Anggota DPR Minta Pemerintah Jaga Stok dan Eskalasi Harga Pangan Nasional
- Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Golkar Eko Wahyudi meminta pemerintah untuk terus menjaga stok dan eskalasi harga pangan nasional.
Ini mengingat dinamika global dan perubahan iklim memungkinkan bisa mengganggu rantai pasok dan biaya produksi dalam negeri.
Dia menyebut, harga pangan global pada Maret 2026 naik 2,4 persen, dibanding bulan sebelumnya.
Kenaikan global didorong oleh melonjaknya biaya energi akibat konflik di timur tengah.
"Kondisi ini dapat berdampak langsung pada biaya produksi barang tertentu bila pemerintah lambat mengantisipasi eskalasi harga," ujar Eko dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026) malam.
Baca juga: Soal Kenaikan Harga Plastik, Menko Pangan Zulhas: Sedang Kita Atasi
Eko pun memuji pemerintah yang berhasil menjaga stok pangan nasional, khususnya beras.
Menurutnya, stok beras di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan selama 11 bulan ke depan.
"Sesuai dengan program strategis Presiden Prabowo, Kementerian Pertanian, dan para petani Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras, ini merupakan capaian yang sangat luar biasa dan bersejarah, padahal kita tahu bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja, di tengah konflik timur tengah yang bahkan semakin tak terarah," jelasnya.
Baca juga: Korupsi RPU Kutim: Kadis Ketahanan Pangan Diduga Jadi Otak Kejahatan
Lalu, Eko meminta pemerintah mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi akan lebih panjang dari tahun sebelumnya, melalui pemetaan dan mitigasi lintas sektor pada daerah dan wilayah terdampak kekeringan.
Menurutnya, diperlukan dukungan alat dan infrastruktur, mulai dari program optimalisasi pengairan irigasi, rehabilitasi irigasi, embung, pemanfaatan air dangkal, air sumur dalam, air sumur dangkal, pompanisasi perpipaan, dan mengatur pola tanam dengan varietas tahan kekeringan.
Baca juga: Lumbung Pangan Nasional Terancam El Nino Godzilla, Pemprov Lampung Siagakan Ribuan Pompa Air
Eko juga berharap, agar pemerintah intens memantau harga pangan, sehingga lonjakan harga bisa diintervensi melalui kebijakan dan program pemerintah.
Dia mencontohkan, telur sempat mengalami penurunan harga. Padahal, harga pakan terus naik, sehingga merugikan peternak.
"Untuk menyiasati kerugian peternak ayam petelur akibat harga pakan yang tinggi dan harga jual rendah, maka BGN dapat memerintah SPPG sebagai unit pelaksana program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyerap produksi telur guna menstabilkan harga dan menguntungkan peternak setempat," imbuh Eko.
Tag: #anggota #minta #pemerintah #jaga #stok #eskalasi #harga #pangan #nasional