Gowes 8.000 Km dari Iran ke Indonesia, Arezoo Eskandari Bawa Misi Perdamaian dan Bahasa Kebaikan
Pesepeda perempuan asal Iran, Arezoo Eskandari, menginjakkan kaki di Indonesia setelah gowes ribuan kilometer. (Suara.com/Tsabita Aulia)
19:16
8 Juni 2026

Gowes 8.000 Km dari Iran ke Indonesia, Arezoo Eskandari Bawa Misi Perdamaian dan Bahasa Kebaikan

Seorang pesepeda perempuan asal Iran, Arezoo Eskandari, akhirnya menginjakkan kaki di Indonesia setelah menempuh perjalanan lintas Asia selama tujuh bulan.

Bukan sekadar menyalurkan hobi, Arezo membawa misi besar di atas dua rodanya, menyebarkan pesan perdamaian, persaudaraan antar-bangsa, dan menghapus stigma negatif terhadap tanah airnya.

Arezoo tiba di Indonesia pada Sabtu (6/6/2026) malam. Kepada wartawan, ia mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara keenam yang ia kunjungi setelah menempuh jarak lebih dari 8.000 kilometer seorang diri.

Membawa beban seberat 60 kilogram di sepedanya, Arezoo mengaku perjalanannya bukan tanpa rintangan.

Namun, tantangan fisik baginya bukanlah hambatan besar dibandingkan misi kemanusiaan yang ia emban.

"Saya melihat diri saya sebagai perwakilan bangsa besar Iran, ke mana pun saya pergi saya menggunakan pakaian yang melambangkan negara saya, ada simbol negara saya, bendera negara saya, dan saya dengan bangga berkeliling menyampaikan citra dan pesan dari negara saya," ujar Arezoo di AFK Beauty Skin Clinic, Senin (8/6/2026).

Melawan Stigma Melalui Keramah-tamahan

Di tengah situasi global yang sering kali menyudutkan negaranya, Arezoo ingin dunia melihat sisi lain dari Iran yang penuh dengan nilai seni, budaya, dan kedamaian.

Ia menegaskan bahwa apa yang ditampilkan di media sering kali berbeda dengan realitas di lapangan.

"Bahwa apa yang dikenal selama ini di media adalah hal yang berbeda dengan apa yang ada di Iran. Saya mencoba mengenalkan bagaimana Iran itu, makanannya, budayanya, seninya, dan keramahan masyarakatnya," ungkapnya.

Arezo merasa hal yang dilakukannya tersebut adalah cara untuk kontribusi dalam interaksi antar bangsa.

"Saya rasa ini adalah cara saya untuk berkontribusi tentang interaksi antar berbagai bangsa, yaitu negara saya Iran dengan negara lainnya," tuturnya.

Sebagai duta wisata untuk provinsi Isfahan, Arezoo membawa pesan persaudaraan yang tulus kepada masyarakat Indonesia.

Pesepeda perempuan asal Iran, Arezoo Eskandari, menginjakkan kaki di Indonesia setelah gowes ribuan kilometer. (Suara.com/Tsabita Aulia)Pesepeda perempuan asal Iran, Arezoo Eskandari, menginjakkan kaki di Indonesia setelah gowes ribuan kilometer. (Suara.com/Tsabita Aulia)

"Pesan saya adalah memperkenalkan Isfahan dan Iran, menceritakan keramah-tamahan masyarakatnya, mengundang mereka ke Iran, dan menyampaikan pesan perdamaian dan persaudaraan dari negara kami kepada bangsa lain," katanya.

Salah satu pengalaman paling menyentuh bagi Arezoo selama menempuh ribuan kilometer adalah menemukan fakta bahwa kebaikan tidak mengenal batas negara maupun bahasa.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa perdamaian bisa terwujud melalui interaksi antarmanusia.

"Di berbagai negara saya dijamu oleh orang-orang yang sama sekali tidak saya kenal, komunikasi kami hanya menggunakan bahasa isyarat, tapi mereka menjamu saya seperti anaknya sendiri. Ini menunjukkan bahasa kebaikan menghubungkan kita semua," ujarnya.

Dalam keterangannya, Arezoo mengajak masyarakat untuk meresapi nilai kehidupan melalui slogan perjalanannya, yakni Slow Life atau Hidup Lambat.

Menurutnya, perdamaian batin dan antar manusia dapat tercapai jika seseorang mampu menikmati setiap momen saat ini tanpa kecemasan berlebih.

"Slogan perjalanan saya adalah Slow Life atau Hidup Lambat. Saya ingin mengajak orang-orang untuk menikmati setiap momen kehidupan sekarang tanpa terlalu khawatir tentang masa lalu atau masa depan," ujar Arezoo.

Kini, Arezoo bersiap untuk melanjutkan perjalanannya ke Denpasar, Bali dan dilanjutkan ke Negara India.

Reporter: Tsabita Aulia

Editor: Dwi Bowo Raharjo

Tag:  #gowes #8000 #dari #iran #indonesia #arezoo #eskandari #bawa #misi #perdamaian #bahasa #kebaikan

KOMENTAR