BPOM Temukan Kosmetik Berbahaya, Dosen UMY Ingatkan Risiko Gangguan Hati hingga Kanker
Beredarnya kosmetik murah dengan kandungan bahan berbahaya kembali menjadi sorotan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 11 produk kosmetik mengandung pewarna merah K10 atau Rhodamin B sepanjang 2026.
Zat yang biasa digunakan untuk tekstil dan cat itu disebut berisiko memicu gangguan fungsi hati hingga kanker jika digunakan terus-menerus.
Temuan tersebut disampaikan dalam laman resmi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jumat (15/5/2026).
Selain Rhodamin B, BPOM juga menemukan kandungan berbahaya lain seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat, deksametason, hingga cemaran 1,4-dioksan dalam sejumlah produk kosmetik.
Dosen Program Studi Farmasi UMY, apt. RR. Sabtanti Harimurti, M.Sc., Ph.D., mengatakan masyarakat perlu lebih berhati-hati saat memilih produk kecantikan, terutama yang dijual bebas di marketplace dengan harga murah.
“Temuan kosmetik yang mengandung pewarna merah K10 ini menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak boleh sembarangan memilih kosmetik,” ujar Sabtanti.
Baca juga: Bahaya Pewarna Merah K10 dalam Kosmetik, Bisa Picu Kanker
Rhodamin B disebut bisa picu gangguan hati
Sabtanti menjelaskan, Rhodamin B sebenarnya bukan bahan untuk tubuh manusia. Zat tersebut lazim digunakan sebagai pewarna industri pada tekstil, cat, dan kertas.
Namun, karena warnanya cerah dan harganya murah, bahan ini kerap disalahgunakan pada produk kosmetik dekoratif seperti lipstik, perona pipi, hingga eye shadow.
“Rhodamin B itu sebenarnya pewarna industri, bukan untuk tubuh manusia. Karena warnanya cerah serta harganya murah, ada pihak-pihak yang menyalahgunakannya untuk kosmetik agar terlihat menarik dan biaya produksinya rendah,” jelasnya.
Dalam jangka pendek, penggunaan kosmetik dengan kandungan Rhodamin B dapat memicu iritasi kulit, rasa panas, ruam, hingga gatal, terutama pada pemilik kulit sensitif.
Namun, risiko yang lebih serius disebut dapat muncul bila produk digunakan dalam waktu lama. Sabtanti mengatakan zat tersebut bisa masuk ke tubuh melalui kulit, mulut, maupun saluran pernapasan.
“Pada lipstik misalnya, bahan tersebut bisa ikut tertelan sedikit demi sedikit. Masalahnya, Rhodamin B tidak bisa dimetabolisme tubuh dengan baik sehingga dapat terakumulasi,” katanya.
Ia menambahkan, sifat karsinogenik pada Rhodamin B dapat memicu gangguan fungsi hati hingga kanker hati akibat paparan berkepanjangan.
Baca juga: Harga Bahan Baku Melonjak, Harga Kosmetik Diprediksi Naik
Ciri kosmetik berbahaya yang perlu diwaspadai
Ilustrasi Makeup. BPOM menemukan kosmetik mengandung Rhodamin B, zat berbahaya yang disebut bisa memicu gangguan hati hingga kanker bila dipakai terus-menerus.
Selain memahami risikonya, masyarakat juga diminta mengenali ciri-ciri kosmetik berbahaya sebelum membeli.
Menurut Sabtanti, salah satu tanda yang bisa diperhatikan adalah tampilan fisik produk. Kosmetik dengan kandungan pewarna berbahaya biasanya memiliki warna terlalu mencolok dan tampak sangat mengilap saat terkena cahaya.
“Tekstur produk terkadang juga tidak tercampur dengan baik sehingga muncul gumpalan warna pada kosmetik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memeriksa informasi pada kemasan produk. Kosmetik yang aman umumnya mencantumkan komposisi bahan secara jelas dan memiliki nomor registrasi BPOM.
“Kalau produk kosmetik tidak mencantumkan komposisi yang jelas atau tidak memiliki nomor registrasi BPOM, masyarakat sebaiknya berhati-hati,” tegas Sabtanti.
Jangan abaikan reaksi tubuh
Sabtanti juga meminta masyarakat memperhatikan reaksi tubuh setelah memakai produk kosmetik tertentu.
Jika muncul keluhan seperti gatal, rasa panas, atau iritasi, penggunaan produk sebaiknya segera dihentikan agar tidak menimbulkan dampak lebih lanjut.
Menurutnya, masyarakat kini juga lebih mudah mengecek legalitas produk karena BPOM telah menyediakan layanan dan aplikasi untuk memeriksa nomor registrasi kosmetik secara mandiri melalui telepon genggam.
“Langkah sederhana seperti itu penting untuk melindungi diri dari risiko penggunaan kosmetik berbahaya,” kata Sabtanti.
Baca juga: BPOM Tarik 11 Kosmetik dengan Bahan Berbahaya, Ada Madam Gie dan Selsun
Tag: #bpom #temukan #kosmetik #berbahaya #dosen #ingatkan #risiko #gangguan #hati #hingga #kanker