Di Tengah Krisis Ikim, Mahasiswa Engineering Didorong Hadirkan Solusi Lingkungan Berkelanjutan
Ilustrasi Mahasiswa (pexels.com/Andrea Piacquadio)
18:07
13 Mei 2026

Di Tengah Krisis Ikim, Mahasiswa Engineering Didorong Hadirkan Solusi Lingkungan Berkelanjutan

Perkembangan teknologi dan perubahan global yang semakin cepat dinilai menghadirkan tantangan baru di berbagai sektor. Mulai dari krisis lingkungan, transisi energi, hingga perkembangan artificial intelligence dan Industry 5.0 kini menjadi isu yang perlu direspons melalui inovasi dan kolaborasi lintas bidang.

Di tengah kondisi tersebut, mahasiswa dinilai memiliki peran penting sebagai katalis perubahan dan penggerak inovasi. Peran itu mengemuka dalam BINUS Engineering Week 2026 yang digelar BINUS University di BINUS Kemanggisan.

Kegiatan bertema “Sustainable Engineering in Creating Global Impact and Competitiveness” itu mempertemukan akademisi, peneliti, industri, hingga mahasiswa untuk membahas tantangan pembangunan berkelanjutan dan perkembangan teknologi masa depan.

Rektor BINUS University, Nelly, mengatakan engineering saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sistem atau teknologi semata.

Menurutnya, dunia engineering juga memiliki tanggung jawab dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Engineering is not only about building systems, but also about building a sustainable future,” ujarnya dalam pembukaan acara.

Dalam forum tersebut, mahasiswa dari berbagai bidang seperti Architecture, Civil Engineering, Food Technology, Biotechnology, Computer Engineering, dan Industrial Engineering menampilkan sejumlah inovasi yang berfokus pada solusi teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Beberapa karya yang dipamerkan menyoroti pengembangan teknologi hijau, efisiensi industri, hingga sistem digital yang mendukung transformasi teknologi. Inovasi tersebut dinilai menunjukkan bahwa mahasiswa tidak lagi hanya menjadi peserta pendidikan, tetapi juga mulai terlibat dalam pencarian solusi atas persoalan sosial dan lingkungan.

Selain memamerkan karya mahasiswa, kegiatan itu juga menghadirkan diskusi mengenai pentingnya hubungan antara dunia pendidikan dan industri. Kolaborasi dinilai menjadi salah satu cara untuk memastikan riset dan inovasi yang lahir di kampus dapat diterapkan secara nyata.

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong perubahan. Tidak hanya melalui kemampuan teknis, tetapi juga melalui gagasan yang lebih adaptif terhadap tantangan global.

Editor: Bimo Aria Fundrika

Tag:  #tengah #krisis #ikim #mahasiswa #engineering #didorong #hadirkan #solusi #lingkungan #berkelanjutan

KOMENTAR