Apa Itu Zero Post? Tren Baru di Media Sosial yang Ramai Dilirik Gen Z
Ilustrasi scrolling Instagram(Freepik)
15:12
4 April 2026

Apa Itu Zero Post? Tren Baru di Media Sosial yang Ramai Dilirik Gen Z


- Tren media sosial terus berkembang, tak lagi hanya soal rajin mengunggah foto, video, atau membagikan aktivitas sehari-hari.

Belakangan, muncul kebiasaan baru yang dikenal dengan istilah zero post, yakni kondisi ketika pengguna media sosial tetap aktif membuka aplikasi, melihat konten, atau berinteraksi seperlunya, tetapi nyaris tidak pernah mengunggah postingan di akun mereka.

Fenomena ini mulai ramai dilirik, terutama oleh kalangan Gen Z, yang kini cenderung memaknai media sosial dengan cara berbeda, lebih privat, selektif, dan tidak selalu ingin tampil terbuka di ruang digital.

Lantas, apa yang dimaksud dengan zero post? Selengkapnya KompasTekno menguraikan penjelasannya.

Baca juga: Instagram Stories Akhirnya Bisa Potong Video Langsung Sebelum Upload

Apa yang dimaksud dengan Zero Post?

Dilansir dari laman The Print, zero post atau posting zero adalah istilah yang merujuk pada kondisi ketika pengguna media sosial makin jarang mengunggah pembaruan tentang kehidupan sehari-hari mereka.

Istilah ini dipopulerkan oleh penulis The New Yorker, Kyle Chayka, untuk menggambarkan perubahan besar dalam cara orang menggunakan media sosial saat ini.

Jika dulu platform seperti Instagram, Facebook, atau Twitter dipenuhi unggahan sederhana dari pengguna biasa, seperti foto sarapan, hewan peliharaan, kegiatan harian, atau momen berkumpul dengan teman, kini jenis unggahan seperti itu semakin jarang ditemukan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak orang tidak lagi menjadikan media sosial sebagai ruang utama untuk membagikan kehidupan personal secara terbuka.

Pengguna masih membuka aplikasi, melihat unggahan orang lain, menonton video, atau sekadar mengikuti tren, tetapi mereka semakin memilih untuk tidak ikut aktif memposting.

Dengan kata lain, kehadiran mereka di media sosial tetap ada, tetapi partisipasi dalam bentuk unggahan pribadi mulai menurun.

Mengapa tren Zero Post muncul?

Tren ini muncul karena media sosial dinilai telah banyak berubah dibanding masa awal kemunculannya.

Jika dulu media sosial terasa lebih personal dan berfungsi sebagai ruang untuk terhubung dengan teman atau komunitas, kini linimasa justru dipenuhi banyak konten komersial.

Feed pengguna semakin sering berisi iklan, konten promosi, video pendek yang dibuat mengikuti pola tren yang sama, hingga konten buatan AI yang terasa repetitif.

Akibatnya, pengalaman berselancar di media sosial menjadi lebih bising, padat, dan melelahkan. Perubahan itulah yang membuat banyak pengguna, terutama Gen Z, mulai merasa jenuh. Mereka tidak sepenuhnya meninggalkan media sosial, tetapi memilih menjaga jarak dengan tidak terlalu sering mengunggah kehidupan pribadi.

Selain karena rasa lelah, ada juga faktor keinginan untuk lebih privat, menghindari tekanan sosial, dan mengurangi rasa harus selalu tampil menarik di ruang digital.

The Print juga mengaitkan tren zero post dengan konsep enshittification, yaitu kondisi ketika platform digital perlahan memburuk bagi penggunanya.

Dalam konsep ini, platform awalnya dibuat nyaman untuk menarik banyak pengguna. Setelah itu, platform mulai lebih mengutamakan kepentingan bisnis, seperti iklan dan monetisasi.

Pada tahap berikutnya, pengalaman pengguna menjadi menurun karena platform terlalu dipenuhi unsur komersial.

Dari sinilah tren zero post dianggap lahir, pengguna masih ada di media sosial, tetapi semakin enggan berkontribusi lewat unggahan pribadi karena ruang tersebut sudah tidak lagi terasa autentik dan nyaman seperti dulu.

Baca juga: Gen Z Wajib Waspada, AI Bisa Bongkar Identitas Second Account

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #zero #post #tren #baru #media #sosial #yang #ramai #dilirik

KOMENTAR