Saat Hodak Pasang Badan dan Jelaskan Peran Uilliam Barros di Persib
Penyerang Persib Bandung Uilliam Barros kembali mendapatkan kritik atas performanya di laga melawan Bali United.
Hasil Persib vs Bali United berkesudahan 3-2 pada Minggu (12/4/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), merupakan pekan ke-27 Super League 2025-2026.
Uilliam Barros dapat sorotan karena dianggap kurang klinis dalam mengeksekusi peluang di dalam kotak penalti.
Duel satu lawan satunya juga kerap bikin kecewa. Lantas saja dalam empat laga terakhirnya ia punya rating di bawah 6.8 seperti dirilis website data statistik SofasScore.
Rating tertingginya adalah saat melawan Madura United, kali terakhir penyerang asal Brasil itu mencetak gol pada 26 Februari.
Baca juga: Hasil Persib Vs Bali United 3-2, Maung Bandung Kokoh di Puncak Klasemen
Pelatih Persib Bojan Hodak pasang badan, ia ungkap alasan dirinya tetap memainkan Uilliam Barros selama 90 menit.
Bojak mengutarakan bahwa pemain yang sudah mencatat delapan gol dan dua assist ini punya kemauan untuk membantu pertahanan, suatu hal yang menjadi nilai lebih bagi Hodak, karena sepak bola tak hanya perihal cetak gol.
Pada laga melawan Bali United, Barros kerap beririsan dengan Thijmen Goppel, sehignga membuat sayap kanan lawan itu tak nyaman melakukan tusukan ke jantung pertahanan Persib.
“Secara pertahanan, dia bermain fantastis, kalian bisa periksa, jumlah gol dan assistnya,” kata Hodak.
“Saat bertahan juga dia bermain dengan baik karena pemain mereka nomor 7 (Thijmen Goppel) adalah pemain paling berbahaya dan dia sepenuhnya bisa mencegahnya,” papar Hodak.
Baca juga: Klasemen Super League 2025-2026 Usai Hasil Persib Vs Bali United 3-2
Hodak Bandingkan Uilliam Barros dan Mariano Peralta
Aksi bek Persib Bandung Federico Barba menghentikan penyerang Borneo FC Samarinda Mariano Peralta pada laga tunda pekan ke-21 Super League 2025-2026, Minggu (15/3/2026) di Stadion Segiri, Samarinda.
Bojan Hodak menyebut ada banyak fan yang tak mengerti bagaimana sistem sepak bola bekerja.
Hodak kerap melihat pemain dalam dua sisi, bagaimana cara ia menyerang dan cara ia bertahan, Barros punya keunggulan dan kemauan dalam dua sisi tersebut sehingga tetap mengandalkannya dalam 90 menit laga.
“Kalian tahu, dari banyak fan, ada yang tidak paham dengan sepak bola. Dia adalah salah satu alasan kami bisa menang hari ini. Barros bermain di sayap, dia adalah winger,” tuturnya.
Baca juga: Persib Vs Bali United 3-2, Johnny Jansen Bangga Curi 2 Gol di GBLA
Hodak membandingkannya dengan penyerang sayap Borneo FC Samarinda Mariano Peralta.
Peralta adalah penyerang sayap yang telah mencetak 15 gol dan 11 assist dalam 27 penampilan.
Penyerang asal Argentina itu unggul daripada Barros soal penyerangan namun tidak saat bertahan.
Hodak klaim tak semua winger bisa dan mau ikut bertahan.
“Mungkin hanya Peralta, winger yang memiliki jumlah gol lebih banyak dari Barros. Selain itu, dia (Barros) bermain bertahan dan tidak banyak yang bermain ketika bertahan seperti dia,” sebutnya.
Tag: #saat #hodak #pasang #badan #jelaskan #peran #uilliam #barros #persib