Mengingat Kembali Tragedi Adu Banteng KRL di Depok 1993
Petugas berusaha memindahkan gerbong kereta yang hancur akibat KRL Commuter Line ditabrak oleh kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).(KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
14:14
28 April 2026

Mengingat Kembali Tragedi Adu Banteng KRL di Depok 1993

Peristiwa tabrakan Kereta Api Argo Bromo dengan KRL Commuter Jabodetak di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) menggegerkan dunia perkeretaapian Indonesia.

Data terkini, setidaknya ada 14 orang dilaporkan meninggal dunia, dan 50 orang luka-luka.

Beragam tangkapan video dan gambar beredar di sosial media, memperlihatkan lokomotif Argo Bromo masuk ke dalam gerbong paling belakang KRL Commuter yang juga dikenal sebagai gerbang khusus perempuan.

Baca juga: Jenguk Anak Sakit Berujung Maut, Nuryati Tewas dalam Tabrakan KA Argo Bromo-KRL

Ringsek, hancur, gambaran gerbong KRL bak kaleng kerupuk yang digenjet oleh beban berat.

Peristiwa yang hampir sama, adu banteng antar kereta yang melibatkan KRL Commuter pernah terjadi 33 tahun silam, di Depok, Jawa Barat.

Berdasarkan arsip Kompas yang diunggah lewat sosial media KompasData, peristiwa nahas adu banteng antar KRL itu terjadi pada Selasa pagi (2/11/1993).

Baca juga: 4 dari 14 Korban Tewas KRL–KA di Bekasi Warga Jakarta

Dua rangkaian KRL melaju di satu rel dengan arah yang berbeda, dengan kecepatan masing-masing kira-kira 60 kilometer per jam saling tubruk.

Kedua KRL yang bertabrakan masing-masing KRL berwarna metalik (No 531) datang dari arah Bogor menuju Jakarta, sedang KA lainnya berwarna merah-biru (No 520) datang dari arah Jakarta menuju Bogor. Masing-masing KRL ini membawa 8 gerbong.

Peristiwa ini terjadi di Desa Ratujaya, Depok, sekitar 4 kilometer arah utara Stasiun Citayam.

Saling tubruk KRL ini meluluhlantakkan delapan rangkaian gerbong.

Baca juga: 10 Jam Terjebak di Gerbong Hancur, Kisah Endang Selamat dari Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi

Gerbong paling depan KRL 520 hingga terlipat ke atas saking kerasnya tabrakan tersebut.

Tercatat 20 orang meninggal dunia dan lebih dari 150 orang luka-luka berat dan ringan dalam peristiwa tersebut.

Tag:  #mengingat #kembali #tragedi #banteng #depok #1993

KOMENTAR