Putin Ngamuk, Balas Dendam Gempur Ukraina dengan 600 Drone dan 90 Rudal
Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu sandera yang dibebaskan Hamas dari Gaza di Kremlin, Moskwa, 16 April 2025.(SPUTNIK/SOFIA SANDURSKAYA via AFP)
21:36
24 Mei 2026

Putin Ngamuk, Balas Dendam Gempur Ukraina dengan 600 Drone dan 90 Rudal

Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke Kyiv dan sejumlah wilayah Ukraina pada Minggu (24/5/2026).

Ledakan keras terdengar berkali-kali di ibu kota Ukraina sepanjang dini hari. Angkatan udara Ukraina menyebut Rusia meluncurkan sekitar 600 drone dan 90 rudal dalam serangan tersebut.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan, dua orang tewas di ibu kota dan puluhan lainnya terluka. Sementara itu, otoritas wilayah Kyiv menyebut dua korban tewas lainnya berada di daerah sekitar ibu kota.

Baca juga: Xi Jinping dan Putin Kompak Kritik Trump dalam KTT di Beijing, Sindir Dominasi AS

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan membalas serangan drone Ukraina di wilayah pendudukan Rusia di Ukraina timur, yang menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan lainnya.

Rusia tembakkan rudal hipersonik Oreshnik

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat 549 drone dan 55 rudal Rusia. Namun, ia menyebut Rusia juga menembakkan rudal hipersonik Oreshnik yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

“Tiga rudal Rusia menghantam fasilitas pasokan air, sebuah pasar terbakar, puluhan bangunan tempat tinggal rusak, beberapa sekolah biasa, dan dia (Putin) meluncurkan ‘Oreshnik’-nya ke Bila Tserkva,” kata Zelensky di Telegram, seperti dikutip AFP.

“Mereka benar-benar gila,” tambahnya.

Militer Rusia mengonfirmasi penggunaan rudal Oreshnik dan menyebut serangan itu dilakukan “sebagai respons terhadap serangan teroris Ukraina terhadap infrastruktur sipil di wilayah Rusia."

Kyiv diguncang ledakan

Kobaran api muncul di sejumlah wilayah di ibu kota Ukraina, Kyiv, akibat serangan rudal dan drone Rusia sejak Kamis (3/7/2025) malam.RT Kobaran api muncul di sejumlah wilayah di ibu kota Ukraina, Kyiv, akibat serangan rudal dan drone Rusia sejak Kamis (3/7/2025) malam.

Ledakan di Kyiv membuat sebuah bangunan tempat tinggal di dekat kawasan pemerintahan bergetar. Puluhan warga berlindung di stasiun metro bawah tanah di pusat kota.

Klitschko mengatakan, kerusakan tercatat di seluruh distrik Kyiv. Serangan ke sebuah sekolah memicu kebakaran, sementara serangan lain ke pusat bisnis membuat sejumlah orang terjebak di tempat perlindungan.

Gedung yang menampung studio penyiar Jerman ARD juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Selain di Kyiv, otoritas Ukraina mengatakan, serangan Rusia juga melukai 12 orang di wilayah Kharkiv, 11 orang di Cherkasy, dan tujuh orang di Dnipropetrovsk.

Baca juga: Putin Temui Lagi Bocah China yang Dia Kenal 26 Tahun Lalu, Kini Jadi Orang Sukses

Putin akui balas dendam

Serangan besar Rusia terjadi setelah Ukraina meluncurkan serangan drone ke Starobilsk, wilayah Ukraina yang diduduki Rusia di Lugansk.

Moskwa mengatakan serangan drone Ukraina menghantam asrama perguruan tinggi dan menewaskan sedikitnya 18 orang serta melukai 42 lainnya.

Ukraina membantah menargetkan warga sipil dan menyebut sasaran mereka adalah unit drone Rusia yang berada di area tersebut.

Kementerian luar negeri Rusia pada Jumat memperingatkan bahwa pihak yang bertanggung jawab akan menghadapi “hukuman berat yang tak terhindarkan”.

Kementerian darurat Rusia mengatakan, dua jasad tambahan ditemukan dari reruntuhan asrama di Starobilsk sehingga jumlah korban tewas menjadi 18 orang.

Menurut daftar korban yang dipublikasikan gubernur Lugansk bentukan Moskwa, Leonid Pasechnik, sebagian besar korban tewas dan hilang merupakan perempuan muda kelahiran 2003 hingga 2008.

Barat kecam Rusia

Kepala diplomasi Uni Eropa Kaja Kallas mengecam serangan Rusia ke Kyiv.

“Rusia menemui jalan buntu di medan perang, sehingga meneror Ukraina dengan serangan sengaja ke pusat kota,” tulisnya di X.

“Moskwa dilaporkan menggunakan rudal balistik jarak menengah Oreshnik—sistem yang dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir—sebagai taktik menakut-nakuti politik dan permainan berbahaya di ambang perang nuklir.”

Presiden Perancis Emmanuel Macron juga mengkritik serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “jalan buntu perang agresi Rusia”.

Baca juga: Pertemuan Xi dan Putin Lebih Mesra Dibanding Saat Bertemu Trump

Tag:  #putin #ngamuk #balas #dendam #gempur #ukraina #dengan #drone #rudal

KOMENTAR