Rahmad Darmawan Apresiasi Malut United Gandeng Benfica Bangun Akademi
Pelatih nasional, Rahmad Darmawan, hadir dalam peresmian kerja sama Akademi Merah Putih antara Malut United dan raksasa Portugal SL Benfica yang berlangsung di sela laga Malut United melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (16/5/2026).(KOMPAS.com/Firzie A. Idris)
15:43
19 Mei 2026

Rahmad Darmawan Apresiasi Malut United Gandeng Benfica Bangun Akademi

– Pelatih nasional Rahmad Darmawan menilai kerja sama Malut United dengan SL Benfica dalam membangun Akademi Merah Putih menjadi langkah besar bagi pengembangan sepak bola usia dini Indonesia.

Rahmad Darmawan hadir dalam peresmian kerja sama Akademi Merah Putih yang berlangsung di sela laga Malut United melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (16/5/2026).

Selain Rahmad, hadir pula sejumlah legenda sepak bola nasional seperti Rully Nere dan Rochy Putiray.

Akademi Merah Putih nantinya akan merekrut 70 anak usia 7-9 tahun dengan prioritas yatim piatu dan keluarga kurang mampu dari Maluku Utara, Maluku, serta Papua.

Baca juga: Malut United Gandeng Benfica, Proyek Ambisius bareng Klub Rui Costa

Rahmad Darmawan Soroti Dampak Sosial Akademi

Rahmad menyebut program tersebut berbeda dibanding akademi sepak bola lain karena membawa misi sosial yang kuat.

Foto bersama usai peresmian kerja sama Malut United FC dan SL Benfica untuk pembentukan Akademi Merah Putih di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Sabtu (16/5/2026) oleh Dirk Soplanit sebagai Direktur Utama PT Maluku Maju Sejahtera, perusahaan induk Malut United;  Lourenco dos Reis Ferreira (kiri) sebagai Benfica International Business Manager ;dan Davide da Rocha Gomes (kanan), Benfica International Technical Coordinator.MALUT UNITED OFFICIAL Foto bersama usai peresmian kerja sama Malut United FC dan SL Benfica untuk pembentukan Akademi Merah Putih di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Sabtu (16/5/2026) oleh Dirk Soplanit sebagai Direktur Utama PT Maluku Maju Sejahtera, perusahaan induk Malut United; Lourenco dos Reis Ferreira (kiri) sebagai Benfica International Business Manager ;dan Davide da Rocha Gomes (kanan), Benfica International Technical Coordinator.

“Ini sifatnya sudah sangat nasional, melibatkan negara lain dan berkontribusi di sepak bola Indonesia. Ini akademi pertama yang dibuat untuk bertujuan lebih ke membantu masyarakat kurang mampu,” ujar Rahmad kepada beberapa media yang berkumpul, termasuk Kompas.com.

Menurut dia, pendekatan Malut United menjadi langkah yang jarang ditemui dalam pengembangan sepak bola usia dini di Indonesia.

“Luar biasa di Malut anak usia 7-9 tahun dibiayai semua dan betul-betul dari keluarga kurang mampu. Ini suatu pendekatan sosial luar biasa,” kata dia.

Akademi tersebut tidak hanya fokus pada pembinaan sepak bola, tetapi juga pendidikan karakter, moral, dan pembinaan agama bagi para peserta.

Baca juga: Harapan Malut United Usai Gandeng Benfica Bangun Akademi Merah Putih

Tertarik Sistem Pembinaan Benfica

Rahmad mengaku tertarik mempelajari metode pengembangan pemain usia dini yang dimiliki Benfica.

Ia menyebut klub Portugal itu dikenal memiliki sistem pembinaan modern berbasis pengembangan kecerdasan bermain.

“Benfica punya sistem game intelligence dan sistem simulator 360 OS, teknologi simulator untuk membantu pemain mengembangkan kognitif, persepsi, dan decision making,” ujar Rahmad.

Baca juga: Kata Wakil Benfica Usai Resmikan Kerja Sama dengan Malut United FC

Ia juga mengaku terkejut ketika pertama kali mendengar Benfica memilih bekerja sama dengan Malut United.

“Saya kaget begitu dengar Benfica kerja sama dengan Malut United. Itu luar biasa,” katanya.

Rahmad menilai Benfica memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan pemain-pemain top dunia termasuk mereka yang tergabung ke tim juara Manchester City dalam diri Ederson, Bernardo Silva, dan Ruben Dias.

“Benfica banyak melahirkan pemain-pemain hebat macam Rui Costa dan pemain-pemain Manchester City yang berasal dari Benfica,” ujar dia.

Transfer Ilmu Dinilai Jadi Kesempatan Besar

Rahmad juga menyoroti durasi kerja sama yang direncanakan berjalan selama lima tahun sebagai kesempatan penting untuk transfer ilmu bagi pelatih Indonesia.

Menurut dia, kerja sama jangka panjang seperti itu berbeda dibanding program kunjungan singkat yang selama ini sering dilakukan.

“Biasanya kita hanya belajar dari mereka paling visit, observe, dan selesai. Namun ini lima tahun. Ini transfer knowledge luar biasa yang harus dimanfaatkan,” kata Rahmad.

Ia berharap pelatih-pelatih Indonesia yang terlibat dalam program tersebut nantinya mampu menerapkan sistem pembinaan serupa secara mandiri.

“Seharusnya setelah selesai bersama akademi ini, pelatih-pelatih yang terlibat bisa mudah melakukan hal yang sama,” ujar dia.

Rahmad menambahkan bahwa proyek Akademi Merah Putih berpotensi membuka jalan bagi lahirnya pemain Indonesia yang mampu berkarier di level internasional.

“Ini kesempatan untuk kita melahirkan pemain yang secara individu menjadi hebat karena bisa berkarier di jenjang profesional, tidak hanya di Indonesia tetapi juga disiapkan bermain di luar negeri,” kata Rahmad.

Tag:  #rahmad #darmawan #apresiasi #malut #united #gandeng #benfica #bangun #akademi

KOMENTAR