IKI Maret 2026 di Level 51,86, Industri Masih Ekspansi tapi Melambat
- Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri pada Maret 2026 berada di level 51,86 poin. Angka ini menunjukkan sektor manufaktur masih berada di zona ekspansi.
Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 54,02. Secara tahunan, angka ini juga turun dari 52,98 pada Maret 2025.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni mengatakan IKI mencerminkan kondisi riil industri pengolahan nonmigas.
“Bagian dari tanggung jawab kami sebagai akuntabilitas publik adalah menyampaikan kinerja IKI secara objektif. IKI juga merupakan suara dari industri,” ujar Febri di kantornya, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Desember 2025 Turun Tipis Jadi 51,90
Febri menegaskan, meski melambat, sektor manufaktur tetap tumbuh.
“Kinerja industri pengolahan nonmigas pada bulan Maret 2026 sebesar 51,86. Ini masih di atas 50, artinya industri manufaktur tetap ekspansi, tetapi melambat dibandingkan bulan sebelumnya,” jelasnya.
Dari 23 subsektor, sebanyak 16 subsektor berada di zona ekspansi. Sisanya, 7 subsektor mengalami kontraksi.
Subsektor yang tumbuh menyumbang sekitar 78,3 persen terhadap produk domestik bruto industri pengolahan nonmigas.
Kinerja tertinggi tercatat pada industri percetakan dan reproduksi media rekaman serta industri kendaraan bermotor.
Sejumlah subsektor mengalami kontraksi. Di antaranya industri minuman, pengolahan tembakau, industri kayu, bahan kimia, barang galian bukan logam, serta industri komputer dan peralatan listrik.
Baca juga: Sektor Otomotif Dorong Kenaikan Indeks Kepercayaan Industri Awal 2026
Perlambatan dipengaruhi faktor musiman. Aktivitas produksi menurun setelah periode Lebaran dan Imlek.
“Turunnya IKI sebesar 2,16 poin dibandingkan Februari disebabkan oleh kombinasi faktor, terutama faktor musiman setelah Lebaran dan Imlek, sehingga industri sedikit menurunkan produksinya,” kata Febri.
Sejumlah industri juga menahan produksi karena stok masih tinggi. Distribusi barang ke pasar belum optimal.
“Beberapa industri menurunkan produksinya karena masih banyak stok barang di gudang dan belum terdistribusi ke pasar, antara lain karena adanya pembatasan kendaraan logistik selama sekitar 16 hari,” ujarnya.
Permintaan domestik ikut melemah pada Maret. Kondisi ini turut menekan produksi industri.
“Kami melihat permintaan domestik sedikit menurun pada bulan Maret, sehingga memengaruhi produksi industri,” kata Febri.
Meski melambat, kinerja industri berbasis ekspor dan domestik tetap berada di zona ekspansi. IKI ekspor tercatat 52,73, sedangkan domestik di level 50,54.
Dinamika global belum memberi dampak besar. Krisis energi di Timur Tengah masih terbatas pada subsektor tertentu.
“Dampaknya masih terbatas pada subsektor tertentu, terutama industri yang menggunakan bahan baku dari Timur Tengah seperti kimia dan petrokimia,” ujar Febri.
Sektor manufaktur dinilai masih memiliki daya tahan. Aktivitas industri tetap berada di jalur ekspansi meski tekanan meningkat.
Tag: #maret #2026 #level #5186 #industri #masih #ekspansi #tapi #melambat