AS Serang Duluan, Kini Salahkan Iran jika Kesepakatan Gagal
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio saat berbicara kepada awak media setelah pertemuan para Menlu G7, sebelum kepulangannya ke AS melalui Bandara Le Bourget, luar Paris, Perancis, 27 Maret 2026(AFP/POOL/BRENDAN SMIALOWSKI)
10:00
25 Mei 2026

AS Serang Duluan, Kini Salahkan Iran jika Kesepakatan Gagal

- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio memperingatkan, Iran harus bertanggung jawab atas setiap kegagalan diplomasi. 

“Jika upaya-upaya ini tidak berhasil, itu bukan kesalahan AS atau sekutu kita di Teluk. Itu 100 persen kesalahan Iran,” katanya dalam wawancara dengan India Today TV, Minggu (24/5/2026).

Ia menegaskan, pilihan pertama Washington tetap diplomasi, tetapi tidak menutup opsi militer jika negosiasi gagal.

Menurutnya, Presiden AS Donald Trump lebih menyukai jalur negosiasi dibandingkan kampanye militer.

Baca juga: Iran Merasa di Atas Angin dalam Kesepakatan Potensial dengan AS

Iran tak boleh punya senjata nuklir

Kendati demikian, Rubio menekankan bahwa tujuan inti Trump tidak berubah, yakni Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir.

“Presiden ingin memastikan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Beliau lebih memilih untuk mengatasi masalah ini melalui jalur diplomatik yang dinegosiasikan, dan kami akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan itu,” jelas dia.

Namun, ia menolak menjelaskan rencana operasional spesifik apa pun dan mengindikasikan kekuatan tetap militer menjadi pilihan yang tersedia.

Baca juga: Iran Masih Tunggu Restu Mojtaba Khamenei, Belum Ketok Palu Damai dengan AS

"Pada akhirnya, opsi itu tetap ada bagi Presiden jika cara itu tidak berhasil. Itu bukan pilihan utama kami," ujarnya.

"Pilihan pertama kami adalah melakukan ini melalui kesepakatan yang dinegosiasikan dan itulah yang sedang kami upayakan,” sambungnya.

Iran telah lama membantah sedang mengejar senjata nuklir dan mengatakan bahwa mereka berhak untuk memperkaya uranium untuk tujuan sipil.

Baca juga: Berubah Sikap, Trump Minta AS Tak Buru-buru Capai Kesepakatan dengan Iran

Krisis Selat Hormuz

Terkait penutupan Selat Hormuz, Rubio berpendapat bahwa komunitas internasional harus menentang setiap upaya untuk mengendalikan akses ke jalur perdagangan global.

Ia menolak gagasan bahwa negara mana pun dapat mendominasi jalur air internasional atau memaksakan persyaratan pada pelayaran komersial. 

“Tidak mungkin ada sistem di mana suatu negara mengambil alih jalur air internasional, meledakkan kapal yang tidak setuju untuk membayar tol kepada mereka. Itu tidak bisa terjadi. Itu tidak bisa dinormalisasi,” tuturnya.

Baca juga: AS-Iran Bersiap Sepakati Gencatan Senjata 60 Hari, Kompak Buka Blokade Selat Hormuz

Menurutnya, pembukaan kembali Selat Hormuz adalah prioritas utama sebelum beralih ke negosiasi yang lebih luas. 

Rubio mengakui, negosiasi akan sulit dan sangat teknis, tetapi mengeklaim Iran dapat menerima manfaat jika mencapai kesepakatan. 

“Itu adalah masalah yang sangat teknis. Akan butuh waktu untuk menyelesaikannya. Jelas, akan ada manfaat bagi Iran jika mereka setuju dalam negosiasi tersebut,” pungkasnya.

Baca juga: Trump Redam Kecemasan Netanyahu, Janji Tak Abaikan Nuklir Iran

Trump minta mediator tak buru-buru

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim China sepakat membeli minyak dari AS sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.AFP/JIM WATSON Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim China sepakat membeli minyak dari AS sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengaku telah menginstruksikan tim negosiator Washington untuk tidak terburu-buru dalam merampungkan kesepakatan damai dengan Iran.

Padahal, Trump kini sedang menghadapi meningkatnya kritik terhadap kesepakatan untuk segera mengakhiri perang di Timur Tengah.

"Negosiasi berjalan dengan tertib dan konstruktif. Saya telah memberi tahu perwakilan saya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu masih berpihak kepada kita," tulis Trump di akun Truth Social miliknya, dikutip dari AFP, Minggu (24/5/2026).

"Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya sampai kesepakatan tercapai, disahkan, dan ditandatangani," sambungnya.

Baca juga: Iran Tembak Jatuh Drone Mata-mata Israel Saat Kesepakatan Damai Hampir Tercapai

Sikap yang berbeda dari sebelumnya

Pernyataan ini berbeda dari sikap Trump sebelumnya yang meminta Iran untuk segera menyetujui kesepakatan damai dengan AS dan mengancam akan menyerang Teheran.

"Kedua belah pihak harus meluangkan waktu dan melakukannya dengan benar," tulis Trump dalam unggahan Truth Social yang sama, sambil mengecam kesepakatan nuklir 2015 yang disepakati mantan presiden Barack Obama dengan Iran.

"Hubungan kita dengan Iran menjadi jauh lebih profesional dan produktif. Namun, mereka harus memahami bahwa mereka tidak dapat mengembangkan atau memperoleh senjata atau bom nuklir," lanjutnya.

Meskipun Gedung Putih belum merilis detail kesepakatan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan bahwa kedua pihak hampir mencapai nota kesepahaman.

"Semacam perjanjian kerangka kerja yang terdiri dari 14 pasal dalam tren menuju pendekatan yang lebih baik," ujarnya.

Tag:  #serang #duluan #kini #salahkan #iran #jika #kesepakatan #gagal

KOMENTAR