BGN Diminta Perkuat Pengawasan Dapur MBG Usai Perombakan Pimpinan
Ilustrasi SPPG.(Doc. Biro Hukum dan Humas BGN)
15:34
3 Juni 2026

BGN Diminta Perkuat Pengawasan Dapur MBG Usai Perombakan Pimpinan

- Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat pengawasannya terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengawasan tersebut perlu diperkuat setelah Presiden Prabowo Subianto merombak struktur kepemimpinan di BGN.

"Pergantian ini wajar dilakukan agar kontrol dan peningkatan kualitas SPPG menjadi lebih baik, sehingga tujuan program MBG dapat tercapai," ujar Irma dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: BGN Diminta Tingkatkan Kualitas Makanan dan Gizi Program MBG

Ia mendorong BGN untuk meningkatkan fokus implementasi program MBG, yang diprioritaskan kepada anak sekolah, balita, dan ibu hamil.

Harapannya, kepemimpinan baru di BGN mampu membawa perubahan baik dalam pelaksanaan program MBG.

BGN juga diminta untuk memastikan target pemenuhan gizi masyarakat dapat tercapai sesuai arahan Prabowo.

"Insya Allah ke depan harus lebih baik lagi, tetap fokus dan mampu mencapai target pemenuhan gizi sebagaimana yang telah ditetapkan Presiden," ujar Irma.

Baca juga: Momentum Pembenahan 3 Masalah MBG: Tata Kelola, Pengawasan, dan Koordinasi

Prabowo Copot Dadan dari Kepala BGN

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengubah struktur pimpinan BGN. Hal ini diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

Dadan Hindayana yang merupakan Kepala BGN dicopot dan digantikan oleh Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua BGN.

Selain Dadan, Prabowo juga mencopot dua Wakil Kepala BGN lainnya, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

Sementara itu, Prabowo menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru.

Baca juga: Urgensi Mengembalikan MBG ke Fitrahnya

Prasetyo menyampaikan, kualitas makanan menjadi salah satu alasan Prabowo mencopot Dadan dari posisi Kepala BGN.

“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP,” kata Prasetyo di Ruang Sidang Kabinet, Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

Dadan dinilai bermasalah dalam menjalankan standar operasional prosedur dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), program flagship Prabowo.

“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola,” lanjut Prasetyo menyebut alasan lain pencopotan Dadan dan kawan-kawan.

Baca juga: Anggota DPR Yakin Nanik Lebih Paham Visi Misi MBG: Ikut Prabowo Sejak Pilpres

Dia berharap kepemimpinan BGN yang baru itu dapat mempercepat program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta meningkatkan kualitas gizi sumber daya manusia Indonesia.

Tag:  #diminta #perkuat #pengawasan #dapur #usai #perombakan #pimpinan

KOMENTAR