Jumlah Vending Machine di Jepang Menurun Drastis, Apa Alasannya?
Jumlah vending machine (mesin penjual otomatis) minuman di Jepang menurun drastis, bahkan angkanya mencapai level terendah dalam 30 tahun terakhir.
Adapun vending machine termasuk salah satu keunikan Negeri Sakura karena mudah ditemukan di tiap sudut jalan. Biasanya mesin ini menjual minuman, tapi ada juga yang menjual makanan dan benda koleksi.
- Warga Jepang Paling Kurang Tidur di Dunia, Beban Kerja Jadi Sorotan
- Jepang Dinobatkan Jadi Negara Paling Sopan di Dunia, Apa Alasannya?
Data dari lembaga Inryo Soken (Beverage Research Institute) yang berbasis di Tokyo menunjukkan, jumlah vending machine minuman di Jepang menurun hingga 1,95 juta unit pada tahun 2025, atau turun hingga di bawah dua juta unit untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir,
Jumlah unit yang terjual pada tahun 2025 turun sebanyak 90.000 unit dibandingkan tahun sebelumnya, dilansir dari Tokyo Shimbun, Senin (13/4/2026). Hal tersebut menjadi penurunan tahunan terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah.
Tidak hanya itu, ini pertama kalinya sejak tahun 1994, jumlah vending machine turun di bawah dua juta unit.
Padahal, pada tahun 1995, jumlahnya pernah mencapai 2,17 juta unit. Bahkan, antara tahun 1999 hingga 2016, jumlahnya stabil di angka 2,4 juta unit atau lebih, dikutip dari Soranews24.com.
Jumlah vending machine di Jepang turun drastis
Vending machine minuman mulai ditinggalkan?
Jumlah vending machine (mesin penjual minuman otomatis) di Jepang disebut mencapai level terendah dalam 30 tahun. Simak penjelasan di baliknya.
Jumlah vending machine minuman di Jepang terus menurun sejak mencapai puncaknya pada tahun 2014. Ada beberapa alasan utama di balik fenomena ini, di antaranya kenaikan harga dan penurunan permintaan.
Kenaikan harga barang di Jepang berdampak terhadap harga minuman di vending machine. Untuk produk seperti air mineral, teh hijau, dan kopi, harganya bisa naik 20 persen lebih mahal.
Oleh sebab itu, berbeda dengan dulu, membeli minuman di vending machine membuat penduduk Jepang harus berpikir dua kali.
Biasanya vending machine minuman diletakkan di titik-titik "strategis", seperti peron stasiun atau sudut jalan. Masyarakat pun bisa berhenti sejenak untuk membeli minuman sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
Kendati demikian, ketika melihat harganya yang mahal, mereka sering kali batal membeli dan memilih untuk lanjut berjalan.
- Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terbaik Asia, Sejajar Jepang
- Imbas Konflik Timur Tengah, Maskapai Jepang Ini Naikkan Biaya Bahan Bakar hingga 2 Kali Lipat
Ada tempat belanja lain yang lebih murah
Jumlah vending machine (mesin penjual minuman otomatis) di Jepang disebut mencapai level terendah dalam 30 tahun. Simak penjelasan di baliknya.
Alternatif tempat membeli minuman juga dinilai memengaruhi menurunnya jumlah vending machine minuman di Jepang.
Convenience store (minimarket), misalnya, menawarkan harga minuman yang mirip dengan harga di vending machine. Namun, biasanya toko ini menawarkan promo bundling yaitu beli onigiri (nasi kepal) atau bento (bekal) mendapat bonus minuman gratis.
Promo tersebut jauh lebih menarik bagi masyarakat yang ingin berhemat.
Tidak hanya itu, ada pula supermarket yang menawarkan harga minuman sedikit lebih murah. Lokasinya memang tidak selalu strategis layaknya vending machine, tapi masyarakat rela berjalan sedikit lebih jauh untuk membeli di supermarket.
Alternatif lainnya adalah toko online (daring). Untuk orang-orang yang punya rutinitas membeli minuman setiap hari, opsi ini jauh lebih ramah di kantong karena mereka bisa membeli dalam jumlah banyak dengan harga lebih murah dibanding vending machine.
- 5 Negara yang Terima QRIS Selain Indonesia, dari Thailand hingga Jepang
- Harga Tiket JR Pass Jepang Bakal Naik 6 Persen
Masa depan vending machine di Jepang
Jumlah vending machine (mesin penjual minuman otomatis) di Jepang disebut mencapai level terendah dalam 30 tahun. Simak penjelasan di baliknya.
Masa depan vending machine di Jepang disebut masih penuh tantangan, meskipun saat ini mesin tersebut tidak akan langsung hilang total.
Kendati demikian, operator vending machine tetap harus mencari cara agar mesin ini kembali menarik bagi konsumen.
Tag: #jumlah #vending #machine #jepang #menurun #drastis #alasannya