Dari ''Tangan Tuhan'' hingga Tandukan Zidane, Inilah 10 Momen Ikonik di Piala Dunia
Kapten Argentina, Diego Maradona, mengangkat trofi Piala Dunia usai mengantar timnya memenangi laga final kontra Jerman Barat dengan skor 3-2 di Stadion Azteca, Mexico City, 29 Juni 1986.(AFP/STAFF)
10:25
8 Mei 2026

Dari ''Tangan Tuhan'' hingga Tandukan Zidane, Inilah 10 Momen Ikonik di Piala Dunia

Dari kejutan yang mendebarkan hingga selebrasi yang terus dikenang, sejarah panjang Piala Dunia telah melahirkan berbagai momen legendaris yang mendefinisikan jati diri sepak bola global.

Setiap edisi Piala Duna selalu berhasil menuliskan babak barunya sendiri dalam buku sejarah olahraga melalui drama, kontroversi, hingga kecemerlangan para pemainnya.

Turnamen Piala Dunia memiliki keistimewaan dalam menciptakan memori yang tetap hidup meski peluit panjang telah lama dibunyikan.

Melansir dari SI, berikut adalah rangkuman 10 momen paling ikonik yang pernah terjadi di panggung sepak bola terbesar jagat raya.

1. Tangan Tuhan dan Gol Abad Ini Diego Maradona

Baca juga: TVRI Matangkan Mekanisme Nobar dan Hadirkan Legenda Sepak Bola Indonesia di Siaran Piala Dunia 2026

Penampilan individu paling kontroversial sekaligus memukau terjadi pada perempat final 1986 saat Diego Maradona membela Argentina melawan Inggris.

Hanya dalam rentang empat menit, ia menciptakan gol "Tangan Tuhan" yang kontroversial dan aksi solo melewati lima pemain lawan yang dinobatkan sebagai "Gol Abad Ini".

2. Sihir Johan Cruyff dan Lahirnya "Cruyff Turn"

Dunia pertama kali mengenal teknik "Putaran Cruyff" pada edisi 1974 saat Belanda menghadapi Swedia.

Legenda Johan Cruyff memukau penonton dengan gerakan menipu bek Jan Olsson melalui putaran badan yang sangat halus.

Meski sederhana, efektivitas dan keanggunan gerakan ini membuatnya tetap diajarkan di sekolah sepak bola hingga hari ini.

3. Emosi Mentah Marco Tardelli

Baca juga: Philadelphia Sambut Piala Dunia 2026 dan HUT Ke-250 Amerika Serikat

Final 1982 mencatat sejarah lewat gol kedua Italia yang dicetak oleh Marco Tardelli ke gawang Jerman Barat.

Bukan sekadar golnya, melainkan selebrasi "Teriakan Tardelli" saat ia berlari sambil berteriak "Gol!" dengan guncangan tangan yang meluapkan emosi murni seorang pesepak bola.

4. Tarian Ikonik Roger Milla

Striker Kamerun, Roger Milla, menjadi sensasi pada edisi 1990. Di usia 38 tahun, ia merayakan setiap golnya dengan menari di depan bendera sudut lapangan.

Aksi ini menjadi simbol kegembiraan dan kebanggaan sepak bola Afrika yang tak lekang oleh waktu.

5. Tragedi Belo Horizonte: Jerman 7-1 Brasil

Salah satu kekalahan paling mengguncang sejarah terjadi saat tim nasional Jerman melumat Brasil dengan skor 7-1 di semifinal 2014.

Bermain di kandang sendiri tanpa Neymar, Selecao harus menelan pil pahit dalam laga yang menjadi penghinaan nasional bagi publik tuan rumah.

6. Drama "Pertandingan Abad Ini"

Baca juga: Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, dari Times Square ke Final

Duel semifinal 1970 antara Italia melawan Jerman Barat dikenal sebagai "Pertandingan Abad Ini".

Setelah bermain imbang di waktu normal, terjadi hujan lima gol pada babak tambahan waktu.

Nama besar seperti Gerd Mueller sempat menyamakan skor, sebelum akhirnya Italia keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.

7. Kalimat Legendaris Kenneth Wolstenholme

Final 1966 antara Inggris dan Jerman Barat melahirkan salah satu kutipan paling terkenal dalam sejarah penyiaran.

Saat Geoff Hurst mencetak gol penutup untuk hat-trick-nya, komentator Kenneth Wolstenholme mengucapkan kalimat abadi:

“Mereka pikir semuanya sudah berakhir… dan memang sudah berakhir sekarang.”

8. Keajaiban Bern 1954

Tim kuat Hongaria yang dihuni talenta seperti Zoltán Czibor, dan Sandor Kocsis awalnya sangat dijagokan untuk juara.

Baca juga: Luis Suarez Siap Comeback ke Timnas Uruguay Demi Piala Dunia 2026

Namun, Jerman Barat berhasil menciptakan "Keajaiban Bern" dengan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 di tengah hujan deras, sebuah hasil yang memulihkan kebanggaan bangsa Jerman pasca-perang.

Zinedine Zidane berjalan tertunduk meninggalkan lapangan usai diganjar kartu merah dalam laga Italia vs Perancis pada final Piala Dunia 2006 di Stadion Olympia, Berlin, pada 9 Juli 2006. Zidane diusir wasit usai menanduk dada bek Italia, Marco Materazzi.AFP/ROBERTO SCHMIDT Zinedine Zidane berjalan tertunduk meninggalkan lapangan usai diganjar kartu merah dalam laga Italia vs Perancis pada final Piala Dunia 2006 di Stadion Olympia, Berlin, pada 9 Juli 2006. Zidane diusir wasit usai menanduk dada bek Italia, Marco Materazzi.

9. Filosofi Joga Bonito Carlos Alberto

Konsep Joga Bonito atau permainan indah mencapai puncaknya melalui gol Carlos Alberto di final 1970.

Gol yang berawal dari kerja sama tim yang apik ini sering dianggap sebagai gol tim terbaik yang pernah tercipta untuk Brasil di panggung internasional.

10. Tandukan Zinedine Zidane

Final 2006 menyisakan luka bagi Perancis saat sang kapten, Zinedine Zidane, dikartu merah setelah menanduk dada Marco Materazzi.

Insiden mengejutkan di babak perpanjangan waktu ini menjadi penutup karier profesional Zidane yang berakhir dengan kemenangan adu penalti bagi Gli Azzurri.

Tag:  #dari #tangan #tuhan #hingga #tandukan #zidane #inilah #momen #ikonik #piala #dunia

KOMENTAR