Fans Piala Dunia 2026 Bisa Kena Jaminan Rp253 Juta Masuk AS, FIFA Minta Pengecualian
Presiden AS Donald Trump, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, Presiden FIFA Gianni Infantino, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menggelar pertemuan dengan Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia FIFA 2026 di Ruang Oval Gedung Putih di Washington DC pada 17 November 2025. Dalam kesempatan tersebut, Donald Trump meluncurkan FIFA PASS yang akan mempermudah proses pengajuan visa bagi penonton Piala Dunia 2026.(BRENDAN SMIALOWSKI/AFP)
11:58
26 Maret 2026

Fans Piala Dunia 2026 Bisa Kena Jaminan Rp253 Juta Masuk AS, FIFA Minta Pengecualian

– Sejumlah suporter dari negara peserta Piala Dunia 2026 menghadapi kewajiban membayar jaminan hingga 15.000 dolar AS (sekitar Rp253 juta) untuk masuk ke Amerika Serikat.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari program “Visa Bond Pilot Program” yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Program ini berlaku bagi pemohon visa turis dan bisnis (B-1 dan B-2) dari sekitar 50 negara, termasuk beberapa negara yang lolos ke Piala Dunia.

Beruntung, menurut informasi dari situs resmi Pemerintah Amerika Serikat, Indonesia tidak masuk dalam daftar 50 negara tersebut.

Walau demikian, beberapa negara tetangga seperti Kamboja dan Papua New Guniea masuk.

Berlaku untuk Sejumlah Negara Peserta

Negara peserta yang terdampak kebijakan ini antara lain Timnas Aljazair, Timnas Senegal, Timnas Pantai Gading, Timnas Tanjung Verde, serta Timnas Tunisia yang baru ditambahkan dalam daftar.

Setiap individu yang mengajukan visa dapat diminta membayar jaminan sebesar 5.000, 10.000, atau 15.000 dolar AS, tergantung penilaian otoritas.

Baca juga: Jadwal Play Off Piala Dunia 2026: Ada Duel Italia Vs Irlandia Utara

Dengan kurs Rp16.893 per dolar AS, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp84 juta hingga Rp253 juta per orang.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara di Verst Logistics di Kota Hebron, Negara Bagian Ketucky, 11 Maret 2026.AFP/JIM WATSON Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara di Verst Logistics di Kota Hebron, Negara Bagian Ketucky, 11 Maret 2026.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa semua pemohon visa diperlakukan sama dan harus memenuhi persyaratan hukum yang berlaku.

Dana jaminan akan dikembalikan jika pemegang visa meninggalkan AS sebelum masa berlaku habis.

Pemain Juga Berpotensi Terdampak

Tidak ada ketentuan khusus dalam program tersebut yang memberikan pengecualian bagi atlet, termasuk pemain yang akan tampil di Piala Dunia.

Artinya, pemain yang belum memiliki visa AS juga berpotensi dikenai kewajiban serupa.

FIFA disebut tengah melakukan komunikasi dengan pemerintah AS untuk mencari kemungkinan pengecualian bagi pemain.

Baca juga: Mekanisme Nobar Piala Dunia 2026, TVRI Bakal Luncurkan Portal Khusus

Namun, hingga saat ini belum ada kepastian terkait hal tersebut.

Beban Tambahan bagi Suporter

Bagi suporter dari negara terdampak, kebijakan ini menambah beban finansial di tengah biaya perjalanan yang sudah tinggi, termasuk tiket pertandingan dan akomodasi.

Sistem jaminan juga berlaku per individu, bukan per kelompok, sehingga setiap anggota keluarga yang bepergian harus membayar secara terpisah per kepala.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya menyebut Piala Dunia 2026 sebagai turnamen paling inklusif dalam sejarah.

Namun, kebijakan visa ini berpotensi memengaruhi akses suporter dari sejumlah negara untuk hadir langsung di Amerika Serikat.

Salah satu contohnya adalah jika keluarga pendukung timnas Tunisia berniat datang menonton laga Grup F mereka kontra Belanda.

Satu keluarga yang mempunyai dua anak bisa mengeluarkan maksimum 40.000 dolar AS atau hampir 700 juta rupiah hanya untuk deposito saja.

Sebagai perbandingan, rerata gaji per bulan di Tunisia hanya sekitar 380 dolar AS atau 6,4 juta rupiah.

Tag:  #fans #piala #dunia #2026 #bisa #kena #jaminan #rp253 #juta #masuk #fifa #minta #pengecualian

KOMENTAR