Bojan Hodak Singung Dampak Pemain Asing ke Persaingan Super League
Aksi bek Persib Bandung Federico Barba menghentikan penyerang Borneo FC Samarinda Mariano Peralta pada laga tunda pekan ke-21 Super League 2025-2026, Minggu (15/3/2026) di Stadion Segiri, Samarinda. (Dokumentasi Persib Ofisial)
08:50
25 Mei 2026

Bojan Hodak Singung Dampak Pemain Asing ke Persaingan Super League

Pertarungan sengit dua tim di trek juara akhirnya dimenangkan Persib Bandung. Borneo FC Samarinda harus legawa gagal angkat piala. 

Persib dan Borneo FC sama-sama mengoleksi 79 poin, hanya saja Maung Bandung unggul head to head atas Pesut Etam. 

Pelatih Persib Bojan Hodak sebut Borneo FC tak punya keberuntungan, padahal tim asuhan Fabio Lefundes punya musim yang fantastis dengan performa apik setiap laga. 

Persib dan fansnya Bobotoh pun dibikin harap-harap cemas di laga pekan terakhir. 

“Mereka tidak punya keberuntungan. Mereka punya tim yang bagus tapi tidak memiliki keberuntungan,” kata Hodak.

Baca juga: Beckham Putra Bongkar Kunci Sukses Persib Bandung Juara Tiga Musim Beruntun

Persaingan Meningkat, Liga Berkembang

Malut United menutup Super League 2025-2026 dengan kekalahan dari Borneo FC, Sabtu (23/5/2026). Malut United Malut United menutup Super League 2025-2026 dengan kekalahan dari Borneo FC, Sabtu (23/5/2026).

Baginya, musim Super League 2025-2026 adalah musim sulit dengan regulasi pemain asing bertambah daripada sebelumnya. 

Hodak menilai setiap tim kini harus punya setidaknya lima pemain lokal berkualitas yang siap tarung di lapangan. 

Kekuatan tersebut merata di seluruh kontestan liga, Hodak akui Liga Indonesia kini lebih berkembang daripada musim-musim sebelumnya. 

“Lihat, musim ini lebih sulit karena setiap tim mempunyai tujuh pemain asing di lapangan. Setiap tim kini memiliki setidaknya lima pemain lokal yang bagus,” tutur Hodak. 

“Tentu saya ini membuat lebih sulit dan kualitas dari liganya berkembang jika dibandingkan musim-musim sebelumnya,” sebutnya. 

Baca juga: Reaksi Media Perancis Usai Layvin Kurzawa Juara bersama Persib

Situasi Borneo FC Bikin Aneh

Musim lalu (2024-2025) Persib finis peringkat pertama dengan 69 poin, jika berkaca pada musim ini. 

Perolehan poin tersebut hanya menempatkan diri di peringkat empat klasemen akhir, ini menandakan jika kompetitifnya liga akan semakin seru untuk disaksikan. 

“Jika kami mendapatkan poin sama dengan musim lalu, kami mungkin hanya berada di peringkat empat-lima kali musim ini.”

“Kalian bisa lihat tiga tim teratas sangat siap jika dibandingkan tim lain. Pada akhirnya, ini lebih sulit dari musim yang sebelumnya,” urainya. 

“Saya rasa ini cukup aneh ketika ada tim yang mendapatkan 79 poin (Borneo FC) tetapi tidak bisa menjadi juara,” papar Hodak. 

Kemenangan Besar Borneo FC Vs Malut United Tidak Aneh

Di lain sisi, Hodak mengaku tidak mengiktui hasil laga Borneo FC lawan Malut United.

Namun, ia tahu jika Malut United tidak dapat menurunkan delapan pemain pilarnya di laga terakhir kontra Borneo FC. 

Hal itu yang bikin Malut United kalah telak 1-7 dari Borneo FC. Persib tetap juara setelah hanya mengambil satu poin lawan tim promosi Persijap Jepara. 

“Kami tidak mengikutinya (laga Borneo sepanjang pertandingan), tapi sudah menduga Malut kalah karena mereka bermain tanpa 10 pemain andalannya,” sebutnya. 

Tag:  #bojan #hodak #singung #dampak #pemain #asing #persaingan #super #league

KOMENTAR