India Turun ke Peringkat 6 Ekonomi Dunia Versi IMF, Ini Penyebabnya
Bendera India()
12:40
17 April 2026

India Turun ke Peringkat 6 Ekonomi Dunia Versi IMF, Ini Penyebabnya

Posisi India dalam peta ekonomi dunia kembali menjadi sorotan.

Setelah sempat disebut sebagai ekonomi terbesar keempat di dunia, negara tersebut kini turun ke peringkat keenam berdasarkan data terbaru Dana Moneter Internasional (IMF).

Dalam laporan World Economic Outlook edisi April 2026, IMF mencatat India berada di posisi keenam ekonomi terbesar dunia berdasarkan produk domestik bruto (PDB) nominal.

Baca juga: Air India Rugi Rp 41 Triliun, Tata dan Singapore Airlines Bahas Suntikan Dana

Ilustrasi Bendera India. Daftar negara dengan penduduk terbanyak di dunia 2024.Unsplash.com Ilustrasi Bendera India. Daftar negara dengan penduduk terbanyak di dunia 2024.

Posisi ini menempatkan India di bawah Jepang dan Inggris, meskipun negara tersebut tetap mencatat pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Penurunan peringkat ini terjadi di tengah paradoks: India tetap menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, tetapi secara nominal justru kehilangan posisi dalam daftar ekonomi terbesar global.

Turun dua peringkat dalam setahun

Data IMF menunjukkan, India turun dua peringkat sekaligus, dari posisi keempat menjadi keenam dalam daftar ekonomi terbesar di dunia.

Secara nominal, PDB India pada 2026 diperkirakan mencapai 4,15 triliun dollar AS. Jika dikonversikan dengan kurs Rp 17.180 per dollar AS, angka tersebut setara sekitar Rp 71.297 triliun.

Baca juga: Datangi Wamentan, Australia dan India Jajaki Impor Urea Indonesia

Namun, angka tersebut masih berada di bawah Inggris yang memiliki PDB sekitar 4,26 triliun dollar AS atau setara sekitar Rp 73.187 triliun), serta Jepang sebesar 4,38 triliun dollar AS atau setara sekitar Rp 75.248 triliun.

Pada tahun sebelumnya, India sempat melampaui Inggris dan mendekati Jepang, sehingga sempat diposisikan sebagai ekonomi terbesar keempat dunia.

Namun, revisi data dan perubahan faktor eksternal membuat posisi tersebut tidak bertahan lama.

Kota MumbaiBritannica Kota Mumbai

Bukan karena ekonomi India melemah

Penurunan peringkat ini bukan disebabkan oleh pelemahan fundamental ekonomi India. Sebaliknya, negara tersebut tetap mencatat pertumbuhan yang solid.

Baca juga: India Kembali Impor Minyak Iran Setelah 7 Tahun untuk Amankan Pasokan

IMF bahkan memperkirakan ekonomi India akan tumbuh sekitar 6,5 persen pada 2027, menjadikannya salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di antara ekonomi besar dunia.

Sejumlah laporan juga menunjukkan secara nominal dalam mata uang domestik, India masih mencatat pertumbuhan yang tinggi.

Dalam salah satu analisis yang dikutip Business Standard disebutkan bahwa pertumbuhan nominal dalam rupee mencapai sekitar 9 persen.

Dengan demikian, penurunan peringkat lebih bersifat teknis dibandingkan struktural.

Baca juga: BPS Catat Impor Pikap Capai Rp 975,8 Miliar, Didominasi dari India dan Thailand

Dampak pelemahan nilai tukar

Salah satu faktor utama yang menjelaskan penurunan posisi India adalah pelemahan nilai tukar rupee terhadap dollar AS.

IMF menggunakan ukuran PDB dalam dollar AS untuk membandingkan ukuran ekonomi antarnegara. Artinya, fluktuasi nilai tukar memiliki dampak langsung terhadap peringkat global.

Dalam periode terbaru, nilai tukar rupee melemah dari sekitar 84,6 per dollar AS pada 2024 menjadi sekitar 88,5 per dollar AS pada 2025.

Depresiasi ini membuat nilai PDB India dalam dollar AS tampak lebih kecil, meskipun dalam mata uang domestik sebenarnya tumbuh.

Baca juga: RI Antisipasi Krisis Bahan Baku Plastik, Bidik India hingga Afrika

Fenomena ini menegaskan bahwa ukuran ekonomi global tidak hanya dipengaruhi oleh pertumbuhan riil, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti pergerakan mata uang.

Revisi basis perhitungan

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Freepik Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

Selain nilai tukar, faktor lain yang memengaruhi adalah revisi basis perhitungan PDB.

Dalam laporan IMF, perubahan metode atau basis tahun perhitungan dapat memengaruhi angka nominal PDB suatu negara.

