7 Fenomena Langit Mei 2026 yang Sayang Dilewatkan, Ada Supermoon
- Ada banyak fenomena langit pada bulan Mei 2026 sehingga cocok untuk pengamat langit malam atau pencinta astronomi.
Mulai dari hujan meteor, kemunculan komet, hingga fenomena langka “bulan biru”, sederet peristiwa langit diperkirakan akan menghiasi malam sepanjang bulan ini.
Dilansir dari Travel and Leisure, Selasa (5/52026), berikut beberapa fenomena langit yang dapat disaksikan sepanjang Mei 2026.
- Kenapa KA Argo Bromo Anggrek Ganti Nama Jadi KA Anggrek?
- Jangan Sampai Kehabisan Slot, Ini Tips War Tiket Online Planetarium Jakarta
Fenomena langit Mei 2026
1. Bulan purnama "Flower Moon" (1 Mei)
Ilustrasi bulan purnama. Ada banyak fenomena langit Mei 2026 yang bisa dilihat, dari Supermoon hingga mengamati inti Galaksi Bima Sakti.
Bulan purnama pertama di Mei dikenal dengan nama “Flower Moon” atau bulan bunga Nama ini berasal dari musim bunga yang bermekaran di belahan bumi utara.
Beberapa masyarakat asli Amerika Utara juga menyebutnya sebagai Bulan Katak, Bulan Bertelur, dan Bulan Tunas Daun untuk menandai adanya pergantian musim.
Menariknya, Mei 2026 akan memiliki dua bulan purnama. Bulan purnama kedua yang muncul pada 31 Mei disebut “Blue Moon" atau bulan biru.
Kedua bulan purnama ini juga termasuk “micro moon” atau bulan mikro karena terjadi saat bulan berada di titik terjauh dari bumi.
Maka dari itu, ukuran bulan akan terlihat sedikit lebih kecil dan lebih redup dari biasanya. Meski begitu, fenomena ini tetap menarik dilihat saat bulan muncul di langit timur setelah matahari terbenam.
2. Komet PANSTARRS di belahan bumi selatan (5 Mei)
Komet PANSTARRS sudah terlihat sejak akhir April 2026.
Pada awal Mei, pengamatan terbaik akan terjadi di belahan bumi selatan setelah komet melewati posisi dekat matahari dan kembali bergerak menjauh ke luar angkasa.
Waktu terbaik untuk melihat komet ini adalah pada Selasa (5/5/2026) malam, sekitar 45 menit setelah matahari terbenam.
Komet PANSTARRS bisa dilihat ke arah barat daya sebelum cahaya bulan mulai mengganggu pengamatan.
- Cara Membeli Tiket Planetarium Jakarta 2026, Bisa Online dan Offline
- 13 Tahun Tutup, Planetarium Jakarta Kini Buka Lagi dan Beri Akses Gratis 3 Bulan
3. Hujan meteor Eta Aquariids (6 Mei)
Ilustrasi hujan meteor. Ada banyak fenomena langit Mei 2026 yang bisa dilihat, dari Supermoon hingga mengamati inti Galaksi Bima Sakti.
Hujan meteor Eta Aquariids mencapai puncaknya pada malam dari Selasa (5/5/2026) sampai Rabu (6/5/2026).
Fenomena ini terjadi saat bumi melewati sisa debu dan puing dari Komet Halley.
Meteor akan tampak berasal dari konstelasi Aquarius dan paling jelas terlihat dari belahan bumi selatan.
Sementara itu, pengamat di belahan bumi utara masih bisa melihat beberapa meteor sebelum matahari terbit.
Namun, cahaya bulan diperkirakan cukup terang sehingga bisa mengurangi jumlah meteor yang terlihat. Maka dari itu, pengamatan sebaiknya dilakukan dari tempat gelap dan minim cahaya.
4. Musim pengamatan Bima Sakti dimulai (pertengahan Mei)
Ilustrasi Galaksi Bima Sakti, salah satu fenomena langit yang bisa diamati pada Mei 2026.
Pertengahan hingga akhir Mei menjadi waktu terbaik untuk melihat inti Galaksi Bima Sakti.
Pada periode ini, inti galaksi mulai terlihat sebelum tengah malam.
Minggu bulan baru, kira-kira pada Sabtu (6/5/2026), menjadi waktu ideal untuk melihat “Great Rift” atau Celah Besar Bima Sakti yang membentang di langit tenggara.
Fenomena ini akan terlihat lebih jelas dari tempat dengan langit gelap dan minim polusi cahaya.
5. Supermoon Baru dan Langit Gelap (16 Mei)
Ilustrasi supermoon. Ada banyak fenomena langit Mei 2026 yang bisa dilihat, dari Supermoon hingga mengamati inti Galaksi Bima Sakti.
Fenomena Supermoon baru terjadi saat bulan baru berada di posisi paling dekat dengan bumi.
Meski ukurannya lebih besar dari biasanya, bulan tidak akan terlihat karena sisi terang bulan membelakangi Bumi.
Kondisi ini membuat langit malam menjadi lebih gelap dan cocok untuk melihat bintang atau melakukan astrofotografi.
NASA juga merekomendasikan pengamatan Gugus Bintang Hercules atau M13 yang terlihat seperti bola cahaya melalui teropong. Obyek ini berada di konstelasi Hercules, di antara bintang Vega dan Arcturus.
6. Bulan sabit dan Venus berdampingan (18 Mei)
Ilustrasi planet Venus. Ada banyak fenomena langit Mei 2026 yang bisa dilihat, dari Supermoon hingga mengamati inti Galaksi Bima Sakti.
Pada malam Senin (18/5/2026), bulan sabit tipis akan terlihat dekat dengan Venus di langit barat. Fenomena ini dapat diamati sekitar 45 menit setelah matahari terbenam.
Venus yang dikenal sebagai “bintang senja” akan terlihat di kanan bawah bulan sabit.
Untuk melihatnya dengan jelas, pengamat disarankan mencari lokasi dengan pandangan terbuka ke arah barat-barat laut sebelum pukul 21.15 waktu setempat.
Keduanya diperkirakan terbenam sekitar pukul 22.15 waktu setempat.
- Daftar Planetarium dan Observatorium di Indonesia
- Cara ke Planetarium dan Observatorium Jakarta, Bisa Nobar Gratis Gerhana Bulan Total
7. Bulan Biru dan Bulan Mikro (31 Mei)
Mei 2026 akan ditutup dengan fenomena bulan biru, yaitu bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender.
Fenomena ini juga bertepatan dengan posisi bulan yang berada di titik terjauh dari bumi atau apogee sehingga disebut “micro moon”.
Akibatnya, ukuran bulan akan terlihat sekitar 14 persen lebih kecil dan 30 persen lebih redup dibanding supermoon.
Meski ukurannya lebih kecil, fenomena ini tetap menarik disaksikan saat bulan terbit di langit timur pada malam Minggu (31/5/2026).
Tag: #fenomena #langit #2026 #yang #sayang #dilewatkan #supermoon