Kisruh di Antartika, Peneliti Korsel Dapat Ancaman Pisau Rakitan 30 Cm
Ilustrasi es Antartika.(PIXABAY)
12:42
25 Mei 2026

Kisruh di Antartika, Peneliti Korsel Dapat Ancaman Pisau Rakitan 30 Cm

Sebuah insiden menggemparkan terjadi di pangkalan penelitian Korea Selatan di Antartika setelah seorang anggota tim peneliti mengancam rekan-rekannya menggunakan pisau rakitan. 

Menurut Korea Polar Research Institute (KOPRI), insiden itu terjadi pada April di Stasiun Jang Bogo, pangkalan penelitian Korea Selatan di Antartika.

Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut setelah petugas stasiun segera memisahkan pelaku dari anggota tim lainnya.

Baca juga: Nyaris Selesai Keliling Dunia, Pilot Remaja AS Ditahan di Antartika

Pisau rakitan dibuat di bengkel stasiun

The Korea Times melaporkan tersangka adalah pria berusia 50-an tahun yang memiliki riwayat perilaku bermasalah dan kerap berselisih dengan rekan kerja.

Ia disebut membuat pisau sepanjang 30 sentimeter dari lembaran baja di bengkel stasiun penelitian.

Pelaku akhirnya meninggalkan Antartika dan tiba kembali di Korea Selatan pada Senin (11/5/2026) waktu setempat. Saat ini ia tengah menjalani penyelidikan polisi.

Proses pemulangan dilakukan melalui kerja sama internasional karena musim dingin Antartika membuat sebagian besar operasi penerbangan dihentikan.

Pangkalan Jang Bogo tetap beroperasi

KOPRI menyatakan, Stasiun Jang Bogo saat ini tetap beroperasi normal. Lembaga itu juga mengatakan, pihaknya langsung melakukan wawancara video jarak jauh dan konseling psikologis terhadap seluruh personel setelah insiden terjadi.

Selain itu, KOPRI berencana memperketat proses seleksi awak yang akan bertugas selama musim dingin di Antartika, termasuk meningkatkan sistem penanganan konflik di lokasi penelitian.

Baca juga: Presiden Iran Pecat Wakilnya karena Liburan Mewah ke Antartika

Adapun Stasiun Jang Bogo didirikan pada 2014 di Terra Nova Bay, Victoria Land, Antartika tenggara.

Pangkalan itu merupakan basis penelitian Antartika kedua milik Korea Selatan sekaligus yang pertama berada di daratan utama Antartika. P

embangunannya dilakukan 26 tahun setelah berdirinya Stasiun King Sejong di Pulau King George.

Bukan insiden kekerasan pertama

Dari kedalaman es di bawah permukaan Antartika, sebuah tim peneliti berhasil mengambil sampel es dan udara gletser yang secara langsung berasal dari periode 6 juta tahun lalu. Ini merupakan sampel es tertua yang pernah diukur usianya secara langsung oleh manusia.

Andrew Meijers/Australian Antarctic Program Dari kedalaman es di bawah permukaan Antartika, sebuah tim peneliti berhasil mengambil sampel es dan udara gletser yang secara langsung berasal dari periode 6 juta tahun lalu. Ini merupakan sampel es tertua yang pernah diukur usianya secara langsung oleh manusia.

Kasus kekerasan di pangkalan penelitian Antartika bukan pertama kali terjadi. Lingkungan kerja yang terisolasi, cuaca ekstrem, dan kehidupan dalam kelompok kecil dalam waktu lama kerap memicu ketegangan antarpersonel.

Pada 2009, seorang anggota tim yang mabuk di Stasiun King Sejong menyerang rekannya. Namun kasus itu baru terungkap ke publik dua bulan kemudian di tengah dugaan upaya penutupan kasus, termasuk penghapusan rekaman kamera pengawas.

Insiden penyerangan lain di Stasiun King Sejong pada awal 2020 juga baru diketahui publik tahun lalu.

Baca juga: Sinyal Misterius Muncul dari Bawah Es Antartika, 9 Tahun Tak Ada Jawaban

Tag:  #kisruh #antartika #peneliti #korsel #dapat #ancaman #pisau #rakitan

KOMENTAR