Prabowo Perintahkan BGN Tertibkan SPPG yang Tak Taat Prosedur
Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Presiden menyampaikan bahwa rapat ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan yang telah berjalan lebih dari satu tahun serta guna mengingatkan para pejabat mengenai berbagai ancaman global yang berpotensi memengaruhi Indonesia di antaranya krisis pangan, krisis energi, dan
09:14
9 April 2026

Prabowo Perintahkan BGN Tertibkan SPPG yang Tak Taat Prosedur

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menertibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak sesuai petunjuk teknis maupun standar operasional prosedur.

"Presiden memerintahkan agar dapur-dapur yang jelek atau tidak mengikuti juknis ditertibkan," kata Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik usai menghadiri rapat kerja pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026), dikutip dari Antara.

Nanik pun melaporkan ke Prabowo bahwa BGN terus menutup sementara SPPG yang tidak sesuai juknis, menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), termasuk jika ada mitra yang menaikkan harga bahan baku serta memonopoli pemasok demi keuntungan pribadi.

Baca juga: Motor Listrik MBG Masih Lebih Mahal Dibanding Huntara Sumatera

Ia melanjutkan, Prabowo juga mengingstruksikan agar pemberian MBG diarahkan ke para penerima manfaat yang memang harus diperbaiki gizinya, bukan yang dari kalangan mampu.

"Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya," kata Nanik.

Untuk itu, BGN akan membentuk tim untuk menyisir penerima MBG agar tepat sasaran, sehingga distribusinya benar-benar memberikan manfaat dan tidak sia-sia.

Prabowo juga menekankan agar pelaksanaan MBG tidak dilakukan secara memaksa, khususnya bagi kelompok masyarakat mampu maupun sekolah yang menyatakan tidak membutuhkan program tersebut.

Baca juga: Mencicipi Sarapan “MBG” Rp 12.000 di Tebet, Warga Bisa Titip Jualan

"Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi," ucap Nanik.

Menurut dia, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci agar program ini benar-benar efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.

"Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal," ujar Nanik.

Tag:  #prabowo #perintahkan #tertibkan #sppg #yang #taat #prosedur

KOMENTAR