Sering Cemas soal Pekerjaan? Psikolog Bagikan Cara Mengatasinya
Ilustrasi Gen Z di tempat kerja(Dok. Freepik/jcomp)
15:10
11 Mei 2026

Sering Cemas soal Pekerjaan? Psikolog Bagikan Cara Mengatasinya

  Kecemasan dalam dunia kerja menjadi hal yang semakin sering dialami banyak orang, terutama di tengah situasi ekonomi dan perubahan lingkungan kerja yang serba cepat.

Mulai dari kekhawatiran soal keamanan posisi kerja, tekanan target, hingga rasa takut melakukan kesalahan dapat memicu beban mental yang tidak sedikit.

Psikolog Klinis dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam, Kalimantan Timur, Raden Roro Rani Meita Pratiwi mengatakan, kecemasan di tempat kerja perlu dikelola dengan tepat agar tidak mengganggu produktivitas maupun kesehatan mental.

“Kecemasan sering muncul karena adanya ketidakpastian, seperti kekhawatiran apakah posisi pekerjaan saat ini aman, adanya perubahan kebijakan, hingga tekanan ekonomi,” ujar Rani dikutip dari ANTARA, Senin (11/5/2026).

Selain itu, rutinitas pekerjaan yang repetitif, kurangnya apresiasi, hingga masalah pribadi yang terbawa ke lingkungan kerja juga dapat menjadi pemicu munculnya rasa cemas.

Tanda Kecemasan Mulai Mengganggu

Rani menjelaskan, kecemasan yang terus dibiarkan dapat berkembang menjadi keletihan mental. Kondisi ini sering kali tidak disadari karena dianggap hanya sebagai rasa lelah biasa.

Namun, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, seperti mudah lelah, kehilangan fokus saat bekerja, merasa jenuh berkepanjangan, hingga menjadi lebih sensitif ketika berinteraksi dengan rekan kerja.

Menurut dia, perubahan emosi seperti mudah tersinggung dapat menjadi sinyal bahwa seseorang sedang mengalami tekanan mental yang cukup berat.

“Gejala seperti menjadi sensitif atau mudah tersinggung saat berinteraksi dengan rekan kerja merupakan tanda seseorang sedang mengarah pada kondisi keletihan mental,” katanya.

Baca juga: Perbedaan Lelah Biasa dan Burnout Menurut Psikolog, Pernah Mengalami?

Kecemasan Berbeda dengan Stres

Rani menuturkan, banyak orang masih menganggap kecemasan dan stres sebagai kondisi yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan.

Stres biasanya muncul karena tekanan yang sumbernya jelas, misalnya deadline pekerjaan atau konflik tertentu. Setelah masalah selesai, stres umumnya ikut mereda.

Sementara itu, kecemasan lebih berkaitan dengan pikiran mengenai kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi di masa depan.

Akibatnya, seseorang bisa terus merasa gelisah meski situasi sebenarnya belum tentu seburuk yang dibayangkan.

Menurutnya, kecemasan merupakan reaksi emosional terhadap skenario buruk yang dipikirkan terus-menerus.

Cara Mengatasi Kecemasan di Tempat Kerja

Untuk mengurangi kecemasan, Rani menyarankan pekerja tidak memaksakan diri menyelesaikan semua persoalan sekaligus.

Fokus pada tugas yang sedang dikerjakan dinilai dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang.

Ketika rasa panik mulai muncul, seseorang juga disarankan untuk memperlambat gerakan tubuh dan mengatur napas secara perlahan.

Cara sederhana ini dapat membantu menurunkan detak jantung dan mengurangi ketegangan fisik.

Selain itu, penting untuk melatih kesadaran agar tetap fokus pada kondisi saat ini, bukan terus-menerus memikirkan hal yang belum pasti.

Ia menyebut, cemas berlebihan terhadap hal yang belum pasti hanya akan merenggut kebahagiaan.

Ia juga menyarankan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki, untuk membantu tubuh menghasilkan hormon yang dapat memperbaiki suasana hati.

Baca juga: Tips bagi Ibu Bekerja WFH agar Tidak Cepat Burnout

Gen Z sering dibilang gampang burnout, tapi ternyata Gen Milenial pun juga pernah merasa lelah mental di usia muda, bedanya dulu mereka jarang bercerita.
freepik Gen Z sering dibilang gampang burnout, tapi ternyata Gen Milenial pun juga pernah merasa lelah mental di usia muda, bedanya dulu mereka jarang bercerita.

Berani Berkembang dan Menerima Masukan

Dalam lingkungan kerja, Rani menilai kemampuan menerima masukan juga penting untuk menjaga kesehatan mental.

Alih-alih terus merasa bersalah atas kesalahan yang terjadi, pekerja sebaiknya fokus melakukan perbaikan.

"Kesadaran untuk hadir di masa kini sangat penting karena cemas berlebihan terhadap hal yang belum pasti hanya akan merenggut kebahagiaan," katanya.

Menurut dia, ketahanan mental tidak berarti harus selalu kuat, tetapi kemampuan untuk terus bertahan dan berkembang di tengah situasi yang tidak pasti.

Karena itu, menjaga kesehatan mental di tempat kerja perlu dilakukan secara bertahap, mulai dari mengenali emosi diri sendiri, mengatur beban pikiran, hingga memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat.

Tag:  #sering #cemas #soal #pekerjaan #psikolog #bagikan #cara #mengatasinya

KOMENTAR