5 Penyebab Kulit Gatal di Malam Hari, Bukan Hanya Sprei
- Rasa gatal pada kulit bisa muncul kapan saja, tetapi banyak orang merasakan keluhan ini justru semakin intens saat malam hari, terutama ketika hendak tidur. Kondisi ini sering kali membuat kualitas istirahat terganggu.
Meski banyak yang mengira penyebabnya hanya sprei atau tempat tidur yang kotor, faktanya ada sejumlah faktor lain yang turut berperan.
Para ahli dermatologi menyebutkan bahwa gatal di malam hari berkaitan dengan kondisi tubuh, lingkungan, hingga kebiasaan sehari-hari. Ini beberapa penyebab kulit gatal saat malam hari yang perlu diketahui.
Baca juga: Penyebab Kulit Siku Kering dan Gatal, serta Cara Mengatasinya
1. Kondisi kulit yang sudah ada bisa memburuk di malam hari
Salah satu penyebab utama kulit gatal saat malam adalah masalah kulit yang sudah ada sebelumnya, seperti eksim, psoriasis, atau kulit kering.
Dokter kulit Supriya Rastogi menjelaskan, kondisi ini cenderung memburuk pada malam hari karena kulit kehilangan kelembapan secara alami saat tidur.
“Kondisi seperti eksim dan psoriasis sering memburuk di malam hari ketika kulit secara alami kehilangan kelembapan,” jelasnya, seperti dilansir PopSugar, Kamis (23/4/2026).
Hal ini berarti kulit menjadi lebih kering di malam hari, sehingga memicu rasa gatal yang lebih intens. Bahkan, kulit kering biasa pun dapat menyebabkan sensasi gatal jika tidak dirawat dengan baik.
Baca juga: Diet untuk Penderita Eksim, Makanan yang Dianjurkan dan Dihindari
2. Suhu tubuh yang meningkat
Suhu tubuh juga berperan penting dalam memicu rasa gatal. Saat tubuh terasa panas, saraf yang sensitif terhadap suhu menjadi lebih aktif dan memperkuat sensasi gatal.
“Sensasi gatal sebagian besar ditransmisikan oleh serabut saraf yang sensitif terhadap suhu. Peningkatan suhu akan menurunkan ambang rangsang reseptor gatal,” tutur dokter kulit Quynh-Giao Sartor.
Semakin hangat suhu tubuh atau lingkungan, semakin mudah seseorang merasakan gatal. Hal ini sering terjadi ketika seseorang menggunakan selimut tebal atau tidur di ruangan yang panas.
Baca juga: Suhu Kamar 24 Derajat Celsius Paling Cocok untuk Lansia
Ilustrasi keringat berlebihan di malam hari, penyebab keringat berlebihan di malam hari, cara mengatasi keringat berlebihan di malam hari.
3. Sprei dan pakaian tidur memicu iritasi
Meski bukan satu-satunya penyebab, sprei dan pakaian tidur tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Bahan tertentu seperti wol atau fleece dapat memicu iritasi pada kulit.
Menurut Rastogi, bahan-bahan tersebut tidak hanya terasa kasar, tetapi juga dapat meningkatkan suhu kulit, sehingga memperburuk rasa gatal.
Selain itu, sprei yang jarang diganti bisa menjadi tempat berkumpulnya debu, keringat, dan bakteri yang turut memicu iritasi kulit. Oleh karena itu, menjaga kebersihan tempat tidur tetap penting untuk mencegah gatal.
Baca juga: 12 Rekomendasi Kado Pernikahan Selain Sprei, Bermanfaat dan Berkesan
4. Makanan dan minuman sebelum tidur
Kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman tertentu sebelum tidur juga dapat memicu rasa gatal di malam hari.
Rastogi menyebutkan, konsumsi kafein, alkohol, atau makanan pedas dapat meningkatkan aliran darah ke kulit, yang membuat kulit terasa lebih hangat dan rentan gatal.
Ia menyebutkan, kondisi ini bisa memperburuk sensasi gatal, terutama jika dilakukan secara rutin sebelum tidur.
5. Perubahan lingkungan
Faktor lingkungan juga turut berpengaruh terhadap munculnya gatal di malam hari. Udara yang lebih kering, terutama di ruangan ber-AC atau saat cuaca dingin, dapat mengurangi kelembapan kulit.
“Perubahan lingkungan seperti kelembapan yang rendah dan udara kering dalam ruangan dapat membuat kulit kehilangan kelembapan dan terasa lebih gatal di malam hari,” ungkap dokter kulit Brendan Camp.
Kondisi ini membuat kulit lebih rentan iritasi dan memperparah rasa gatal, terutama jika tidak diimbangi dengan perawatan kulit yang tepat.
Baca juga: Awas, Cuaca Panas Terik Jabodetabek Bisa Bikin Rambut Cepat Beruban
6. Pikiran lebih fokus pada rasa gatal di malam hari
Selain faktor fisik, aspek psikologis juga memengaruhi. Pada malam hari, ketika aktivitas berkurang dan tubuh mulai rileks, perhatian seseorang cenderung lebih fokus pada sensasi yang dirasakan tubuh, termasuk rasa gatal.
Hal ini membuat gatal terasa lebih intens dibandingkan siang hari, meskipun sebenarnya tingkat keparahannya mungkin tidak berubah.
Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa mengambil langkah yang tepat untuk mengurangi keluhan ini, mulai dari menjaga kelembapan kulit hingga menghindari pemicu tertentu sebelum tidur.
Jika rasa gatal terus berlanjut atau semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca juga: 3 Masker Rambut Alami untuk Ketombe dan Kepala Gatal
Tag: #penyebab #kulit #gatal #malam #hari #bukan #hanya #sprei