5 Kebijakan WFH Paling Nyeleneh di Dunia Imbas Perang, Indonesia Tak Ada Apa-apanya
5 Kebijakan WFH Paling Nyeleneh di Dunia Imbas Perang, Indonesia Tak Seberapa (freepik)
19:13
3 April 2026

5 Kebijakan WFH Paling Nyeleneh di Dunia Imbas Perang, Indonesia Tak Ada Apa-apanya

Ancaman kelangkaan BBM global akibat perang yang makin memanas memaksa banyak negara, termasuk Indonesia, kompak menerapkan kebijakan WFH. Aturan darurat ini terpaksa diambil secara serentak guna menyelamatkan perekonomian dan cadangan energi nasional dari risiko kelumpuhan total.

Bagi masyarakat Indonesia, menerapkan WFH mungkin terdengar biasa . Sejak pandemi, bekerja dari ruang tamu atau kamar tidur sudah jadi hal lumrah.

Namun, di tengah krisis energi global akibat perang yang memanas di tahun 2026 ini, beberapa negara ternyata punya aturan pendamping WFH yang nyeleneh, ekstrem, tapi sangat masuk akal untuk menghemat BBM.

Dari menyuruh pegawai pakai baju lengan pendek hingga mematikan lampu satu kota, berikut deretan kebijakan WFH dan hemat energi paling unik di dunia saat ini seperti dilansir dari Anadolu Ajans:

1. Thailand: Wajib Naik Tangga dan Pakai Lengan Pendek

Pemerintah Thailand sepertinya paham betul bahwa WFH saja tidak cukup kalau di kantor listriknya tetap boros.

Bagi pegawai yang masih harus ke kantor, aturannya bikin senyum-senyum sendiri.

Mereka disarankan memakai kemeja lengan pendek agar tidak kegerahan. Kenapa? Karena suhu AC kantor wajib diatur mentok di 27 derajat Celcius.

Paling unik, pemerintahnya menginstruksikan para pekerja untuk memboikot lift dan beralih menggunakan tangga. Hitung-hitung hemat listrik sekaligus olahraga gratis.

2. Mesir: "Gelap-gelapan" Jam 6 Sore dan Jam Malam Toko

Keadaan jalan Bypass Prof. Ida Bagus Mantra, Bali, yang minim Lampu Penerangan Jalan (LPJ) kembali menjadi sorotan [SuaraBali.id/Istimewa]Ilustrasi kondisi gelap di jalanan [SuaraBali.id/Istimewa]

Kalau negara lain fokus pada kendaraan, Mesir langsung menyasar pusat kotanya.

Mendampingi kebijakan satu hari kerja jarak jauh, Mesir mengambil langkah berani dengan menutup ibu kota administratifnya tepat pukul 6 sore.

Semua lampu dan perangkat elektronik negara dimatikan total. Bahkan, para pemilik toko dipaksa tutup lebih awal, yakni pukul 21.00 di hari kerja dan 22.00 saat akhir pekan.

Malam hari di Mesir kini benar-benar dimaksimalkan untuk istirahat demi memangkas tagihan energi nasional.

3. Sri Lanka & Myanmar: Kompak Jadikan Hari Rabu 'Hari Rebahan Nasional'

Alih-alih membiarkan instansi memilih hari WFH sendiri, Sri Lanka dan Myanmar punya kesepakatan tak tertulis yang unik: memukul rata hari Rabu sebagai hari tanpa mobilitas.

Di Sri Lanka, hari Rabu resmi jadi tambahan hari libur untuk sekolah, universitas, hingga kantor pemerintah.

Sementara di Myanmar, pejabat publiknya diwajibkan WFH spesifik di pertengahan minggu tersebut. Memotong mobilitas tepat di tengah-tengah hari kerja dinilai efektif menekan konsumsi BBM secara drastis.

4. Pakistan: Pangkas Hari Kerja dan Tutup Paksa Sekolah

Pakistan mengambil langkah darurat yang paling ekstrem. Bukan cuma WFH parsial, Perdana Menteri Shehbaz Sharif nekat memangkas sistem kerja menjadi hanya 4 hari dalam seminggu untuk sektor publik dan swasta.

Tidak berhenti di situ, seluruh sekolah dan kampus se-Pakistan ditutup total selama dua minggu dan dipaksa kembali ke sistem belajar online era pandemi.

Kebijakan ini benar-benar menyapu bersih jalanan dari kendaraan antar-jemput anak sekolah.

5. Uni Eropa: WFH Plus Dilarang Keras Ngebut

Negara-negara Uni Eropa punya pendekatan yang sangat metodis. Mereka mengawinkan anjuran WFH dengan aturan ketat di jalan tol.

Bagi warga yang terpaksa harus keluar rumah, Komisioner Eropa meminta mereka mengurangi batas kecepatan maksimal di jalan raya sebesar 10 km/jam.

Secara teknis otomotif, mengemudi dengan kecepatan lebih lambat dan konstan memang terbukti membakar bahan bakar jauh lebih sedikit.

Warga juga didorong kuat untuk melakukan carpooling (nebeng satu mobil bersama) ketimbang bawa mobil sendiri-sendiri.

Melihat ragam kebijakan di atas, WFH 1 hari dalam sepekan yang diterapkan Indonesia terasa jauh lebih longgar.

Strategi "di luar nurul" dari negara-negara seperti Thailand dan Mesir membuktikan bahwa krisis BBM global ini membutuhkan pengorbanan ekstra dari aktivitas harian yang selama ini kita anggap sepele.

Editor: Agung Pratnyawan

Tag:  #kebijakan #paling #nyeleneh #dunia #imbas #perang #indonesia #apanya

KOMENTAR