Retroactive Jealousy, Ketika Kamu Cemburu pada Masa Lalu Pasangan
- Merasakan sedikit rasa penasaran saat mendengar cerita tentang mantan dari pasanganmu adalah reaksi yang sangat wajar.
Namun, jika rasa tidak nyaman itu terus berulang dan berubah menjadi obsesi yang menyiksa, kamu mungkin sedang menghadapi masalah emosional serius.
Kondisi bernama retroactive jeaousy ini bisa dengan cepat berkembang menjadi ancaman bagi keharmonisan hubungan asmaramu saat ini.
Baca juga: 4 Tanda Cemburu yang Toxic dan Merusak Hubungan, Kenali Sebelum Terlambat
Namun, seperti apa batasan yang membedakan antara rasa penasaran dan cemburu biasa, dengan retroactive jealousy?
“Retroactive jealousy terjadi ketika seseorang mengalami perasaan cemas dan cemburu yang kuat seputar riwayat romantis pasangannya di masa lalu, atau bahkan pengalaman yang terjadi sebelum kamu ada dalam hidup mereka,” kata konselor profesional berlisensi Priya Tahim, menyadur HuffPost, Jumat (3/4/2026).
“Ini bukan rasa ingin tahu, tetapi apa yang terasa seperti ancaman aktif dalam hubungan kamu saat ini," sambung dia.
Memahami retroactive jealousy
Seseorang yang mengidap kondisi ini akan terus terpaku pada riwayat asmara pasangannya, hingga memicu pikiran yang mengganggu dan perilaku obsesif.
“Dalam hubungan, ini sering muncul sebagai obsesi terhadap mantan pasangan atau hubungan singkat di masa lalu, memutar ulang detail yang kamu harap tidak pernah kamu dengar, atau merasa jauh lebih kesal daripada yang seharusnya ketika masa lalu muncul,” ujar dating coach Julie Nguyen.
“Kamu mungkin mengajukan banyak pertanyaan, membandingkan dirimu dengan orang yang belum pernah kamu temui, melihat-lihat foto lama, atau merasakan kecemasan yang hebat ketika sebuah nama atau kenangan disebutkan," lanjut dia.
Psikolog Klinis Sabrina Romanoff menuturkan bahwa kondisi ini membuat seseorang terus membandingkan pencapaian hingga daya tarik fisik, dengan masa lalu pasangan.
“Dalam hubungan, hal itu sering kali bermanifestasi sebagai pikiran yang mengganggu,” ucap Romanoff.
Baca juga: 5 Tips Mengelola Rasa Cemburu, Salah Satunya Ketahui Penyebabnya
“Retroactive jealousy dapat bermanifestasi sebagai pencarian detail berulang kali, terus-menerus mencari pengingat, atau menguntit mantannya pasangan secara daring," tambah Tahim.
Ilustrasi hubungan seksual. Kecanduan seks atau hiperseksualitas adalah obsesi yang sangat kuat terhadap seks, tindakan seksual, dan fantasi seksual, hingga sulit dikendalikan.
Akar penyebab timbulnya obsesi
Sering kali, masalah ini tidak ada hubungannya dengan masa lalu pasangan, melainkan murni cerminan dari ketidakamanan dirimu sendiri yang belum terselesaikan.
“Sebagian besar waktu, retroactive jealousy tidak terlalu berkaitan dengan masa lalu pasangan kamu dan lebih berkaitan dengan apa yang muncul di dalam diri kamu,” kata Nguyen.
“Hal ini umum terjadi pada orang dengan kecemasan atau gaya keterikatan cemas, terutama jika ada ketakutan mendasar bahwa kamu tidak cukup baik," lanjut dia.
Ketakutan mendalam akan pengabaian membuat penderitanya selalu merasa terancam dan butuh validasi berlebih.
“Sering kali, ini bukan tentang pasangan mereka yang membuat mereka merasa tidak aman, tetapi lebih tentang kesulitan mereka untuk merasa cukup ‘dipilih’ sehingga mereka dapat merasa aman," jelas Romanoff.
Dampak buruk pada hubungan
Jika terus dibiarkan menguasai pikiran, obsesi ini akan menciptakan jarak emosional yang nyata dan pada akhirnya menghancurkan komitmen.
Tahim menuturkan, retroactive jealousy bisa muncul sebagai kebutuhan konstan akan kepastian dan kurangnya kepercayaan, sehingga encitakan ruang emosional yang tidak aman dalam dirimu, atau dalam hubungan.
“Jika tidak ditangani, hal itu dapat merusak hubungan dengan menciptakan rasa dendam karena membiarkan masa lalu mengambil ruang di mana seharusnya ada masa kini," jelas dia.
Pasanganmu pada akhirnya akan merasa lelah karena terus dihakimi, serta menjadi sasaran perasaan frustasi.
Ilustrasi
“Terutama jika mereka setia dan berkomitmen, tetapi merasa bahwa tidak ada yang mereka katakan sepenuhnya meyakinkan orang lain,” kata terapis di Kindman & Co, Sarah Barukh.
Baca juga: 5 Zodiak Paling Mudah Cemburu, Ada Cancer dan Virgo
Cara mengatasi retroactive jealousy
Menyadari masalah emosional ini adalah langkah pertama yang penting menuju pemulihan dan hubungan yang lebih sehat.
Tahim mengatakan, setiap orang memiliki masa lalu, dan kamu tidak harus sepenuhnya sembuh sebelum memasuki suatu hubungan.
Akan tetapi, kesadaran diri dan kemauan untuk mengatasi apa yang ada di balik kecemburuan itu penting.
"Dengan berfokus pada ketakutan yang mendasar, membatasi perbandingan, grounding ke masa kini, dan memilih untuk bertumbuh, kamu dapat mengatasi retroactive jealousy tanpa membiarkannya mendefinisikan hubungan," ucap Tahim.
Selain itu, berhentilah mencari tahu detail masa lalunya, dan mulailah mengomunikasikan ketakutanmu secara terbuka kepada pasangan.
“Ini tentang memberi tahu pasangan bahwa ini adalah sesuatu yang kamu perjuangkan, sehingga ketakutan tidak terus mendominasi hubungan," kata Nguyen.
"Penting juga untuk memahami bahwa menggali lebih banyak detail jarang membantu. Tidak ada jumlah informasi atau kepastian yang dapat membuat masa lalu terasa lebih aman," pungkas dia.
Baca juga: Rasa Cemburu dalam Hubungan, Wajar atau Berbahaya?
Tag: #retroactive #jealousy #ketika #kamu #cemburu #pada #masa #lalu #pasangan