Bos Meta Mark Zuckerberg Jadi AI, Kloningannya Bisa Ngobrol Bareng Karyawan
Mark Zuckerberg beri headphone peredam suara ke tetangganya, karena sedang merenovasi rumah(Fortune)
13:03
14 April 2026

Bos Meta Mark Zuckerberg Jadi AI, Kloningannya Bisa Ngobrol Bareng Karyawan

- CEO Meta Mark Zuckerberg diketahui tengah mengembangkan "kembaran" atau kloningan dirinya sendiri yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). 

Laporan ini pertama kali diungkap oleh outlet media The Financial Times. Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa AI kloningan Zuckerberg dirancang untuk meniru gaya komunikasi hingga pola pikirnya dalam bekerja.

Zuckerberg versi AI tersebut akan bisa menjalankan sebagian tugas yang biasa ia lakukan, sekaligus berkomunikasi dengan karyawan Meta. 

Berbeda dari chatbot AI biasa, AI Zuckerberg ini tidak hanya meniru cara berbicara, tetapi juga dibuat sedemikian rupa agar bisa mereplikasi cara berpikir Zuckerberg. 

Upaya ini merupakan bagian dari proyek lebih besar Meta untuk menciptakan karakter AI 3D yang mampu berinteraksi secara real-time.

Dalam konteks ini, Zuckerberg versi AI ini dilatih menggunakan data perilaku dan komunikasi internalnya, sehingga diharapkan dapat memberikan respons yang menyerupai aslinya.

Tujuan utama pengembangan AI tersebut adalah untuk meningkatkan keterhubungan antara karyawan dan pimpinan perusahaan.

Dengan adanya Zuckerberg versi AI, karyawan disebut bisa mengajukan pertanyaan dan memperoleh jawaban seolah-olah langsung dari CEO, tanpa harus berinteraksi secara langsung.

Baca juga: Tanpa Bantuan Hacker Manusia, AI Mampu Bobol OS Super Aman

Apabila dikembangkan lebih jauh, teknologi AI kloning ini berpotensi menjadi "perpanjangan tangan" digital yang bisa mengambil alih sebagian peran CEO yang diemban Zuck dalam operasional perusahaan. 

Menuju arah "superintelligence"

Membuat AI kloning sendiri bukan hal baru bagi Meta. Pada 2024, perusahaan pernah meluncurkan platform AI Studio yang memungkinkan kreator di Instagram membuat kembaran diri mereka sendiri versi AI dan dapat berinteraksi dengan pengikut (followers) melalui pesan langsung (DM). 

Chatbot AI berbasis figur publik di Instagram yang dapat meniru gaya komunikasi manusia dan berinteraksi dengan pengguna, meski sebenarnya dijalankan oleh sistem, bukan orang aslinya.Social Media Today Chatbot AI berbasis figur publik di Instagram yang dapat meniru gaya komunikasi manusia dan berinteraksi dengan pengguna, meski sebenarnya dijalankan oleh sistem, bukan orang aslinya.Meta juga pernah mengembangkan chatbot berbasis selebritas serta teknologi video AI yang memungkinkan para figur publik seolah-olah "hadir" dan berinteraksi dengan audiens secara digital. 

Meskipun dalam praktiknya, interaksi tersebut tetap berbasis sistem yang meniru gaya komunikasi manusia, alias bukan komunikasi langsung dengan orang asli seperti yang dibayangkan. 

Pengembangan AI kloning ini disebut menjadi bagian dari ambisi Meta dalam membangun "superintelligence" dan sistem digital yang mampu mereplikasi otak manusia.

Walau masih jauh dari kata sempurna, proyek ini dinilai sebagai langkah awal menuju AI yang bisa berinteraksi layaknya manusia asli.

Baca juga: Bos ChatGPT Wanti-wanti AI Super Pintar Bisa Jadi Bencana

Lebih jauh, teknologi tersebut bahkan diyakini berpotensi meniru cara berpikir manusia hanya lewat data interaksi. 

Di luar itu, Meta juga dirumorkan tengah menyiapkan profil bot berbasis AI di Facebook dan Instagram.

Serupa dengan teknologi AI kloning, profil bot tersebut digadang-gadang bisa membuat cara berkomunikasi digital semakin realistis, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Social Media Today.

Tag:  #meta #mark #zuckerberg #jadi #kloningannya #bisa #ngobrol #bareng #karyawan

KOMENTAR