Revisi ini dapat menyebabkan penyesuaian angka, yang pada akhirnya berdampak pada posisi dalam peringkat global.

Baca juga: Agrinas Impor 160.000 Mobil dari India, Jepang, dan China untuk Kopdes

Dalam kasus India, kombinasi antara depresiasi mata uang dan revisi basis data membuat nilai PDB nominalnya relatif lebih rendah dibandingkan negara lain seperti Inggris dan Jepang.

Selisih tipis dengan negara lain

Meski turun peringkat, selisih PDB antara India dan negara di atasnya relatif tipis.

Sebagai gambaran, estimasi menunjukkan PDB India sekitar 3,92 triliun dollar AS pada 2025 atau setara sekitar Rp 67.346 triliun), dibandingkan Inggris sekitar 4 triliun dollar AS atau setara sekitar Rp 68.720 triliun) dan Jepang sekitar 4,44 triliun dollar AS atau setara sekitar Rp 76.279 triliun.

Selisih ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam nilai tukar atau pertumbuhan dapat dengan mudah menggeser posisi antarnegara.

Baca juga: Impor 105.000 Pikap dari India Tetap Jalan, Kemenkop Buka Suara

Dengan kata lain, peringkat ekonomi global bersifat dinamis dan sangat sensitif terhadap perubahan variabel makroekonomi.

Tetap jadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi

Meski turun peringkat, India tetap mempertahankan statusnya sebagai salah satu mesin pertumbuhan global.

IMF menilai India sebagai ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat serta ekspansi sektor jasa dan industri.

Dalam struktur ekonominya, konsumsi domestik menyumbang hampir 70 persen terhadap PDB, menjadikan India sebagai salah satu pasar konsumen terbesar di dunia.

Ilustrasi pemandangan kota Mumbai, India. Inilah tempat orang-orang terkaya di dunia memilih untuk tinggal.UNSPLASH/HARSH KONDEKAR Ilustrasi pemandangan kota Mumbai, India. Inilah tempat orang-orang terkaya di dunia memilih untuk tinggal.

Baca juga: Krisis LPG di India Paksa Hotel Kembali ke Tungku Kayu

Selain itu, sektor jasa menjadi kontributor utama, dengan porsi sekitar 55 persen terhadap PDB.

Kombinasi ini memberikan fondasi yang relatif kuat bagi pertumbuhan ekonomi jangka menengah.

Potensi kembali naik peringkat

Beberapa proyeksi menunjukkan bahwa penurunan peringkat ini berpotensi bersifat sementara.

Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi tetap tinggi dan nilai tukar stabil, India diperkirakan dapat kembali naik ke posisi keempat dalam beberapa tahun ke depan.

Baca juga: Perang Ganggu Pasokan Urea Dunia, Australia dan India Dekati Indonesia

Proyeksi IMF menunjukkan bahwa India berpeluang melampaui Inggris dan Jepang sekitar 2027, meskipun dengan selisih yang relatif kecil.

Namun, proyeksi tersebut sangat bergantung pada sejumlah faktor, termasuk stabilitas nilai tukar, dinamika ekonomi global, serta realisasi pertumbuhan domestik.

Sensitivitas terhadap faktor global

Kasus India mencerminkan bagaimana peringkat ekonomi global sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, serta pergerakan mata uang global dapat memengaruhi nilai PDB nominal suatu negara.

Baca juga: 3.135 Koperasi Desa Sudah Terima Pikap Impor India

Dalam konteks global saat ini, dinamika tersebut menjadi semakin penting, terutama bagi negara berkembang yang nilai tukarnya cenderung lebih volatil.

Dengan demikian, perubahan peringkat tidak selalu mencerminkan perubahan fundamental ekonomi, melainkan juga hasil dari interaksi kompleks antara faktor domestik dan global.

Antara persepsi dan realitas ekonomi

Bendera India. India bersiap menyalip Jepang menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia. Meski begitu, tantangan masih ada.Wikimedia Commons Bendera India. India bersiap menyalip Jepang menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia. Meski begitu, tantangan masih ada.

Penurunan peringkat India dari posisi keempat ke keenam ekonomi dunia menyoroti perbedaan antara persepsi dan realitas dalam mengukur kekuatan ekonomi.

Di satu sisi, India tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan prospek jangka panjang yang positif.

Baca juga: India Pangkas Pajak BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Di sisi lain, ukuran nominal dalam dollar AS dapat memberikan gambaran yang berbeda, terutama ketika nilai tukar berfluktuasi.

Hal ini menegaskan, indikator ekonomi perlu dibaca secara komprehensif, tidak hanya dari satu ukuran, tetapi juga dengan mempertimbangkan konteks yang lebih luas.

Tag:  #india #turun #peringkat #ekonomi #dunia #versi #penyebabnya

KOMENTAR