Fakta Masjid Cut Meutia di Menteng, Berusia Lebih dari 100 Tahun
Terletak di tengah hiruk pikuk ibu kota, Masjid Cut Meutia menjadi saksi perjalanan panjang sejarah sejak 1912. Bangunan di Jalan Taman Cut Mutiah Nomor 1 Menteng, Jakarta Pusat, ini merupakan peninggalan era kolonial Belanda, yang kemudian beralih fungsi menjadi tempat ibadah. Masjid Cut Meutia merupakan salah satu titik pemberhentian dalam program Casual Walking Tour BerKemana (bersama Kompas.com kemana), Sabtu (18/4/2026).(Kompas.com/
12:28
20 April 2026

Fakta Masjid Cut Meutia di Menteng, Berusia Lebih dari 100 Tahun

Terletak di tengah hiruk pikuk ibu kota, Masjid Cut Meutia menjadi saksi perjalanan panjang sejarah sejak 1912.

Bangunan di Jalan Taman Cut Mutiah Nomor 1 Menteng, Jakarta Pusat, ini merupakan peninggalan era kolonial Belanda, yang kemudian beralih fungsi menjadi tempat ibadah.

Masjid Cut Meutia merupakan salah satu titik pemberhentian dalam program Casual Walking Tour BerKemana (bersama Kompas.com kemana), Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Wajah-wajah Yogyakarta: dari Hiruk Pikuk Malioboro hingga Sunyi Masjid Jogokariyan

Saat pertama kali dirancang oleh P.A.J Moojen yang juga merancang kawasan Menteng, gedung yang dikenal sebagai "Boplo" ini mulanya dibangun sebagai kantor biro arsitektur dan pengembang bernama N.V. De Bauploeg.

Dikutip dari situs resmi Masjid Cut Meutia, Boplo pernah digunakan sebagai kantor pos, kantor Jawatan Kereta Api Belanda dan kantor Kempetai Angkatan Laut Jepang, sebelum akhirnya berdiri kokoh sebagai bangunan masjid.

Bahkan, setelah masa kemerdekaan, Presiden pertama Republik Indonesia (RI), Soekarno juga sempat menjadikan bangunan ini sebagai kantor Dinas Perumahan Rakyat, seperti dikutip Kompas.comSenin (20/4/2026).

Baca juga: 10 Wisata Sejarah di Malang, Ada Museum dan Masjid Tertua

Arah kiblat Masjid Cut Meutia yang dibuat miring 15 derajatKompas.com/Wasti Samaria Simangunsong Arah kiblat Masjid Cut Meutia yang dibuat miring 15 derajat

Bangunan tersebut kemudian beralih fungsi sebagai kantor Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), yang dipimpin oleh Jenderal A.H. Nasution.

"Pasca-kemerdekaan, ini menjadi kantor DPR-MPR pertama di Indonesia sebelum berpindah di Senayan, diketuai oleh Jenderal A.H. Nasution," kata penjaga masjid Derisman.

Atas inisiasi sang Jenderal pula lah gedung ini dijadikan bangunan cagar budaya.

Baca juga: Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Resmi Jadi Cagar Budaya Nasional

Kapan Masjid Cut Meutia diresmikan?

Terletak di tengah hiruk pikuk ibu kota, Masjid Cut Meutia menjadi saksi perjalanan panjang sejarah sejak 1912. Bangunan di Jalan Taman Cut Mutiah Nomor 1 Menteng, Jakarta Pusat, ini merupakan peninggalan era kolonial Belanda, yang kemudian beralih fungsi menjadi tempat ibadah. Masjid Cut Meutia merupakan salah satu titik pemberhentian dalam program Casual Walking Tour BerKemana (bersama Kompas.com kemana), Sabtu (18/4/2026).Kompas.com/Krisda Tiofani Terletak di tengah hiruk pikuk ibu kota, Masjid Cut Meutia menjadi saksi perjalanan panjang sejarah sejak 1912. Bangunan di Jalan Taman Cut Mutiah Nomor 1 Menteng, Jakarta Pusat, ini merupakan peninggalan era kolonial Belanda, yang kemudian beralih fungsi menjadi tempat ibadah. Masjid Cut Meutia merupakan salah satu titik pemberhentian dalam program Casual Walking Tour BerKemana (bersama Kompas.com kemana), Sabtu (18/4/2026).

Setelah kantor MPRS dipindahkan ke kawasan Senayan, A.H. Nasution tidak ingin gedung itu difungsikan kembali menjadi sebuah kantor.

Ia pun meminta agar gedung dimanfaatkan sebagai sebuah masjid. Namun, bangunan tersebut tidak lantas diresmikan sebagai masjid.

Melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 5184/1987 tanggal 18 Agustus 1987, bangunan itu baru diresmikan sebagai Masjid Cut Meutia.

Baca juga: Berkunjung ke Masjid Berbentuk Kabah di Atas bukit Gunungkidul

Terletak di tengah hiruk pikuk ibu kota, Masjid Cut Meutia menjadi saksi perjalanan panjang sejarah sejak 1912. Bangunan di Jalan Taman Cut Mutiah Nomor 1 Menteng, Jakarta Pusat, ini merupakan peninggalan era kolonial Belanda, yang kemudian beralih fungsi menjadi tempat ibadah. Masjid Cut Meutia merupakan salah satu titik pemberhentian dalam program Casual Walking Tour BerKemana (bersama Kompas.com kemana), Sabtu (18/4/2026).

Kompas.com/Krisda Tiofani Terletak di tengah hiruk pikuk ibu kota, Masjid Cut Meutia menjadi saksi perjalanan panjang sejarah sejak 1912. Bangunan di Jalan Taman Cut Mutiah Nomor 1 Menteng, Jakarta Pusat, ini merupakan peninggalan era kolonial Belanda, yang kemudian beralih fungsi menjadi tempat ibadah. Masjid Cut Meutia merupakan salah satu titik pemberhentian dalam program Casual Walking Tour BerKemana (bersama Kompas.com kemana), Sabtu (18/4/2026).

Nama Cut Meutia diambil dari jalan yang berada di dekat gedung tersebut. Kini Masjid Cut Meutia resmi menjadi gedung yang dilindungi sebagai gedung cagar budaya, sejak tahun 1961.

Mengingat sejak awal bangunan ini tidak dirancang sebagai tempat ibadah, begitu dijadikan masjid arah kiblat di dalamnya harus dibuat dibuat miring 15 derajat dari sisi tembok bangunan.

Sekitar tahun 1980-an, ada wacana bangunan ini akan dirobohkan pada masa kepemimpinan Presiden kedua RI, Soeharto.

Baca juga: Alasan 2 Waktu Ini Jadi yang Terbaik untuk Mengunjungi Masjid Al Jabbar

Pembangunan rel kereta api di belakang masjid menjadi alasannya. Rel kereta tersebut mulanya akan dibuat membentang dari Cikini harusnya menuju ke Gambir, namun karena ada Masjid Cut Meutia, gedung ini harus dirobohkan.

Usul untuk merobohkan bangunan masjid menuai banyak pertentangan dari masyarakat dan tokoh-tokoh sekitar. Masjid akhirnya tetap berdiri kokoh sampai saat ini. 

Baca juga: Berkunjung ke Masjid Berbentuk Kabah di Atas bukit Gunungkidul

Tag:  #fakta #masjid #meutia #menteng #berusia #lebih #dari #tahun

KOMENTAR