''Saya Benar-benar Bodoh Beri Uang ke OpenAI''
Elon Musk menyatakan bahwa SpaceX dan Tesla berencana membangun dua pabrik chip canggih di kawasan Austin, Texas, Amerika Serikat (AS).(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
13:09
4 Mei 2026

''Saya Benar-benar Bodoh Beri Uang ke OpenAI''

- Sidang gugatan antara miliarder Elon Musk dan para petinggi OpenAI kini memunculkan pengakuan yang emosional dan mengejutkan.

Dalam kesaksian terbarunya di pengadilan, Elon Musk secara blak-blakan menyesali keputusannya mendanai perusahaan kecerdasan buatan (AI) tersebut di masa lalu.

Musk diketahui merupakan salah satu pendiri awal yang ikut mendanai OpenAI pada tahun 2015 silam. Kala itu, ia sepakat mengucurkan dana karena OpenAI dijanjikan akan beroperasi murni sebagai organisasi nirlaba (non-profit) demi kemanusiaan.

Namun kini, janji tersebut dirasa telah dikhianati dan membuatnya merasa sangat dimanfaatkan.

"Saya benar-benar bodoh karena telah memberi mereka pendanaan gratis untuk membuat perusahaan startup," ujar Musk di ruang sidang, dihimpun KompasTekno dari Gizmodo.

Musk menambahkan bahwa ia telah menggelontorkan dana "gratis" sebesar 38 juta dollar AS (sekitar Rp 650 miliar) untuk menciptakan apa yang sekarang menjadi perusahaan bernilai 800 miliar dollar AS.

Perseteruan bertajuk "Musk vs Altman" ini pada dasarnya berpusat pada kekecewaan Musk terhadap perubahan arah perusahaan.

Awalnya, Musk menuding CEO OpenAI Sam Altman dan Presiden Greg Brockman telah melakukan penipuan untuk membujuknya agar mau mendanai proyek yang semestinya murni amal tersebut.

Namun, tuduhan penipuan tersebut kini telah dicabut, dan fokus gugatannya dipersempit menjadi tudingan soal "pengayaan yang tidak sah" dan "pelanggaran kepercayaan amal".

Di hadapan hakim, Musk menyatakan bahwa pendirian OpenAI sebagai lembaga nirlaba (non-profit) di masa lalu memberinya "keunggulan moral" dan semacam "efek halo" yang positif.

Ia meyakini bahwa memiliki laboratorium untuk mengembangkan "kecerdasan super digital" dalam bentuk amal merupakan sesuatu yang sangat bernilai.

"Tapi Anda tidak bisa bersikap seenaknya," ujar Musk. "Mereka mendapat 'asosiasi yang baik' dengan menjadi lembaga nirlaba, lalu malah beralih ke model komersial," keluhnya.

Baca juga: Makin Moncer, Bisnis Anthropic Salip OpenAI

Kekecewaan ini makin memuncak saat ia menyadari bahwa sumbangannya justru berbuah manis menjadikan OpenAI sebuah perusahaan raksasa.

Baca juga: Komputer Nvidia Tak Laku, Dibeli Elon Musk dan Revolusi AI Dimulai

Keraguan pakar hukum

Meski merasa dirugikan, sejumlah pakar hukum menyoroti keabsahan gugatan Musk.

Profesor hukum Universitas Northwestern, Jill Horwitz, menilai gugatan tersebut sangat membingungkan.

"Ide bahwa Elon Musk bisa menggugat hanya karena dia adalah seorang donatur atau mantan anggota dewan sangatlah membingungkan," ujar Horwitz.

Menurut dia, penegakan tujuan amal seharusnya menjadi wewenang Jaksa Agung, dan hal itu sebenarnya sudah pernah terjadi.

Setahun sebelumnya, Jaksa Agung California bahkan pernah menyebut bahwa gugatan Musk tidak menunjukkan kepentingan publik yang jelas dan justru mengisyaratkan motif egois.

Pihak Musk membantah hal ini dan menegaskan bahwa ia tidak ingin memiliki OpenAI, melainkan hanya ingin mengembalikannya ke bentuk amal.

Baca juga: Elon Musk dan Sam Altman Twitwar, Saling Serang di X

Tuntutan dan motif di baliknya

Melalui gugatan ini, Musk secara spesifik menuntut pemecatan Brockman dan Altman dari jabatan mereka.

Ia juga meminta agar uang senilai 130 miliar dollar AS dialihkan kembali dari korporasi ke yayasan nirlabanya, dan memaksa OpenAI untuk sepenuhnya kembali menjadi yayasan amal.

Namun, motif ini kembali dipertanyakan ketika Musk ditanya oleh pengacara soal posisi xAI, perusahaan AI miliknya saat ini.

"Saat ini, xAI secara teknis adalah pesaing (OpenAI), tetapi ukurannya jauh lebih kecil," jawab Musk.

Nasib gugatan ini kini berada di tangan sembilan orang juri yang keputusannya hanya akan bersifat penasihat. Keputusan mutlak dan finalnya nanti akan ditentukan langsung oleh Hakim Distrik Yvonne Gonzalez Rogers.

Tag:  #saya #benar #benar #bodoh #beri #uang #openai

KOMENTAR