Induk GTA PHK Tim AI: Bukan Kunci Bikin Game Sukses
Poster GTA 6. Game terbaru Rockstar Games ini akan dirilis pada 19 November 2026 di konsol PS5 dan Xbox Series X/S. ()
15:03
6 April 2026

Induk GTA PHK Tim AI: Bukan Kunci Bikin Game Sukses

– Perusahaan induk yang membuat waralaba (franchise) game populer Grand Theft Auto (GTA), Take-Two Interactive dikabarkan melakukan pemangkasan terhadap tim kecerdasan buatan (AI) mereka.

Informasi ini mencuat berdasarkan sebuah unggahan LinkedIn dari kepala divisi AI Take-Two Interactive, Luke Dicken.

“Ini sangat mengecewakan karena saya harus menyampaikan bahwa masa kerja saya di T2—dan tim saya—telah berakhir,” tulis Dicken.

Dicken menyebut bahwa tim yang ia nakhodai tersebut telah mengembangkan teknologi mutakhir untuk mendukung proses pembuatan game di perusahaan selama beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Bocoran Harga Game GTA VI, Tembus Rp 2 Juta?

Dalam unggahan yang sama, Dicken juga meminta bantuan jejaring profesionalnya di LinkedIn untuk membantu mantan anggota timnya mendapatkan pekerjaan baru.

"Saya jamin mereka sangat kompeten di bidangnya dan siap untuk kerja jika dibutuhkan cepat," imbuh Dicken.

Tim AI Take-Two sendiri diketahui banyak berasal dari divisi AI milik Zynga, yang diakuisisi oleh Take-Two pada 2022 dengan nilai sekitar 12,7 miliar dollar AS (sekitar Rp 216 triliun).

Namun, kolaborasi itu disebut belum menghasilkan banyak game hit atau populer baru sejauh ini, sehingga wajar saja apabila Take-Two memilih untuk melepas beberapa karyawannya.

Hingga berita ini ditulis, pihak Take-Two tampaknya belum memberikan komentar resmi terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) tim AI ini, begitu juga jumlah orang yang di-PHK.

Baca juga: Peluncuran GTA 6 Tak Ramah untuk Kolektor Game

Mereka juga belum mengumbar siapa atau apa yang akan menggantikan tim AI yang sebelumnya dipimpin oleh Dicken di atas.

Lepas tim AI di saat ingin fokus di AI

Ilustrasi cuplikan dari game GTA 6 yang menampilkan kehidupan di pesisir pantai.Rockstar Games Ilustrasi cuplikan dari game GTA 6 yang menampilkan kehidupan di pesisir pantai.

Menyoal PHK tim AI di Take-Two Interactive, langkah ini terbilang cukup mengejutkan. Sebab, Take-Two sebelumnya menyatakan tengah aktif mengadopsi teknologi AI generatif dalam pengembangan game.

CEO Take-Two, Strauss Zelnick, mengatakan perusahaan “secara aktif mengadopsi AI generatif” dan telah menjalankan ratusan proyek uji coba di berbagai studio internal.

Menurut dia, teknologi ini dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi, menekan biaya produksi, serta membantu menyelesaikan tugas-tugas rutin agar pengembang bisa lebih fokus pada aspek kreatif.

Meski demikian, Zelnick juga menegaskan bahwa AI bukanlah solusi utama untuk menciptakan game sukses berskala besar. Ia bahkan menyebut bahwa AI generatif tidak digunakan dalam pengembangan Grand Theft Auto VI (GTA 6).

Baca juga: 10 Profesi yang Kini Paling Rentan Tergusur AI

“Tidak ada bukti bahwa alat semata bisa menciptakan karya hiburan hebat,” kata Zelnick dalam sebuah pernyataan kepada investor.

Sebelumnya, Presiden Take-Two, Karl Slatoff, juga menyebut teknologi pembuat game berbasis AI seperti Genie masih jauh dari level mesin game (game engine) profesional.

Di industri yang lebih luas, penggunaan AI dalam pengembangan game memang memicu pro dan kontra.

Sejumlah gamer mengkritik teknologi ini karena dinilai dapat menurunkan kualitas pengalaman bermain, terutama pada karakter non-pemain (NPC) dan pengisi suara.

Salah satu contohnya adalah teknologi DLSS 5 dari Nvidia yang sempat menuai kritik karena dinilai membuat perilaku dan ekspresi NPC terlihat kurang natural, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Kotaku.

Adapun perombakan tim AI di Take-Two ini mencerminkan dinamika yang masih berkembang dalam pemanfaatan AI di industri game, di tengah upaya perusahaan menyeimbangkan efisiensi teknologi dan kualitas pengalaman bermain.

Tag:  #induk #bukan #kunci #bikin #game #sukses

KOMENTAR