7 Cara Mengatasi Masalah Pencernaan yang Sering Muncul, Termasuk Cukup Cairan
Ilustrasi masalah pencernaan(shutterstock)
17:10
13 April 2026

7 Cara Mengatasi Masalah Pencernaan yang Sering Muncul, Termasuk Cukup Cairan

- Masalah pencernaan seperti perut kembung, nyeri, hingga sembelit sering kali terasa makin sering muncul seiring bertambahnya usia.

Jika makanan yang dulu terasa “aman” kini justru memicu ketidaknyamanan, kondisi ini bukan sekadar perasaan.

Seiring proses penuaan, sistem pencernaan memang mengalami berbagai perubahan, mulai dari penurunan fungsi otot hingga perubahan pada lapisan lambung. Kondisi ini dapat memengaruhi cara tubuh mencerna makanan dan menyerap nutrisi.

“Masalah usus bisa muncul pada usia berapa pun dan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia,” ujar dokter spesialis gastroenterologi Sara Attalla, dikutip dari HuffPost, Senin (13/4/2026).

Baca juga: Tren Minum Air Hangat, Ini Manfaatnya bagi Pencernaan dan Tubuh

Kondisi ini dapat memicu berbagai gejala, seperti heartburn, kembung, nyeri perut, hingga perubahan pola buang air besar. 

Namun, para ahli menegaskan bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga sistem pencernaan tetap optimal.

Berikut sejumlah cara yang dapat membantu mengatasi masalah pencernaan seiring bertambahnya usia.

Cara Mengatasi Masalah Pencernaan

1. Mengunyah makanan dengan lebih baik

Proses pencernaan sebenarnya dimulai dari mulut. Mengunyah makanan dengan baik dapat membantu mengurangi beban kerja sistem pencernaan.

Dokter Pritesh Mutha menjelaskan, bahwa enzim dalam air liur berperan dalam memecah makanan sejak awal. 

Selain itu, mengunyah makanan 15–20 kali per suapan juga dapat membantu mencegah masalah saat menelan dan memperlancar proses pencernaan.

2. Menjaga produksi air liur tetap optimal

Seiring bertambahnya usia, produksi air liur dapat menurun sehingga memengaruhi proses mengunyah dan menelan makanan.

Dokter spesialis gastroenterologi Sunana Sohi menyebut bahwa kondisi mulut kering dapat memperburuk proses pencernaan. 

Untuk mengatasinya, disarankan untuk minum air di sela-sela makan atau menggunakan produk pengganti air liur jika diperlukan.

Baca juga: 4 Tanda Awal Masalah Pencernaan Anak, Kapan Harus Waspada?

3. Mengurangi makanan olahan dan memperbanyak makanan nabati

Pola makan memiliki peran besar dalam kesehatan pencernaan. Konsumsi makanan olahan yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.

Menurut Sohi, pola makan berbasis nabati yang kaya serat dapat membantu menjaga kesehatan mikrobioma usus. 

Serat juga berperan penting dalam memperlancar buang air besar serta menjaga konsistensi feses.

4. Memastikan tubuh tetap terhidrasi

Cara lain yang dapat dilakukan adalah mencukupi cairan untuk mencegah sembelit, terutama pada orang yang meningkatkan asupan serat.

Mutha menjelaskan bahwa hidrasi membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan. 

Kurangnya cairan justru dapat memperlambat pergerakan usus dan memperparah masalah pencernaan.

Baca juga: 10 Makanan Kaya Serat, Baik untuk Kesehatan Pencernaan hingga Jantung

5. Berjalan kaki setelah makan

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga pergerakan sistem pencernaan.

Menurut Sohi, olahraga dapat membantu melancarkan sistem pencernaan. Bahkan, aktivitas ringan seperti berjalan selama 10–15 menit setelah makan dapat membantu mempercepat proses pengosongan lambung.

Sebaliknya, langsung berbaring setelah makan justru dapat memperburuk kondisi seperti refluks asam lambung.

6. Mendapatkan tidur yang cukup

Tidur yang cukup tidak hanya penting untuk energi, tetapi juga untuk kesehatan sistem pencernaan.

Mutha menjelaskan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi fungsi sistem imun dan meningkatkan peradangan pada usus. 

Kondisi ini berpotensi memicu berbagai gangguan pencernaan.

Disarankan untuk tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam guna menjaga keseimbangan tubuh secara keseluruhan.

Baca juga: Pentingnya Makanan Beragam, Bukan Cuma Bikin Kenyang tapi Bantu Jaga Pencernaan Anak

7. Mengonsumsi obat dengan cara yang tepat

Penggunaan obat-obatan, baik resep maupun obat bebas, juga dapat memengaruhi kesehatan pencernaan.

Beberapa jenis obat, seperti NSAID (misalnya aspirin dan ibuprofen), dapat menyebabkan efek samping seperti nyeri perut, mual, hingga gangguan lambung jika tidak digunakan dengan benar.

“Setiap obat memiliki potensi efek samping pada saluran cerna sehingga penting untuk mengonsumsinya sesuai anjuran,” ujar Mutha.

Jika muncul efek samping, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar penggunaan obat dapat disesuaikan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Meski perubahan pada sistem pencernaan merupakan bagian dari proses penuaan, penting untuk tidak mengabaikan gejala yang muncul.

Dokter spesialis gastroenterologi Neena Mohan menekankan bahwa keluhan pencernaan sebaiknya tetap diperiksakan karena bisa saja menjadi tanda kondisi medis yang lebih serius.

Dengan memahami perubahan yang terjadi dan menerapkan kebiasaan yang tepat, kesehatan pencernaan tetap dapat dijaga meski usia terus bertambah.

Tag:  #cara #mengatasi #masalah #pencernaan #yang #sering #muncul #termasuk #cukup #cairan

KOMENTAR