14 Kebiasaan Digital yang Membuat Perangkat Cepat Rusak dan Rentan Diretas
- Tanpa disadari, banyak kebiasaan digital sehari-hari yang justru membuat perangkat lebih cepat rusak dan rentan terhadap ancaman siber.
Mulai dari malas memperbarui sistem operasi, mengabaikan peringatan keamanan, hingga menyambungkan perangkat ke jaringan WiFi sembarangan, semuanya bisa menjadi celah yang berbahaya.
Menurut para pemimpin IT sebagaimana dirangkum KompasTekno dari laman Forbes Tech Council, ada 14 kebiasaan buruk yang sebaiknya segera dihentikan sebelum terlambat. Apa saja itu? Selengkapnya berikut ini ulasannya.
Baca juga: Bangun Tidur Langsung Cek HP? Kebiasaan Ini Bisa Jadi Tanda Kecanduan Digital
Meninggalkan perangkat tanpa dikunci
Meninggalkan ponsel, tablet, atau laptop tanpa dikunci saat ditinggal sebentar adalah kebiasaan yang kerap dianggap sepele.
Padahal, siapa pun yang berada di sekitar Anda bisa dengan mudah mengakses data pribadi, aplikasi perbankan, hingga akun media sosial hanya dalam hitungan detik.
Mengabaikan perawatan perangkat dan keamanan sistem
Meremehkan perawatan rutin perangkat dan mengabaikan pengaturan keamanan dasar adalah kesalahan yang sering dilakukan. Kelalaian kecil semacam ini bisa berujung pada kerusakan perangkat lebih cepat, kebocoran data pribadi, hingga kerugian finansial yang tidak terduga.
Tidak teliti memeriksa e-mail dan pesan masuk
Serangan siber melalui e-mail dan pesan singkat kini semakin canggih dan sulit dibedakan dari komunikasi resmi. Para penipu merancang jebakan yang semakin realistis untuk mengelabui korban.
Maka dari itu, setiap pesan yang meminta perubahan kata sandi, kode OTP, atau informasi pribadi harus diperiksa dengan sangat teliti sebelum direspons.
Menunda pembaruan sistem
Menunda pembaruan sistem operasi dan aplikasi di ponsel maupun laptop adalah kebiasaan yang risikonya tidak main-main.
Pembaruan perangkat lunak mengandung tambalan keamanan untuk celah terbaru yang ditemukan oleh para peneliti. Menundanya berarti membiarkan perangkat tetap rentan terhadap ancaman yang sudah diketahui oleh peretas.
Tidak melindungi perangkat secara fisik
Banyak orang membawa laptop atau ponsel ke mana saja tanpa perlindungan yang memadai. Lonjakan listrik, benturan, atau paparan panas berlebih bisa merusak perangkat secara permanen.
Gunakan pelindung tegangan listrik, simpan laptop dalam tas berbantalan, dan jangan pernah meninggalkan perangkat tanpa pengawasan di tempat umum atau di dalam mobil yang terparkir.
Mengunduh aplikasi dan software tidak resmi
Mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya atau mengunjungi situs web berbahaya bisa mengundang malware yang mencuri data pribadi, memata-matai aktivitas Anda, bahkan menguras rekening bank.
Pastikan hanya mengunduh aplikasi dari toko resmi seperti Google Play Store atau App Store, dan hindari mengeklik tautan mencurigakan dari pengirim yang tidak dikenal.
Menggunakan password lemah dan tidak mengaktifkan autentikasi dua faktor
Menggunakan kata sandi yang mudah ditebak seperti tanggal lahir atau nama lengkap, apalagi memakai kata sandi yang sama untuk banyak akun sekaligus, adalah kombinasi berbahaya yang membuat akun sangat mudah dibobol.
Aktifkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) di semua akun penting dan gunakan kata sandi yang kuat serta unik untuk setiap layanan.
Ceroboh dalam kebiasaan sehari-hari
Kebiasaan sepele seperti makan atau minum di dekat perangkat elektronik bisa menyebabkan kerusakan permanen yang tidak ditanggung garansi.
Selain itu, terhubung ke jaringan Wi-Fi publik tanpa enkripsi saat bertransaksi online atau mengakses akun penting sangat berisiko karena data yang dikirim bisa disadap oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Lupa menonaktifkan layanan cloud yang tidak terpakai
Pengguna layanan penyimpanan atau komputasi awan sering kali mengaktifkan fitur atau layanan tambahan sesuai kebutuhan, namun lupa menonaktifkannya setelah selesai digunakan.
Layanan yang dibiarkan aktif tanpa pengawasan bisa menyimpan data pribadi yang sensitif dan berpotensi menjadi celah keamanan, sekaligus menambah tagihan yang tidak perlu.
Membiarkan perangkat terisi daya semalaman
Kebiasaan mengisi daya ponsel atau laptop semalaman tanpa henti ternyata berdampak buruk pada kesehatan baterai jangka panjang.
Pengisian daya yang terlalu lama membuat baterai terus berada dalam kondisi penuh yang justru mempercepat degradasi sel baterai. Akibatnya, kapasitas baterai berkurang lebih cepat dari seharusnya.
Tidak mematikan perangkat dengan benar
Menutup layar laptop tanpa benar-benar mematikannya atau sekadar menekan tombol sleep adalah kebiasaan yang berdampak ganda.
Selain memperpendek usia baterai, cara ini juga melewati proses enkripsi perangkat yang seharusnya aktif saat perangkat dimatikan sepenuhnya.
Jika perangkat hilang atau dicuri dalam kondisi sleep, data di dalamnya jauh lebih mudah diakses oleh orang yang tidak berhak.
Langsung percaya siapa pun yang meminta informasi pribadi
Rekayasa sosial atau social engineering kini menjadi salah satu metode penipuan paling umum. Pelaku berpura-pura menjadi pihak resmi seperti bank, operator seluler, atau layanan teknis untuk memancing korban agar memberikan kata sandi, kode OTP, atau data pribadi lainnya.
Jangan pernah memberikan informasi sensitif kepada siapa pun tanpa memverifikasi identitas mereka terlebih dahulu melalui saluran resmi.
Terburu-buru menganggap perangkat sudah usang
Banyak orang cepat merasa perangkat mereka sudah tidak layak pakai hanya karena usianya atau karena ada model terbaru yang dirilis.
Padahal, menambah kapasitas RAM, mengganti ke penyimpanan SSD yang lebih cepat, atau sekadar memperbarui sistem operasi sering kali bisa memperpanjang masa pakai perangkat secara signifikan.
Terburu-buru mengganti perangkat tanpa merawat yang lama juga bisa menimbulkan risiko keamanan jika perangkat lama tidak dihapus datanya dengan benar sebelum dijual atau dibuang.
Mengabaikan keamanan WiFi dan router di rumah
Jaringan WiFi rumah yang dibiarkan dengan konfigurasi bawaan pabrik, kata sandi default, dan pengaturan keamanan yang minim adalah celah yang mudah dieksploitasi.
Kondisi ini memberi jalan bagi penyerang untuk menyusup ke jaringan rumah dan mengakses semua perangkat yang terhubung, mulai dari ponsel, laptop, hingga perangkat rumah pintar yang tersambung ke internet.
Baca juga: Password Kuat Bukan Jaminan, Waspadai Serangan Digital Ini
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #kebiasaan #digital #yang #membuat #perangkat #cepat #rusak #rentan #diretas