AI Diam-diam Jadi ''Mesin Baru'' di Balik Mobil Buatan China
Huawei menampilkan sistem AI untuk kendaraan listrik di Auto China 2026.(ChinaDaily)
08:36
29 April 2026

AI Diam-diam Jadi ''Mesin Baru'' di Balik Mobil Buatan China

- Produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari China punya ambisi baru. Tidak sekadar bikin kendaraan, perusahaan ini berupaya membawa kecerdasan buatan (AI) di produk buatan mereka.

Hal ini terlihat dari banyaknya fitur serba AI yang disematkan pada berbagai mobil listrik (electric car) yang dipamerkan di Auto China 2026, salah satu pameran otomotif terbesar di "Negeri Tirai Bambu".

Pameran ini digelar sejak 24 April 2026 hingga awal Mei mendatang. 

Pada tahun-tahun sebelumnya, ajang ini kerap menjadi tempat peluncuran mobil baru dari berbagai produsen global. Namun pada 2026, fokusnya mulai bergeser ke sistem dan teknologi, terutama AI.

Acara ini sendiri sebagian besar diisi oleh produsen EV asal China, dan mereka berlomba-lomba memamerkan inovasi mereka di Auto China 2026

Huawei, misalnya, menghadirkan ekosistem cockpit pintar berbasis HarmonyOS yang terintegrasi dengan berbagai fungsi kendaraan.

Baca juga: Unik, Ada Bengkel Ketok Magic iPhone 17 Pro Max di China

Perusahaan ini juga berencana menginvestasikan hingga 80 miliar yuan dalam lima tahun ke depan untuk memperkuat teknologi AI otomotif.

Ilustrasi Huawei Aito M6 di BeijingKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi Huawei Aito M6 di Beijing

Lalu ada produsen EV Xpeng yang memperkenalkan konsep “Physical AI”, di mana kecerdasan buatan tidak hanya hadir di software, tetapi juga terintegrasi penuh dengan sistem kendaraan.

Model terbarunya bahkan dirancang dengan standar robotaxi dan telah mengantongi izin uji jalan untuk otonomi tingkat tinggi (Level 4) alias bisa berjalan tanpa adanya sopir.

Kemudian ada pula Xiaomi yang menghadirkan sistem operasi mobil berbasis AI. OS ini memungkinkan berbagai aktivitas dilakukan langsung dari kendaraan, mulai dari reservasi restoran hingga interaksi berbasis perintah suara alami.

Di sisi lain, Geely juga memamerkan sistem AI 2.0 yang mencakup seluruh fungsi kendaraan, dari berkendara hingga hiburan, dalam satu ekosistem terintegrasi.

Beberapa produsen EV lain di Auto China 2026 yang turut menyoroti fitur AI antara lain SAIC Motor, BYD, Chery, hingga NIO.

Berbagai merek tersebut kompak menampilkan kemampuan AI dalam menjalankan beragam fungsi mobil melalui perintah sederhana.

Mobil jadi "komputer berjalan"

BYD Atto 1 terbaru di Beijing Auto Show 2026Kompas.com/Donny BYD Atto 1 terbaru di Beijing Auto Show 2026

Selain AI, perubahan besar lain di industri otomotif China adalah pergeseran arsitektur kendaraan menuju konsep centralized computing.

Konsep ini salah satunya didukung oleh chip terbaru dari perusahaan solusi kemudi otonom Horizon Robotics, yang diperkenalkan di Auto China 2026.

Chip tersebut diklaim mampu menghadirkan kemampuan komputasi hingga ratusan triliun operasi per detik (TOPS), sehingga sistem berkendara otonom dan AI kabin dapat berjalan dalam satu platform terpadu.

Pendekatan ini menggabungkan berbagai sistem yang sebelumnya terpisah, seperti hiburan alias entertainment, navigasi, dan autonomous driving, ke dalam satu "otak" utama.

Pendekatan ini dinilai dapat menekan biaya produksi hingga ribuan yuan per unit serta memangkas waktu pengembangan dari sekitar 18 bulan menjadi hanya delapan bulan.

Baca juga: Polantas di China Pakai Kacamata AI, Bisa Periksa Kendaraan Dalam Sekejap

Tantangan regulasi

Robot humanoid di panggung pameran Chery Auto China 2026 di Beijing, China.ChinaDaily Robot humanoid di panggung pameran Chery Auto China 2026 di Beijing, China.

Meski perkembangan teknologi AI di industri EV sangat pesat, adopsi kendaraan otonom tentunya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi regulasi dan kesiapan infrastruktur.

Belum adanya standar nasional yang seragam, serta sejumlah insiden teknis, menunjukkan bahwa perjalanan menuju mobil sepenuhnya tanpa sopir atau mobil yang digerakkan oleh AI masih membutuhkan waktu.

Meski demikian, arah transformasi industri otomotif sudah semakin jelas dari panggung Auto China 2026.

Di sini, mobil tidak lagi sekadar alat transportasi, tetapi berkembang menjadi perangkat pintar berbasis AI yang mampu memahami kebiasaan pengguna, berinteraksi secara natural, dan bahkan mengambil keputusan sendiri.

Artinya, bagi produsen mobil China, AI kini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi utama untuk memenangkan persaingan di masa depan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari ChinaDaily.

Tag:  #diam #diam #jadi #mesin #baru #balik #mobil #buatan #china

KOMENTAR