Menhan: Prajurit TNI Bisa Jadi Imam dan Khatib di Masjid
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin sebut ptajurit TNI bisa menjadi imam masjid dan khatib di masjid-masjid.(DOK. Tim Media Sjafrie Sjamsoeddin )
17:58
19 Mei 2026

Menhan: Prajurit TNI Bisa Jadi Imam dan Khatib di Masjid

- Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyebut prajurit TNI yang tergabung dalam batalyon teritorial pembangunan di setiap kabupaten bisa menjadi masjid dan khatib di masjid-masjid.

Sjafrie menjelaskan, satu batalyon terdiri dari 1.190 prajurit, yang mana mereka berasal dari latar yang berbeda, mulai dari lulusan pesantren hingga rohaniawan non muslim.

"Kemudian penguatan terhadap lingkungan sosial. Di kabupaten, di kampung-kampung, ada masjid, ada gereja, sedikit sekali pura. Tapi prajurit kita yang satu batalyon itu 1190 orang, itu terdiri dari mereka-mereka yang ada yang dari pesantren, dan ada yang mengerti bagaimana rohaniawan non muslim," ujar Sjafrie dalam ruang rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Kenapa Pemerintah Tetap Kirim Pasukan Perdamaian ke Lebanon Usai Peristiwa Gugurnya Prajurit TNI?

Sjafrie menyampaikan, prajurit itu bisa membersamai masyarakat di gereja dan masjid.

Di masjid, kata Sjafrie, prajurit TNI itu bahkan bisa diperbantukan menjadi imam dan khatib.

Adapun tujuannya adalah untuk penguatan terhadap lingkungan sosial di tempat batalyon tersebut ditugaskan.

Baca juga: Indonesia Kirim 744 Prajurit TNI ke Lebanon, Berangkat Mei 2026

"Itu masuk ke gereja bersama-sama dengan masyarakat. Bersama-sama dengan masyarakat ada di masjid. Dia bisa jadi khatib, dia bisa jadi imam di masjid. Inilah yang membuat penguatan terhadap lingkungan sosial. Jadi merasa masyarakat merasa agak hangat dengan keberadaan batalyon teritorial ini," jelasnya.

Sementara itu, untuk kualitas pendidikan yang lebih baik, prajurit TNI juga bisa ikut mengajar anak sekolah di lapangan.

Tag:  #menhan #prajurit #bisa #jadi #imam #khatib #masjid

KOMENTAR