Bahaya Deksametason di Skincare Abal-abal, Picu Kerusakan Ginjal
Ilustrasi produk kosmetik. Kaleidoskop kecantikan 2025 menunjukkan arah baru riasan yang lebih ringan, perawatan kulit yang lebih sadar, dan standar cantik yang semakin realistis.(Freepik/Freepik)
14:35
11 Mei 2026

Bahaya Deksametason di Skincare Abal-abal, Picu Kerusakan Ginjal

- Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) kembali mengambil langkah tegas dengan menarik 11 produk kecantikan dari peredaran pada awal Mei 2026.

Penarikan ini dilakukan setelah serangkaian uji laboratorium membuktikan bahwa belasan produk tersebut gagal memenuhi standar keamanan akibat adanya temuan kandungan bahan kimia terlarang, salah satunya adalah obat keras deksametason.

Kandungan obat penekan imun ini kerap disisipkan secara ilegal oleh produsen kosmetik karena kemampuannya dalam menghilangkan peradangan dan kemerahan secara instan.

Baca juga: 11 Kosmetik Berbahaya Temuan BPOM 2026, Mengandung Hidrokuinon hingga Merkuri yang Bisa Merusak Ginjal

Efek ini membuat kulit wajah seolah-olah terlihat mulus, cerah bercahaya, serta bebas dari jerawat membandel dalam waktu yang sangat singkat.

Padahal, pengolesan senyawa steroid dosis tinggi pada wajah secara rutin justru memicu risiko kesehatan bagi organ tubuh secara keseluruhan.

"Produk kosmetik yang beredar wajib memenuhi standar keamanan, kemanfaatan, dan mutu. Tidak ada toleransi bagi penggunaan bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar, mengutip Kompas.com, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Waspada! Ini Kandungan Kosmetik Berbahaya yang Dilarang BPOM

Risiko akibat penyalahgunaan deksametason dalam skincare

Kerusakan lapisan epidermis

Studi mengungkap, deksametason terbukti sangat berbahaya jika diolah dan dijadikan campuran kosmetik harian tanpa takaran medis yang jelas.

Pengolesan senyawa obat keras ini secara terus-menerus ke area wajah memicu iritasi akut dan perubahan warna pigmen kulit secara permanen.

Lebih lanjut, senyawa steroid sintetis tersebut bekerja secara lambat dengan mengganggu stabilitas perlindungan pada jaringan terluar epidermis.

Proses interaksi kimiawi ini pada akhirnya secara perlahan menghancurkan fungsi mekanisme perlindungan alami kulit wajah, dan mematikan sistem sel-sel pembentuknya.

Baca juga: Waspada Dampak Sampah Kosmetik terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Penipisan kulit

Studi selanjutnya adalah "Misuse of topical corticosteroids: A clinical study of adverse effects" yang diterbitkan di Indian Dermatology Online Journal (2014).

Studi menunjukkan, pengaplikasian krim wajah mengandung steroid seperti deksametason terbukti secara medis menyebabkan penipisan lapisan kulit luar atau atrofi secara drastis.

Kondisi penipisan kulit yang ekstrem ini kemudian memicu jaringan kapiler pembuluh darah di bawahnya ikut melebar secara permanen. Fenomena ini membuat wajah pengguna dipenuhi oleh guratan-guratan merah atau kebiruan.

Selain itu, para konsumen produk abal-abal ini juga sangat rentan mengalami kemunculan jerawat steroid yang tumbuh mengelompok padat dan meradang hebat.

Baca juga: Waspada Bahaya Merkuri di Skincare, Bisa Picu Kerusakan Otak

Ancaman sindrom ketergantungan

Penyalahgunaan zat steroid topikal di dunia kecantikan telah menjadi masalah kesehatan luas yang sering menjebak jutaan korbannya dalam siklus pemakaian yang ketergantungan.

Studi berjudul "The Hidden Epidemic of Topical Steroid Use: Prevalence and Impact Among Jordan’s General Population" di jurnal Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology (2025), secara khusus menyoroti tingginya persentase angka pengguna awam yang menderita ketergantungan akut pada kosmetik berbahaya ini.

Ketika pengguna akhirnya menyadari bahaya produk dan mencoba menghentikan pemakaian krim secara mendadak, kulit wajah tidak bisa lagi beradaptasi dan akan langsung memberikan reaksi penolakan.

Reaksi ini umumnya berupa kemerahan parah di sekujur wajah, pembengkakan jaringan lunak, hingga munculnya sensasi terbakar yang amat menyakitkan.

Baca juga: 7 Kandungan Skincare untuk Samarkan Kerutan di Wajah, Apa Saja?

Gangguan hormon tiroid hingga kerusakan hati dan ginjal

Bahaya deksametason tidak berhenti sekadar pada kerusakan area wajah, tetapi juga menghancurkan berbagai fungsi organ vital di dalam tubuh manusia.

Studi "Misuse of dexamethasone for cosmetic purposes boosts hyperthyroidism and hepatotoxicity in albino rats" yang dirilis dalam Integrated Health Research Journal (2024) menemukan, partikel senyawa obat ini bisa meresap jauh menembus pori-pori dan langsung ke dalam sistem sirkulasi darah.

Penumpukan zat steroid memicu hipertiroidisme, yaitu kondisi klinis yang mana kelenjar tiroid dipaksa bekerja terlampau keras mengatur hormon.

Penyerapan toksin ini juga memicu hepatotoksisitas yang bertugas menghancurkan sel hati dari dalam. Pada tahapan akumulasi residu kimia yang kronis, beban kerja sistem ekskresi akan kewalahan sehingga berisiko merusak keseluruhan susunan jaringan ginjal secara permanen.

Baca juga: KPAI Ingatkan Bahaya Minuman Manis Kemasan, Anak Terancam Diabetes hingga Gagal Ginjal

Tag:  #bahaya #deksametason #skincare #abal #abal #picu #kerusakan #ginjal

KOMENTAR