Perceraian Bukan Akhir Peran Ayah untuk Anak, Ini yang Perlu Dipahami
Perceraian sering kali dipahami sebagai akhir dari sebuah hubungan antara suami dan istri. Namun, bagi anak, perpisahan orangtua tidak serta-merta menghapus peran ayah dalam kehidupannya.
Fenomena ini menjadi sorotan, termasuk di Surabaya, di mana masih ada ribuan ayah yang belum menunaikan kewajiban nafkah anak pasca perceraian, seperti data yang dari Pengadilan Agama Surabaya di tahun 2026 ini.
Padahal, dalam perspektif hukum dan psikologi, peran ayah tetap berlangsung, bahkan setelah hubungan pernikahan berakhir.
Peran Ayah Tidak Berhenti Setelah Perceraian
Dalam aturan hukum di Indonesia, kewajiban orangtua terhadap anak tetap melekat meski telah bercerai.
Melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, ditegaskan bahwa orangtua, khususnya ayah, tetap bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pendidikan anak sesuai dengan kemampuannya.
Artinya, perceraian hanya mengakhiri hubungan suami dan istri, bukan hubungan antara orangtua dan anak. Peran sebagai ayah tetap berjalan seiring dengan tumbuh kembang anak, baik secara finansial maupun emosional.
Baca juga: Istri Bekerja atau IRT, Nafkah Tetap Kewajiban Suami
Mengapa Peran Ayah Bisa “Terasa Hilang”?
Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi., menjelaskan bahwa dalam praktiknya, tidak sedikit ayah yang secara perlahan menjauh setelah perceraian.
Hal ini sering kali dipengaruhi oleh faktor psikologis, seperti luka emosional, konflik dengan mantan pasangan, hingga rasa gagal dalam menjalani pernikahan.
“Dalam beberapa kasus, ayah bisa menarik diri sebagai bentuk coping yang maladaptif. Mereka tidak hanya menjauh dari mantan pasangan, tetapi juga dari anak,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.
Selain itu, cara pandang terhadap peran ayah juga berperan.
Banyak laki-laki dibesarkan dengan pemahaman bahwa peran utama mereka adalah sebagai pencari nafkah dalam keluarga yang utuh.
Ketika struktur keluarga berubah, sebagian ayah mengalami kebingungan identitas, sehingga tidak lagi melihat dirinya memiliki peran yang sama.
Baca juga: Tekanan Jadi Pencari Nafkah Utama, Sumber Stres Laki-laki di Indonesia Menurut Psikolog
Kesalahan kecil saat mengantar anak ke sekolah membuka kenyataan pahit tentang gangguan penglihatan yang dialami seorang ayah.
Kehadiran Ayah Lebih dari Sekadar Nafkah
Padahal, peran ayah tidak terbatas pada aspek finansial. Anak juga membutuhkan kehadiran emosional, perhatian, dan keterlibatan dalam proses tumbuh kembangnya.
Ketidakhadiran ayah, baik secara finansial maupun emosional, dapat berdampak pada kondisi psikologis anak. Mulai dari rasa tidak aman, rendah diri, hingga kesulitan dalam membangun hubungan di masa depan.
“Anak tetap membutuhkan figur ayah sebagai bagian dari pembentukan identitas dan rasa aman. Ini tidak tergantikan hanya dengan pemenuhan kebutuhan materi,” jelas Meity.
Baca juga: Tekanan Jadi Pencari Nafkah Utama, Sumber Stres Laki-laki di Indonesia Menurut Psikolog
Perlu Kesadaran dan Komitmen Jangka Panjang
Untuk itu, penting bagi ayah untuk memahami bahwa peran mereka tidak berhenti setelah perceraian.
Dibutuhkan kesadaran bahwa tanggung jawab terhadap anak adalah komitmen jangka panjang yang tidak bergantung pada status pernikahan.
Pendekatan yang dilakukan juga tidak bisa hanya mengandalkan sanksi atau tekanan. Perlu adanya edukasi, dukungan sosial, serta upaya membangun kembali keterikatan emosional antara ayah dan anak.
Selain itu, lingkungan juga memiliki peran dalam membentuk pemahaman bahwa menjadi orangtua adalah tanggung jawab seumur hidup.
Baca juga: Tren Rp 10.000 di Tangan Istri yang Tepat, Bagaimana Cara Kelola Nafkah Keluarga?
Menjaga Peran, Meski Hubungan Berakhir
Perceraian memang mengubah banyak hal, tetapi tidak seharusnya menghilangkan peran ayah dalam kehidupan anak.
Justru, dalam kondisi ini, kehadiran ayah menjadi semakin penting untuk menjaga keseimbangan emosional dan perkembangan anak.
Dengan kesadaran, komitmen, dan dukungan yang tepat, peran ayah tetap dapat dijalankan secara optimal, meski hubungan dengan pasangan telah berakhir.
Tag: #perceraian #bukan #akhir #peran #ayah #untuk #anak #yang #perlu #dipahami