Nadiem Singgung Pengorbanan buat Negara: Hadiahnya Jeruji Besi, Betapa Hancur Hati Saya...
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Makarim.( ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
14:54
2 Juni 2026

Nadiem Singgung Pengorbanan buat Negara: Hadiahnya Jeruji Besi, Betapa Hancur Hati Saya...

- Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengaku hancur menghadapi proses hukum yang menjerat dirinya setelah pengorbanan yang dia lakukan untuk negara. 

Hal itu disampaikan Nadiem saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).

Dalam pleidoinya, Nadiem mengatakan dirinya telah mempertaruhkan kondisi finansial, reputasi, hingga ketenangan keluarga demi mengabdi di pemerintahan.

Namun, ia mengaku justru berakhir di balik proses pidana.

“Hadiah yang saya dapatkan adalah jeruji besi,” kata Nadiem di hadapan majelis hakim.

Baca juga: Nadiem Beri Pesan ke Anak Muda yang Masuk Pemerintahan: Seimbangkan Profesionalisme dan Politik

Nadiem juga menyinggung penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana yang pernah diterimanya dari Presiden atas pengabdiannya selama menjadi menteri.

“Bayangkan betapa hancurnya hati saya,” ujarnya.

Ia mempertanyakan sikap negara terhadap dirinya setelah seluruh pengorbanan yang dilakukan selama menjabat menteri.

“Apakah negara sekejam ini pada abdinya?” tutur Nadiem.

Nadiem menegaskan keputusan dirinya masuk ke pemerintahan merupakan bentuk pengabdian kepada negara, meski sebelumnya telah berada dalam kondisi nyaman sebagai pendiri Gojek.

“Kalau semua orang berprestasi menolak amanah untuk mengabdi karena sudah nyaman, apa jadinya masa depan negara kita?” kata Nadiem.

Baca juga: Singgung Pengabdian di Pemerintahan, Nadiem: Hadiah yang Saya Dapatkan Adalah Jeruji Besi

Ia mengatakan kesempatan mencari keuntungan finansial masih selalu terbuka, namun kesempatan melakukan perubahan besar bagi bangsa tidak datang dua kali.

“Kesempatan mencari uang akan selalu ada di hidup saya. Tetapi kesempatan melakukan lompatan besar untuk generasi penerus bangsa hanya akan datang sekali dalam hidup,” ujarnya.

Nadiem juga mengaku berharap anak-anaknya kelak memahami alasan dirinya memilih mengabdi kepada negara.

“Saya harap di kemudian hari anak-anak saya akan menonton pleidoi ini. Dan meyakini bahwa ayahnya tidak pernah menyesal mengabdi kepada negara,” ucapnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut Nadiem Makarim, dengan hukuman 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Selain pidana penjara, Nadiem juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar serta uang pengganti senilai Rp 809,596 miliar dan Rp 4,871 triliun.

Baca juga: Nadiem Singgung Ironi Kasus Chromebook: Klaim Hemat Rp 3,9 Triliun, Malah Dituntut Penjara

Jaksa menyebut nilai tersebut berasal dari harta kekayaan yang diduga tidak seimbang dengan penghasilan sah terdakwa.

Jika tidak mampu membayar uang pengganti, tuntutan itu akan diganti dengan pidana penjara tambahan selama sembilan tahun.

Tag:  #nadiem #singgung #pengorbanan #buat #negara #hadiahnya #jeruji #besi #betapa #hancur #hati #saya

KOMENTAR