Anak Magang Vs Robot AI, Siapa Lebih Cepat?
- Perkembangan robot humanoid atau robot yang mirip manusia, membuat sebagian kalangan khawatir. Robot humanoid ditakutkan akan menggantikan manusia, baik tenaga pikiran maupun fisik.
Untuk menguji kekhawatiran itu, startup robotika Figure AI membuat tantangan unik. Mereka mengadu manusia, tepatnya anak magang di kantor mereka, dan robot humanoid F.03.
Anak magang dan robot humanoid akan adu ketangkasan dalam menyortir paket. Hasilnya, anak magang bernama Aime tersebut menang setelah berhasil menyortir 192 paket lebih banyak dibandingkan robot andalan perusahaan tersebut.
Adapun secara total, Aime mampu menyelesaikan 12.924 paket, sementara robot humanoid F.03 buatan Figure AI hanya mencatat 12.732 paket.
Baca juga: China Bikin Robot ala Gundam, Bisa Dinaiki Manusia Harganya Rp 11 Miliar
Tantangan bertajuk "Man vs. Machine" ini dibuat untuk menguji kemampuan manusia dan robot andalan perusahaan dalam pekerjaan fisik berulang seperti menyortir paket di gudang.
Dalam tantangan ini, selain menyortir paket, peserta juga harus mendeteksi barcode, mengambil paket, lalu meletakkannya di conveyor belt (ban berjalan) dengan posisi yang sudah ditentukan.
Kompetisi tersebut berlangsung selama 10 jam dan disiarkan secara langsung.
Sempat disalip lalu membalikkan keadaan
Meski kalah di akhir kompetisi, robot humanoid F.03 sempat unggul di tengah tantangan.
Menurut CEO Figure AI, Brett Adcock, robot itu menyalip Aime ketika anak magang tersebut mengambil waktu istirahat untuk pergi ke kamar mandi.
Sebagai pekerja manusia, dalam kompetisi ini Aime memang mendapatkan waktu makan dan jeda kerja berbayar sesuai aturan ketenagakerjaan negara bagian California, AS.
Namun setelah kembali ke arena kompetisi, Aime berhasil mengejar ketertinggalan tersebut dan kembali unggul hingga perlombaan selesai.
Robot humanoid F.03 milik Figure AI mengikuti kompetisi ?Man vs. Machine? melawan manusia dalam tantangan sortir paket selama 10 jam nonstop.
Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Beincrypto, dari sisi kecepatan, selisih performa antara manusia dan robot humanoid tersebut sebenarnya sangat tipis.
Aime disebut mencatat rata-rata wktu 2,79 detik untuk menyortir satu paket. Sementara robot humanoid F.03 mencatat rata-rata 2,83 detik per paket, atau hanya terpaut sekitar 0,04 detik.
Baca juga: Robot Humanoid AI China Mejeng di Met Gala 2026, Bisa Pose dan Layani Tamu
Manusia kelelahan, robot bisa kerja nonstop
Usai kompetisi selesai, anak magang tersebut mengaku tubuhnya mulai kewalahan akibat bekerja nonstop selama 10 jam.
Ia mengatakan jari-jarinya lecet, sementara lengan kirinya terasa seperti patah karena melakukan gerakan berulang secara terus-menerus.
The human won: 12,924 vs 12,734 packages over a ten hour shift.
Aime said that he was just another 30 mins away from needing to quit - his back and forearms are sore.
The human goes home to sleep and the Bot (Bob) continues to work. pic.twitter.com/WRX8KlndU9
— Cern Basher (@CernBasher) May 18, 2026
Dalam unggahan akun X @CernBasher, disebutkan juga bahwa Aime mengeluh punggung dan lengannya terasa sakit. Ia bahkan mengaku mungkin hanya mampu bertahan sekitar 30 menit lagi sebelum harus berhenti bekerja.
Tentu saja, di sisi lain, rasa manusiawi yang dialami Aime itu tidak terjadi pada robot humanoid F.03. Robot tersebut mampu terus bekerja lintas shift tanpa henti.
AI disebut bisa geser pekerja kantoran
Kompetisi yang diadakan Figure AI ini kembali memunculkan pembahasan soal perkembangan AI dan robot humanoid di dunia kerja.
Meski dalam tantangan ini robot tersebut kalah dalam pekerjaan fisik, namun di sektor pekerjaan kantoran AI berkembang jauh lebih cepat.
CEO AI Microsoft, Mustafa Suleyman, sebelumnya memperkirakan sebagian besar pekerjaan profesional berbasis komputer akan mulai diotomatisasi AI dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.
Ia menyebut, profesi seperti pengacara, akuntan, manajer proyek, hingga pekerja marketing, masuk dalam kategori pekerjaan yang paling rentan terdampak AI.
Baca juga: Gelombang PHK Tinggi, AI Jadi Biang Keroknya?