Apa Hasil Laporan Mensos Gus Ipul ke KPK Terkait Anggaran Sepatu Rp 27 Miliar?
Menteri Sosial RI (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul merespons salam dari eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (8/5/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI )
07:26
9 Mei 2026

Apa Hasil Laporan Mensos Gus Ipul ke KPK Terkait Anggaran Sepatu Rp 27 Miliar?

Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul telah menyampaikan pengadaan sepatu untuk siswa di Sekolah Rakyat yang sempat menjadi sorotan publik lantaran menggunakan anggaran Rp 27 miliar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Gus Ipul mengatakan, KPK memberikan banyak masukan dan koreksi terkait pengadaan sepatu tersebut agar menjadi perbaikan bagi Kemensos agar menutup celah korupsi.

“Saya ingin sampaikan dari hasil konsultasi tadi kami mendapatkan banyak masukan, banyak catatan, banyak hal-hal yang harus menjadi koreksi dan perbaikan bagi kami agar pencegahan itu bisa dilaksanakan dengan sungguh-sungguh menutup seluruh celah dan akhirnya proses yang transparan, adil bisa terlaksana,” kata Gus Ipul usai bertemu dengan Pimpinan KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Gus Ipul mengungkapkan beberapa poin yang menjadi kendala dalam pengadaan barang dan jasa di Kemensos.

Baca juga: Bareng di Gedung KPK, Gus Yaqut: Salam Buat Gus Ipul, Gus Ipul: Lho, Ada Dia Tah?

Pertama, Kemensos masih berada di peringkat ke-167 di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) terkait pengadaan barang dan jasa.

Kedua, Kemensos belum memiliki sumber daya manusia (SDM) yang cukup untuk bisa melaksanakan pengadaan barang dan jasa di mana anggarannya akan semakin besar.

Karenanya, dia meminta masukan KPK apakah memungkinkan pihaknya melakukan pengadaan barang dan jasa melalui instansi dan pihak lainnya sesuai dengan aturan perundang-undangan.

“Lewat agen-agen pengadaan yang dimungkinkan oleh undang-undang. Nah ini baru berubah semacam gagasan kami untuk minta nasihat dari KPK lebih lanjut,” ujarnya.

Baca juga: Gus Ipul Akui SDM Kemensos Belum Memadai Lakukan Pengadaan Barang dan Jasa

Ketiga, Gus Ipul bilang, Kemensos akan menunggu hasil kajian Direktorat Monitoring KPK terkait pengadaan barang dan jasa di Kemensos termasuk terkait pengadaan sepatu di Sekolah Rakyat.

“Hasil monitoring yang dilakukan oleh KPK akan kami jadikan pedoman untuk memperbaiki kinerja kami di masa yang akan datang,” ucap dia.

Pengadaan sepatu tahun 2026 belum dilelang

Mensos juga mengungkapkan pengadaan sepatu untuk siswa di Sekolah Rakyat dengan anggaran Rp 27 miliar sudah dilaksanakan pada 2025 yang lalu.

Sedangkan, untuk tahun 2026 belum dilakukan lelang terkait pengadaannya.

“Untuk sepatu lapangan itu memang nilainya sekitar Rp 27 miliar, dan itu sudah dilaksanakan pada tahun 2025, sementara yang 2026 belum dilakukan lelang,” kata dia.

Baca juga: Respons Gus Ipul Saat Tanggapi Salam dari Eks Menag Yaqut: Terima Kasih

Dia juga mengatakan, angka dalam proses pengadaan barang dan jasa tersebut sudah sesuai dengan aturan, bahkan sudah berkonsultasi dengan ahli guna menentukan pagu anggaran.

“Setelah itu baru menjelang lelang nanti ada harga perkiraan sendiri, itu pun juga ada mekanismenya. Setelah itu proses lelang, dan biasanya, ya selalu saya enggak tahu detailnya, biasanya itu harganya lebih murah daripada harga perkiraan sendiri,” ujarnya.

Respons KPK

Wakil Ketua KPK Ibnu Masuki Widodo berharap tidak terjadi penyimpangan dalam program-program yang dilaksanakan Kemensos.

Ibnu mengatakan, KPK terbuka untuk mengawal program tersebut sebagai upaya pencegahan.

Baca juga: Mensos: KPK Banyak Beri Catatan dan Koreksi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat

“Kami tetap terbuka. Yang jelas program ini, kunjungan beliau adalah dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi sehingga diharapkan dalam program-program yang ada tidak terjadi penyelewengan, penyimpangan dan lain-lain,” kata Ibnu.

Secara terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, informasi terkait anggaran pengadaan sepatu untuk siswa di Sekolah Rakyat mencapai Rp 27 miliar menjadi bahan pengayaan dalam kajian yang sedang dilakukan tim KPK.

“KPK juga sudah masuk dalam kerangka pencegahan dengan melakukan kajian terkait dengan program sekolah rakyat sehingga informasi-informasi ini (sepatu siswa) tentu akan menjadi pengayaan bagi tim,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Budi mengatakan, dari informasi tersebut, tim KPK akan melihat proses bisnis dalam pengadaan program tersebut.

Baca juga: KPK: Info Pengadaan Sepatu Rp 27 M di Sekolah Rakyat Jadi Bahan Kajian

Dia mengatakan, jika memang dalam tahapannya ditemukan celah korupsi, kerangka pencegahan yang disiapkan diharapkan bisa memitigasi tindakan tersebut.

“Oleh karena itu, KPK tentunya terbuka dalam kerangka pencegahan untuk bersinergi, berkolaborasi dengan pihak siapapun karena kalau kita bicara pencegahan tentu KPK tidak bisa sendiri, butuh sinergisitas ya dengan para pemangku kepentingan lainnya,” ucap dia.

Tag:  #hasil #laporan #mensos #ipul #terkait #anggaran #sepatu #miliar

KOMENTAR