Memahami Cold Feet, Keraguan yang Muncul Menjelang Pernikahan
- Menjelang hari pernikahan, perasaan bimbang sering kali menyelimuti pikiran secara tiba-tiba. Kondisi psikologis yang akrab disebut cold feet ini kerap membuat seseorang mempertanyakan kembali keputusannya untuk mengikat janji suci seumur hidup dengan pasangannya.
"Saya menganggap cold feet sebagai istilah payung untuk ketakutan, keraguan, dan kecemasan yang kita rasakan saat kita bersiap untuk menikah," terang psikolog klinis di New York City, Amerika Serikat (AS), Jocelyn Charnas, mengutip Brides, Senin (6/4/2026).
Ia menuturkan, perasaan ini tidak selamanya berkonotasi negatif. Sebab, rasa cemas dan ketidakpastian adalah hal yang normal saat kamu merencanakan transisi kehidupan yang sangat penting seperti menikah.
Baca juga: Biaya Hidup Tinggi, Banyak Pasangan Ragu Menikah
Akan tetapi, jika kamu merasakan terlalu banyak ketakutan dan keraguan, tentunya ini bisa sangat meresahkan.
Memahami keraguan sebelum menikah
Banyak orang salah kaprah menyamakan cold feet dengan perasaan gugup biasa menjelang hari pernikahan. Padahal, ada perbedaan di antara keduanya.
Gugup pranikah umumnya berpusat pada kekhawatiran teknis acara, sedangkan cold feet merujuk pada ketidakyakinan mendalam terhadap sosok calon pendamping yang telah dipilih.
Tanda-tanda keraguan sebelum menikah
Mengenali gejala kepanikan ini sejak dini sangat penting agar kamu tidak salah melangkah. Indikator utamanya adalah perasaan bimbang yang begitu kuat hingga membebani pikiran harian.
"Bentuk keraguan ini bisa muncul dengan sangat eksplisit, seperti mempertanyakan apakah ia orang yang tepat, dan di waktu yang tepat," papar Charnas.
Beberapa orang yang mengalami gejala ekstrem bahkan nekat mengambil langkah untuk mempertimbangkan pembatalan rencana pernikahan mereka.
Kecemasan berlebihan saat merencanakan detail acara juga bisa menjadi sinyal tersembunyi, seperti tiba-tiba menangis hanya karena bingung memilih kue pengantin.
Perubahan perilaku agresif berupa sering bertengkar dengan pasangan juga patut dicurigai sebagai salah satu gejala cold feet.
Baca juga: Jangan Ragu Minta Putus jika 13 Hal Ini Terjadi
Ilustrasi menikah.
Mengapa seseorang mendadak ragu menjelang pernikahan?
Menyatukan dua kehidupan dalam sebuah ikatan suci bukanlah perkara mudah, sehingga wajar jika hal tersebut memicu stres. Namun, Charnas mengatakan bahwa kecemasan ini justru membuktikan keseriusanmu.
"Dosis ketidakpastian dan kecemasan yang sehat dapat berarti kita mengambil keputusan ini dengan sangat, sangat serius, sebagaimana mestinya," jelas dia.
Charnas mengibaratkannya dengan momen ketegangan saat wawancara kerja. Jika kamu tidak gugup sebelum wawancara kerja yang besar, itu bisa menjadi sinyal bahwa kamu tidak terlalu serius untuk mendapatkan pekerjaan itu.
Ekspektasi dari budaya pop masa kini sering kali memperburuk keadaan batin calon pengantin. Menurut dia, ada kesalahpahaman yang diperburuk oleh media dan penggambaran Hollywood tentang pertunangan dan pernikahan.
"Kesalahpahaman bahwa kamu seharusnya 'langsung tahu' (dia orang yang tepat). Itu konsep yang indah, tetapi di dunia nyata, tidak apa-apa untuk memiliki ketidakpastian. Triknya adalah menyuarakannya dan mencoba menyelesaikannya, daripada menekannya," tutur Charnas.
Baca juga: 9 Tanda Kamu Siap Menikah, Cek Sebelum Ambil Keputusan Besar
Cara mengatasi keraguan sebelum menikah
Langkah paling rasional dan efektif untuk mengatasi masalah ini adalah lewat komunikasi terbuka bersama pasangan. Memilih memendamnya sendirian hanya akan memperbesar tumpukan ketakutanmu.
Merespons diskusi tersebut secara suportif juga sangat penting. Jika kamu dapat melihat ketakutan pasanganmu dengan empati dan pengertian, daripada dari posisi defensif, kamu sudah mempraktikkan perilaku pernikahan yang sehat.
Apakah nikah siri termasuk kumpul kebo yang bisa dipidana KUHP baru?
Charnas kembali mengingatkan bahwa fase bimbang ini sangat wajar.
"Hal terpenting untuk diingat adalah bahwa tingkat kecemasan pra-pernikahan tertentu adalah bagian normal dari transisi kehidupan yang luar biasa yaitu pernikahan," ucap dia.
"Menyadari ketakutan dan ketidakpastianmu sendiri, serta menjadi pendengar yang baik bagi pasanganmu, adalah titik awal yang hebat untuk penyatuan yang sehat dan menggembirakan," lanjut Charnas.
Baca juga: Tak Cukup Modal Cinta, Ini Kesiapan Mental Sebelum Menikah Menurut Psikolog
Tanda bahaya yang patut diwaspadai
Kendati lumrah terjadi, tetap ada batas tipis antara kecemasan normal dan peringatan bahaya. Intuisimu mungkin sedang menangkap sinyal tersembunyi bahwa ada sesuatu yang salah dalam fondasi asmara kalian.
"Salah satu potensi tanda bahaya bagi saya adalah jika salah satu pasangan tidak mampu atau tidak mau menyuarakan kecemasannya, dan/atau mendengar ketakutan pasangannya," ujar Charnas.
Menuut dia, kurangnya komunikasi bisa berarti bahwa mungkin hubungan tersebut belum siap untuk langkah selanjutnya. Dampak kecemasan yang telanjur merusak rutinitas harian juga harus diperhatikan.
"Terlalu banyak kecemasan, hingga ke tingkat yang melumpuhkan atau sangat mengganggu area lain dalam kehidupan seseorang, bisa menjadi tanda masalah yang lebih dalam di dalam hubungan," pungkas Charnas.
Tag: #memahami #cold #feet #keraguan #yang #muncul #menjelang #pernikahan