Psikolog Ungkap 8 Ciri Orang Dewasa Secara Emosional, Bukan Sekadar Menahan Emosi
Ilustrasi tersenyum. Psikolog mengungkap delapan tanda sederhana yang menunjukkan seseorang sudah dewasa secara emosional.(Freepik/ansiia)
17:10
31 Maret 2026

Psikolog Ungkap 8 Ciri Orang Dewasa Secara Emosional, Bukan Sekadar Menahan Emosi

Kemampuan mengelola emosi sering dianggap sebagai tanda kedewasaan, tetapi psikolog menegaskan bahwa kedewasaan emosional bukan sekadar tidak marah atau selalu terlihat tenang.

Melansir Parade (24/3/2026), kedewasaan emosional justru terlihat dari cara seseorang memahami, menerima, dan merespons emosi dalam situasi sulit.

Baca juga: 6 Kebiasaan Orang Finlandia, Negara Paling Bahagia di Dunia

Apa itu kedewasaan emosional?

Psikolog Dr. Nicole LePera menjelaskan bahwa kedewasaan emosional berarti mampu tetap tenang dan hadir saat menghadapi situasi yang tidak nyaman.

“Kedewasaan emosional bukan berarti tidak pernah merasa marah. Ini berarti seseorang menyadari perasaannya dan memilih bagaimana merespons, bukan bereaksi secara spontan,” ujar LePera.

Ia juga menambahkan bahwa banyak reaksi emosional muncul dari pengalaman masa lalu yang tersimpan dalam tubuh.

“Kedewasaan emosional terjadi saat seseorang bisa berkata, ‘Perasaan ini masuk akal, tetapi saya bisa memilih apa yang harus dilakukan sekarang,’” jelasnya.

Baca juga: 10 Tanda Pria Kurang Dewasa secara Emosional Menurut Psikolog, Bisa Ganggu Hubungan

8 ciri orang yang dewasa secara emosional

Ilustrasi tersenyum. Psikolog mengungkap delapan tanda sederhana yang menunjukkan seseorang sudah dewasa secara emosional.Shutterstock/Rido Ilustrasi tersenyum. Psikolog mengungkap delapan tanda sederhana yang menunjukkan seseorang sudah dewasa secara emosional.

Menurut LePera, ada delapan kebiasaan yang menunjukkan seseorang memiliki kedewasaan emosional. Berikut penjelasannya.

1. Mampu menahan reaksi sesaat

Seseorang memilih berhenti sejenak sebelum merespons, sehingga tidak mengatakan hal yang disesali.

2. Bertanggung jawab tanpa menyalahkan diri

Kesalahan diakui tanpa merasa diri buruk, lalu dijadikan pelajaran.

3. Mampu menetapkan batasan dengan tenang

Seseorang bisa berkata tidak tanpa menyakiti orang lain dan berkata "ya" tanpa rasa terpaksa.

4. Menerima perbedaan pendapat

Perbedaan tidak dianggap sebagai penolakan atau ancaman.

5. Memperbaiki hubungan setelah konflik

Setelah konflik, ada usaha untuk memperbaiki dan memperkuat hubungan.

6. Menghadapi emosi tanpa menghindar

Perasaan tidak ditutupi dengan distraksi seperti bekerja berlebihan atau kebiasaan lain.

7. Melepaskan peran lama yang tidak sehat

Seseorang tidak lagi merasa harus selalu kuat atau menjadi penolong bagi semua orang.

8. Memilih yang sehat, bukan yang terasa nyaman

Keputusan diambil berdasarkan kebaikan jangka panjang, bukan sekadar kebiasaan lama.

Baca juga: 6 Kalimat yang Ingin Didengar Anak Dewasa dari Orangtuanya

Kedewasaan emosional tidak terjadi instan

LePera menekankan bahwa kedewasaan emosional adalah proses yang berkembang secara bertahap.

“Perubahan nyata sering terjadi dalam momen kecil, bukan melalui perubahan besar sekaligus,” ujarnya.

Ia mencontohkan langkah sederhana seperti menyadari kondisi tubuh, menarik napas perlahan, berbicara dengan diri sendiri secara lebih baik, serta memperbaiki hubungan setelah konflik.

Proses menyembuhkan diri dimulai dari sekarang

Menurut LePera, proses ini juga berkaitan dengan upaya memahami dan menyembuhkan luka masa lalu atau inner child.

“Penyembuhan bukan tentang mengulang semua kenangan lama, tetapi tentang bagaimana kita merespons saat ini,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama bukanlah menjadi sempurna, melainkan terus bertumbuh dan merasa aman dengan diri sendiri.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kedewasaan emosional bukan sesuatu yang instan, melainkan hasil dari kesadaran dan latihan yang dilakukan secara konsisten.

Tag:  #psikolog #ungkap #ciri #orang #dewasa #secara #emosional #bukan #sekadar #menahan #emosi

KOMENTAR