Kenali Tanda Seseorang Menjadi People Pleaser dan Cara Mengurangi Kebiasaan Ini
– Keinginan untuk menyenangkan orang lain merupakan hal yang wajar. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, perilaku ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup.
Dalam psikologi, perilaku ini sering dikaitkan dengan kecenderungan mencari validasi dari orang lain secara berlebihan atau dikenal sebagai people pleasing.
Psikolog dari Shippensburg University, Toru Sato, mengatakan bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki dorongan untuk menyenangkan orang lain. Namun, pada kondisi tertentu, perilaku ini dapat dipicu oleh kebutuhan untuk merasa berharga.
Baca juga: 6 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kecemasan, Salah Satunya People Pleasing
“Mereka sebenarnya berusaha untuk merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri,” ujarnya, dikutip dari Science Focus, Jumat (27/3/2026).
Ciri-ciri People Pleaser
Menurut Sato, orang dengan kecenderungan people pleasing biasanya sangat bergantung pada penilaian orang lain.
Mereka cenderung merasa tidak cukup baik, jika tidak mendapatkan penerimaan atau pujian dari lingkungan sekitarnya.
“Mereka merasa tidak cukup baik, dan berpikir mereka membutuhkan orang lain untuk menyukai mereka,” jelasnya.
Akibatnya, mereka sering kesulitan mengatakan “tidak”, mengorbankan kebutuhan pribadi, dan terlalu memikirkan pendapat orang lain.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami stres, kecemasan, hingga depresi.
Baca juga: 5 Zodiak yang Paling People Pleaser, Rela Mengalah
Mengapa Seseorang Menjadi People Pleaser?
Sato menjelaskan bahwa perilaku ini berkaitan dengan sifat kepribadian yang disebut sociotropy, yaitu kecenderungan memberi nilai berlebihan pada hubungan sosial.
Orang dengan sifat ini umumnya sangat membutuhkan persetujuan orang lain dan menjadikan hubungan sebagai sumber utama harga diri.
Mereka juga cenderung mudah terpengaruh oleh penilaian sosial di sekitarnya. Ketika respons yang diterima tidak sesuai harapan, mereka dapat merasa sangat terpukul.
Hal ini terjadi karena rasa berharga dalam diri mereka sangat bergantung pada penerimaan dari orang lain.
Baca juga: Perilaku Anak Ini Bisa Jadi Gejala Dini People Pleaser, Seperti Apa?
Tidak Selalu Buruk, Ini yang Membedakan
Tidak semua bentuk pengorbanan dalam hubungan bersifat negatif.
Psikolog sosial dari University of Sussex, Mariko Visserman, menjelaskan bahwa motivasi di balik tindakan tersebut menjadi faktor penentu.
Jika dilakukan karena kepedulian, pengorbanan bisa berdampak positif.
Sebaliknya, jika dilakukan untuk menghindari konflik atau penolakan, dampaknya justru bisa merugikan.
“Di sinilah seseorang mungkin berkorban karena ingin menghindari ketegangan atau pertengkaran, ingin menghindari mereka merasa kesal, atau untuk menghindari perasaan bahwa ia bukan pasangan yang baik,” ujar Visserman.
Baca juga: Hati-hati, Sikap Tidak Enakan Rentan Jadi Sasaran Pelaku Love Scam
Cara Mengurangi Kebiasaan People Pleasing
1. Bangun rasa percaya diri dari dalam
Sato menyarankan agar seseorang tidak bergantung sepenuhnya pada penilaian orang lain.
Membangun nilai diri dari hal-hal internal, seperti prinsip hidup dan tujuan pribadi, dapat membantu menjaga stabilitas emosi sehingga tidak mudah terpengaruh oleh opini eksternal.
Melalui cara ini, seseorang tidak selalu merasa perlu mencari persetujuan untuk merasa berharga.
2. Lebih sadar terhadap pikiran sendiri
Melatih kesadaran diri atau mindfulness dapat membantu seseorang mengenali apa yang sebenarnya diinginkan.
Dengan memahami perasaan sendiri, seseorang tidak akan langsung mengatakan “ya” hanya untuk menyenangkan orang lain, tetapi bisa mempertimbangkan keputusan dengan lebih jernih.
Kesadaran ini juga membantu membedakan antara keinginan pribadi dan tekanan dari lingkungan.
Baca juga: Kedekatan Emosional dengan Orangtua Jadi Fondasi Ketahanan Mental Anak
3. Latih diri untuk mengatakan “tidak”
Mengubah kebiasaan people pleasing membutuhkan waktu. Mulailah dengan mengenali situasi atau orang yang sering memicu keinginan untuk selalu menyenangkan.
Setelah itu, siapkan respons yang lebih tegas namun tetap sopan agar batasan diri tetap terjaga tanpa merusak hubungan.
Langkah kecil ini dapat membantu membangun kebiasaan baru yang lebih sehat.
4. Bangun komunikasi yang terbuka
Di sisi lain, Visserman menekankan pentingnya menyampaikan kebutuhan dan harapan secara jujur.
Dengan komunikasi yang terbuka, kedua pihak dapat saling memahami tanpa harus bergantung pada pengorbanan sepihak.
Hal ini juga membantu mencegah kesalahpahaman dan menjaga hubungan tetap seimbang.
Baca juga: 5 Zodiak yang Dikenal People Pleaser, Sering Sulit Bilang Tidak
Pentingnya Menentukan Batasan
Pada akhirnya, menyenangkan orang lain bukanlah hal yang sepenuhnya salah.
Namun, penting untuk tetap memahami batasan diri dan memastikan keputusan yang diambil tidak merugikan diri sendiri.
Dengan keseimbangan tersebut, hubungan dengan orang lain dapat tetap terjaga tanpa mengorbankan kesejahteraan pribadi.
Tag: #kenali #tanda #seseorang #menjadi #people #pleaser #cara #mengurangi #kebiasaan