Hidung Bengkak Saat Hamil, Normal atau Perlu Diwaspadai?
Ilustrasi hidung bengkak.(Freepik: benzoix)
14:40
17 April 2026

Hidung Bengkak Saat Hamil, Normal atau Perlu Diwaspadai?

- Perubahan tubuh selama kehamilan sering kali tidak terduga, salah satunya adalah hidung yang tampak lebih besar atau membengkak. Fenomena ini dikenal dengan istilah pregnancy nose.

Meski bukan istilah medis resmi, kondisi ini cukup umum terjadi pada ibu hamil, terutama menjelang trimester akhir. 

Lalu, apa sebenarnya pregnancy nose? Apakah kondisi ini normal atau perlu diwaspadai?

Apa itu pregnancy nose?

Pregnancy nose merujuk pada perubahan bentuk hidung yang tampak lebih besar atau bengkak selama kehamilan. Meski terdengar tidak biasa, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi.

Dokter spesialis anak dan neonatolog, Jessica Madden, M.D. menjelaskan, perubahan ini memang nyata terjadi pada sebagian ibu hamil.

“Meski ‘pregnancy nose’ bukan istilah medis resmi, banyak perempuan mengalami hidung yang tampak lebih besar menjelang akhir kehamilan,” jelas Madden, dikutip dari Parents, Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, perubahan ini juga sering disertai dengan gejala lain seperti hidung tersumbat atau produksi lendir yang meningkat.

Baca juga: 5 Gaya Foto Maternity Alyssa Daguise, Anggun di Ujung Kehamilan

Perubahan hormon dan aliran darah jadi pemicu utama

Salah satu penyebab utama pregnancy nose adalah perubahan hormon selama kehamilan. Hormon memicu peningkatan volume darah dalam tubuh untuk mendukung perkembangan janin.

“Perubahan pada hidung ini disebabkan oleh peningkatan volume darah yang dipicu hormon selama kehamilan,” kata Madden.

“Walaupun sebagian besar darah digunakan untuk mendukung janin dan rahim, seluruh bagian tubuh tetap mengalami peningkatan aliran darah,” tambah dia.

Akibatnya, pembuluh darah di area hidung ikut melebar, sehingga membuat hidung terlihat lebih besar atau bengkak.

Selain itu, ibu hamil juga lebih rentan mengalami pregnancy rhinitis, yaitu peradangan pada rongga hidung yang menyebabkan hidung tersumbat, bersin, dan pilek. Kondisi ini bahkan disebut dapat dialami oleh sekitar 39 persen ibu hamil.

Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Peluang Hamil Secara Alami dan Sehat

Kapan pregnancy nose perlu diwaspadai?

Pada umumnya, pregnancy nose bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius.

Salah satunya adalah preeklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah.

“Preeklamsia, kondisi kehamilan yang menyebabkan pembengkakan, juga bisa membuat hidung tampak lebih besar,” jelas Madden.

Gejala lain yang perlu diperhatikan meliputi sakit kepala berat, gangguan penglihatan, serta pembengkakan pada tangan dan wajah.  Jika mengalami gejala tersebut, ibu hamil disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Pemeriksaan rutin selama kehamilan menjadi penting untuk memantau kondisi ini sejak dini.

Baca juga: Penyebab Baby Brain, ketika Ibu Hamil Jadi Lambat Berpikir

Apakah pregnancy nose bisa kembali normal?

Kabar baiknya, pregnancy nose umumnya bersifat sementara. Setelah melahirkan, tubuh akan perlahan kembali ke kondisi semula, termasuk perubahan pada hidung.

“Dalam sebagian besar kasus, pregnancy nose akan kembali normal sekitar enam minggu setelah melahirkan,” ujar Madden.

Namun, waktu pemulihan bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung kondisi tubuh masing-masing.

Selain itu, faktor seperti kualitas tidur, stres, dan perawatan diri juga dapat memengaruhi seberapa cepat tubuh pulih setelah persalinan.

Baca juga: 9 Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil sejak Trimester Pertama

Tag:  #hidung #bengkak #saat #hamil #normal #atau #perlu #diwaspadai

KOMENTAR