Jangan “Balas Dendam” Makan saat Lebaran, Menkes Peringatkan Risiko Ini
ilustrasi makanan Lebaran. Kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran ternyata bisa berdampak pada kesehatan dan meningkatkan jumlah pasien di rumah sakit.(SHUTTERSTOCK/IKARAHMAH)
11:40
23 Maret 2026

Jangan “Balas Dendam” Makan saat Lebaran, Menkes Peringatkan Risiko Ini

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tidak berlebihan saat menyantap makanan Lebaran karena kebiasaan “balas dendam” makan hidangan bersantan dapat berdampak pada kesehatan.

Peringatan ini disampaikan melalui unggahan Instagram resminya @bgsadikin pada Minggu (22/3/2026).

Ia menyoroti kebiasaan mengonsumsi lontong sayur, opor, dan rendang secara berturut-turut selama libur Lebaran yang kerap menjadi pemicu meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit.

Baca juga: Hati-hati Makan Berlebihan Saat Lebaran, Ahli Gizi UI Ungkap Dampaknya untuk Tubuh

Makanan bersantan jadi pemicu masalah kesehatan

Menurut Budi Gunadi Sadikin, hidangan khas Lebaran memang menggoda, tetapi konsumsi berlebihan dapat membawa risiko kesehatan.

Ia menyebut bahwa kandungan santan yang dipanaskan berulang kali mengandung lemak jenuh yang tinggi dan dapat membebani tubuh.

Hidangan Lebaran memang selalu menggoda. Tapi hati-hati,” tulis Budi dalam unggahannya.

Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran menjadi salah satu alasan rumah sakit sering mengalami lonjakan pasien setelah hari raya.

Baca juga: Ahli Gizi: Makanan Lebaran Tidak Langsung Bikin Sakit atau Berat Badan Naik

Kebiasaan “balas dendam makan” perlu dihindari

Tangkapan layar akun Instagram Budi Gunadi Sadikin @bgsadikin. Kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran ternyata bisa berdampak pada kesehatan dan meningkatkan jumlah pasien di rumah sakit.Instagram/@bgsadikin Tangkapan layar akun Instagram Budi Gunadi Sadikin @bgsadikin. Kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran ternyata bisa berdampak pada kesehatan dan meningkatkan jumlah pasien di rumah sakit.

Fenomena “balas dendam makan” setelah menahan diri selama Ramadhan disebut sebagai salah satu kebiasaan yang perlu diwaspadai.

Budi mengingatkan bahwa niat merayakan hari kemenangan seharusnya tidak berujung pada masalah kesehatan.

“Jangan sampai niat kita merayakan hari kemenangan malah berujung sakit,” tulisnya.

Pesan ini menekankan pentingnya menjaga pola makan meski sedang dalam suasana perayaan.

Baca juga: Makan Banyak Saat Lebaran Bikin Berat Badan Naik? Ini Kata Ahli Gizi

Tips makan aman saat Lebaran

Budi Gunadi Sadikin juga membagikan beberapa cara sederhana agar tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa berlebihan.

Ia menyarankan untuk tetap makan lauk seperti ayam atau daging, tetapi tidak mengonsumsi kuah santan secara berlebihan.

Untuk ketupat, ia mengingatkan agar membatasi porsi, cukup dua hingga tiga potong saja. Ia juga menyarankan menambahkan telur sebagai sumber protein yang dibutuhkan tubuh.

“Kita tetap bisa menikmati makanan enak kok, asalkan tahu triknya,” tulis Budi.

Baca juga: Gaya Lebaran Lucinta Luna Curi Perhatian, Tampil Jadi Muhammad Fatah saat Shalat Id

Pesan untuk menjaga kesehatan setelah Lebaran

Budi mengajak masyarakat untuk membagikan informasi ini kepada keluarga agar tetap menjaga kesehatan setelah Lebaran.

Ia menekankan bahwa menjaga pola makan saat hari raya penting untuk mencegah gangguan kesehatan.

Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perayaan Lebaran tetap perlu diimbangi dengan pola hidup sehat.

Peringatan dari Menteri Kesehatan menunjukkan bahwa konsumsi makanan bersantan secara berlebihan saat Lebaran dapat berdampak pada kesehatan.

Dengan mengatur porsi dan memilih cara makan yang tepat, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa mengorbankan kondisi tubuh.

Baca juga: Gaya Busana Titiek Soeharto Saat Bertemu Prabowo, Nuansa Peach di Momen Lebaran

Tag:  #jangan #balas #dendam #makan #saat #lebaran #menkes #peringatkan #risiko

KOMENTAR