BPS: Ekspor RI Tercatat 22,17 Miliar Dollar AS pada Februari 2026
Ilustrasi ekspor. (PIXABAY/AWADPALESTINE)
12:40
1 April 2026

BPS: Ekspor RI Tercatat 22,17 Miliar Dollar AS pada Februari 2026

- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan secara bulanan, pada Februari 2026 nilai ekspor Indonesia mencapai 22,17 miliar dollar AS atau naik 1,01 persen dibandingkan Februari 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, nilai ekspor migas tercatat sebesar 1,08 miliar dollar AS atau turun 4,25 persen, sedangkan ekspor nonmigas mencapai 21,09 miliar dollar AS atau naik 1,30 persen.

"Peningkatan ekspor Februari secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan ekspor beberapa komoditas. Ekspor lemak dan minyak hewan nabati naik 16,19 persen dengan andil 2,17 persen terhadap peningkatan total ekspor," ujar Ateng dalam rilis BPS di Kantor Pusat BPS pada Rabu (1/4/2026).

Kemudian nikel dan barang daripadanya naik 74,84 persen dengan andil 1,84 persen, serta mesin dan perlengkapan elektrik naik 28,43 persen dengan andil 1,21 persen.

Baca juga: Ekspor Indonesia Januari 2026 Naik, Industri Pengolahan Dominan

Pada Februari 2026, ekspor nonmigas sebesar 21,09 miliar dollar AS didominasi sektor industri pengolahan sebesar 18,55 miliar dollar AS.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi sebesar 0,39 miliar dollar AS, serta sektor pertambangan dan lainnya sebesar 2,15 miliar dollar AS.

Namun demikian, secara tahunan ekspor sektor pertanian tercatat turun 31,45 persen, sementara sektor pertambangan dan lainnya turun 18,16 persen.

Sedangkan nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Februari 2026 mencapai 44,32 miliar dollar AS atau naik 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ateng mengatakan kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan ekspor nonmigas di tengah penurunan ekspor migas.

Ateng menjelaskan nilai ekspor migas tercatat sebesar 1,97 miliar dollar AS atau turun 9,75 persen. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai 42,35 miliar dollar AS atau naik 2,82 persen.

“Peningkatan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan yang menjadi pendorong utama dengan andil 5,36 persen,” ujar Ateng

Ia menjelaskan, peningkatan ekspor sektor industri pengolahan ditopang oleh sejumlah komoditas, antara lain minyak kelapa sawit, nikel, kendaraan bermotor roda empat, semikonduktor dan komponen elektronik lainnya, serta kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian.

Jika dilihat berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok tercatat sebesar 10,46 miliar dollar AS atau naik 18,24 persen dibandingkan Januari-Februari 2025.

Secara kumulatif, ekspor nonmigas ke Amerika Serikat, India, dan Uni Eropa juga mengalami peningkatan, sementara ekspor ke kawasan ASEAN mengalami penurunan.

Hal ini membuat, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus menjadi 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Pada Februari 2026 neraca perdagangan mencatat surplus 1,27 miliar dollar AS atau 21,6 triliun (kurs Rp17.000 per dollar AS).

Jika dilihat secara kumulatif periode Januari hingga Februari 2026, tercatat sebesar 2,23 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 37,9 triliun.

Ateng mengatakan, surplus tersebut terutama ditopang oleh kinerja positif sektor nonmigas, sementara sektor migas masih mengalami defisit.

Tag:  #ekspor #tercatat #2217 #miliar #dollar #pada #februari #2026

KOMENTAR