #pipa #minyak #hindari #selat #hormuz

KOMENTAR