Cerita Purbaya Lapor SPT, Kurang Bayar Pajak Rp 50 Juta
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ditemui usai melaksanakan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Sabtu (21/3/2026).(KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
19:32
25 Maret 2026

Cerita Purbaya Lapor SPT, Kurang Bayar Pajak Rp 50 Juta

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan pengalamannya melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) melalui sistem perpajakan baru, Coretax.

Ia mengaku, saat melakukan pelaporan SPT untuk tahun pajak 2025 diketahui bahwa dirinya mengalami kurang bayar mencapai Rp 50 juta.

"Kurang bayar, Rp 50 juta kayaknya," ungkap Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Purbaya Perpanjang Batas Lapor SPT Orang Pribadi hingga 30 April 2026

Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan karena penghasilannya berasal dari dua pekerjaan, yakni sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), kemudian dilantik menjadi Menteri Keuangan pada September 2025.

Purbaya bilang, kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana dia hanya menjabat sebagai Ketua LPS sehingga sumber penghasilannya hanya dari satu tempat kerja.

"Kalau kerja banyak tempat, hampir pasti kurang bayar loh, kecuali satu tempat. Kalau waktu di LPS, saya enggak pernah (kurang bayar), pas terus, karena gaji cuma dari LPS. Kalau sekarang kan, saya masih ada sebagian dari LPS sebagian dari sini (Menkeu)," jelas dia.

Ia mengaku, dalam proses lapor SPT tersebut dibantu pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Namun, sempat terdapat kendala dalam mengakses Coretax.

Baca juga: MBG Mau Dipangkas Jadi 5 Hari, Purbaya: Bisa Hemat Rp 40 Triliun

"Terus terang saya nggak ngisi sendiri, saya ditemani oleh orang pajak. Masuk, muter lagi. 'Gimana sih lu, 4 kali baru bisa masuk?' Kadang-kadang sistemnya muter-muter, enggak ngasih tahu ke kita sehingga kita anggap hang (macet), kita masukin lagi," jelas dia.

Menurutnya, pengembangan Coretax terus dilakukan agar lebih mudah diakses para wajib pajak.

Pembenahan akan dilakukan baik dari sisi desain maupun sistemnya.

"Pertama salah desain. Lalu ada servis jasa software atau aplikasi yang menghubungkan Coretax dengan nasabah, supaya cepat kalau pakai itu. Jadi saya curiga Coretax di sini dibuat kusut, mungkin memang dibuat ruang supaya ada bisnis. Nanti kita akan betulin," pungkas Purbaya.

Tag:  #cerita #purbaya #lapor #kurang #bayar #pajak #juta

KOMENTAR