Antisipasi Krisis Energi, Malaysia Kurangi Jatah BBM Subsidi
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berpidato dalam dalam KTT ke-47 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur pada 28 Oktober 2025.(AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)
06:32
27 Maret 2026

Antisipasi Krisis Energi, Malaysia Kurangi Jatah BBM Subsidi

Pemerintah Malaysia menurunkan kuota pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Research Octane Number 95 atau RON 95. Kebijakan ini berlaku mulai 1 April 2026.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut kuota baru menjadi 200 liter per orang per bulan, turun dari sebelumnya 300 liter.

"Pemerintah akan menyesuaikan batas kelayakan (kuota) RON 95 dari 300 liter per bulan menjadi 200 liter per bulan, mulai 1 April 2026," kata Anwar Ibrahim dalam pernyataan di Kuala Lumpur, Kamis (26/3/2026) malam.

Baca juga: Subsidi Dikurangi, Thailand Naikkan Harga BBM Mulai Hari Ini

Kuota disesuaikan dengan konsumsi riil

Pemerintah mengambil langkah ini setelah mengevaluasi pola konsumsi masyarakat. Rata-rata penggunaan RON 95 tercatat sekitar 100 liter per orang per bulan.

Hampir 90 persen warga menggunakan BBM jenis ini di bawah 200 liter per bulan. Kondisi tersebut menjadi dasar penyesuaian kuota.

Kebijakan ini juga diarahkan untuk menjaga ketahanan energi di tengah risiko krisis global. Pemerintah menilai pembatasan perlu untuk mencegah penyalahgunaan.

Sejumlah kasus viral menunjukkan praktik pembelian tidak wajar. Ada kendaraan asing yang membeli BBM bersubsidi. Ada juga warga yang mengisi BBM ke dalam jeriken.

Baca juga: Filipina Umumkan Darurat Energi, Bangladesh Krisis BBM, Korsel Aktifkan Mode Siaga

Harga subsidi tetap, pengawasan diperketat

Harga RON 95 bersubsidi tetap dipatok 1,99 ringgit Malaysia per liter atau sekitar Rp8.437 per liter. BBM ini hanya untuk warga Malaysia dengan identitas resmi.

Warga asing dikenakan harga normal sekitar 3,87 ringgit per liter atau Rp16.389. Kendaraan pelat luar negeri wajib menggunakan RON 97 dengan harga sekitar 5,15 ringgit per liter atau Rp21.812.

Pemerintah juga membatasi pembelian maksimal 50 liter per transaksi untuk kendaraan kecil. Aturan ini berlaku untuk kendaraan pribadi, angkutan barang, dan transportasi umum.

"Tanpa penyesuaian ini, kita khawatir ada kecenderungan untuk menimbun dan menyelundupkan, sebagaimana yang telah terdeteksi selama ini," kata Anwar.

Pengecualian untuk pengemudi transportasi daring

Pemerintah tetap memberi kelonggaran bagi pengemudi transportasi daring. Kuota maksimal ditetapkan hingga 800 liter per bulan.

Namun, kuota tersebut bergantung pada jarak tempuh kendaraan. Jika tidak memenuhi syarat, batas pembelian akan disesuaikan.

Sejumlah pengemudi di Kuala Lumpur mengaku terbantu dengan kebijakan ini. BBM bersubsidi membantu menekan biaya operasional harian.

Faktor eksternal ikut memengaruhi kebijakan

Anwar juga menyampaikan perkembangan jalur energi global. Kapal tanker Malaysia kini sudah diizinkan melintas Selat Hormuz.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas kelancaran akses tersebut.

Pemerintah memutuskan harga subsidi tetap dipertahankan di tengah ketidakpastian global. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan pasokan tetap aman.

Tag:  #antisipasi #krisis #energi #malaysia #kurangi #jatah #subsidi

KOMENTAR