Seberapa Sering Facial Boleh Dilakukan?
- Perawatan facial atau rawat wajah selalu menjadi pilihan utama untuk mengangkat sel-sel kulit mati sehingga memberi tampilan menyegarkan dan membuat kulit tampak bercahaya.
Sensasi segar setelah keluar dari ruang perawatan dokter kulit atau ahli kecantikan tentu sangat menyenangkan. Namun, seberapa sering seseorang boleh melakukan facial?
Memahami perawatan facial wajah
Facial adalah prosedur non-bedah untuk memperbaiki kulit yang biasanya dilakukan oleh ahli estetika atau dokter kulit.
"Facial dapat disesuaikan dan disesuaikan dengan jenis kulit dan masalah setiap individu," tutur dokter kulit dan ahli bedah di Mohs, New York, AS, Anetta Reszko, melansir Byrdie, Rabu (27/5/2026).
Baca juga: Ice Facial Viral di Media Sosial, Ini Manfaat dan Cara Aman Melakukannya
Sebab, proses ini mencakup pembersihan, eksfoliasi, ekstraksi, hidrasi, hingga pijatan, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis kulit. Tujuannya untuk membersihkan pori-pori tersumbat, meratakan warna, memperbaiki tekstur, dan membuat kulit lebih bersinar.
Ada banyak variasi facial, mulai dari yang standar dengan uap untuk melunakkan kulit, hingga pembersihan mendalam untuk mengangkat kotoran, minyak, dan sel kulit mati.
Ada pula facial khusus remaja yang fokus pada jerawat, serta perawatan antipenuaan untuk menambah kelembapan dan keremajaan.
Perawatan tambahan seperti dermaplaning, terapi lampu LED, pengelupasan kimia (eksfoliasi), mikrodermabrasi, hingga perangkat frekuensi radio sering kali digabungkan untuk hasil optimal.
"Rekomendasi yang dipersonalisasi memastikan bahwa tambahan yang dipilih meningkatkan manfaat keseluruhan dari facial, mengatasi masalah spesifik seperti hiperpigmentasi, garis-garis halus, atau jerawat," jelas dokter kulit di New York, AS, dan pendiri Skincare Junkie, Blair Murphy-Rose.
Baca juga: Mengenal Perawatan Pengencangan Kulit Favorit Kim Kardashian
Deretan manfaat facial
Facial tidak hanya untuk wajah, tapi juga tubuh. Facial yang tepat dapat mengatasi penyumbatan, mencegah hiperpigmentasi, serta menunda penuaan.
Ilustrasi facial
"Facial juga meningkatkan sirkulasi darah, memperlambat proses penuaan, dan memungkinkan produk perawatan kulit menembus kulit dengan lebih baik dan lebih efektif. Facial rutin juga merupakan bentuk perawatan diri dan relaksasi yang luar biasa" ungkap dr. Reszko.
Meski efeknya sering kali langsung terlihat seperti kulit yang lebih kenyal dan bercahaya, dr. Murphy-Rose menuturkan, beberapa facial memberikan manfaat yang tidak sepenuhnya terlihat sampai satu minggu atau lebih setelah perawatan.
Baca juga: Eksfoliasi Berlebihan Justru Bisa Merusak Kulit Wajah, Pahami Cara Mengatasinya
Jadwal ideal melakukan facial
Para ahli menyebut siklus regenerasi sel kulit memakan waktu sekitar empat minggu. Karena itu, jadwal ideal untuk melakukan facial adalah setiap empat hingga enam minggu. Mlakukannya lebih cepat dari itu berisiko memicu iritasi dan merusak pelindung kulit (skin barrier).
Namun, untuk facial khusus jerawat, dokter mungkin menyarankannya setiap empat minggu. Sementara facial hidrasi bisa sebulan sekali, dan yang menggunakan bahan eksfoliasi sebaiknya dijeda dua hingga tiga bulan.
"Cara terbaik untuk menentukan facial apa yang tepat untukmu adalah dengan meminta dokter kulit atau ahli kecantikan menentukan jenis terbaik yang disesuaikan dengan jenis dan masalah kulitmu," ucap dr. Reszko.
Baca juga: Penyebab Kulit Dahi Lebih Gelap dari Wajah dan Cara Mengatasinya
Persiapan dan perawatan setelah facial
Sebelum melakukan facial, hentikan penggunaan eksfoliasi, retinol, atau retinoid setidaknya seminggu sebelumnya. Pastikan juga wajah bersih dari riasan dan perbanyak minum air putih, dan hindari paparan sinar matahari berlebihan.
Setelah facial, hindari menyentuh wajah, berkeringat berlebih, atau paparan panas ekstrem. Bebaskan wajah dari riasan selama 24 jam agar produk perawatan meresap sempurna.
"Setelah sebagian besar facial, kamu bisa melewatkan mencuci muka malam itu," saran dr. Murphy-Rose.
Cukup gunakan pelembap dan tabir surya di pagi hari, serta hindari bahan aktif kecuali dianjurkan dokter.
"Ada beberapa perawatan di rumah yang dapat kamu gabungkan setelah facial, seperti sikat pembersih, masker LED, dan bahkan alat pengencang kulit yang dapat membantu membentuk, mengangkat, dan mengencangkan kulit, menciptakan penampilan awet muda," pungkas dr. Reszko.
Baca juga: Tren Kecantikan Viral Belum Tentu Aman