Laba Fore Coffee (FORE) Rp 9,43 Miliar di Awal 2026, Penjualan Melonjak
Tiga minuman baru Fore Coffee. Foto diambil pada Kamis (23/5/2024). Pada Rabu (22/5/2024), Foree Coffee meluncurkan tiga minuman baru yaitu Cappucino Caramelo, Vanilla Oat Latte, dan Matcha Strawberry Cream. (KOMPAS.com/Aska Bagus Aldika)
13:28
20 April 2026

Laba Fore Coffee (FORE) Rp 9,43 Miliar di Awal 2026, Penjualan Melonjak

– Emiten jaringan gerai kopi PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatat kinerja laba pada awal 2026, seiring pertumbuhan penjualan dan ekspansi gerai yang dilakukan sepanjang 2025.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, perseroan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 9,43 miliar pada kuartal I-2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,87 miliar.

Kinerja tersebut mencerminkan dampak ekspansi bisnis yang dilakukan setelah perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada April 2025.

Baca juga: Fore Kopi (FORE) Raup Pendapatan Rp 1,04 Triliun pada Kuartal III 2025

Ilustrasi gerai kopi Fore Coffee. WIKIMEDIA COMMONS/FIRZAFP Ilustrasi gerai kopi Fore Coffee.

Penjualan tumbuh, laba ikut meningkat

Dikutip dari keterbukaan informasi di laman BEI, Senin (20/4/2026), pertumbuhan laba Fore ditopang oleh peningkatan penjualan yang signifikan.

Pada tiga bulan pertama 2026, penjualan neto mencapai Rp 444,46 miliar, naik dari Rp 291,69 miliar pada periode yang sama 2025.

Kenaikan penjualan ini mendorong laba bruto perseroan menjadi Rp 273,67 miliar, meningkat dari Rp 181,04 miliar pada kuartal I-2025.

Dari sisi operasional, laba operasional tercatat sebesar Rp 16,26 miliar, naik dari Rp 9,43 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Fore Kopi (FORE) Suntik Anak Usaha di Singapura Rp 8,2 Miliar

Namun, peningkatan aktivitas usaha juga diikuti oleh kenaikan beban operasional. Total beban operasional tercatat sebesar Rp 257,41 miliar pada kuartal I-2026, meningkat dari Rp 171,61 miliar pada kuartal I-2025.

Beban ini terdiri dari beban penjualan serta beban umum dan administrasi.

Beban pajak tekan laba bersih

Ilustrasi Fore Coffee, Fore Kopi.DOK. FORE COFFEE Ilustrasi Fore Coffee, Fore Kopi.

Setelah memperhitungkan penghasilan dan beban lain-lain, laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp 15,18 miliar.

Perseroan membukukan beban pajak penghasilan neto sebesar Rp 5,75 miliar, sehingga laba bersih periode berjalan tercatat Rp 9,43 miliar.

Baca juga: FORE Raup Pendapatan Rp 662 Miliar pada Semester I 2025

Selain itu, laba komprehensif periode berjalan mencapai Rp 9,55 miliar, yang mencerminkan tambahan penghasilan komprehensif lain dari selisih kurs.

Akumulasi rugi menyusut

Perbaikan kinerja laba turut berdampak pada posisi ekuitas perseroan. Akumulasi rugi tercatat sebesar Rp 168,37 miliar per 31 Maret 2026, membaik dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp 177,80 miliar.

Perbaikan ini menunjukkan adanya kontribusi laba yang mulai menekan rugi ditahan perusahaan secara bertahap.

Secara keseluruhan, ekuitas meningkat menjadi Rp 690,14 miliar dari sebelumnya Rp 680,59 miliar.

Baca juga: Pendapatan Fore Coffee (FORE) Rp 1,04 Triliun pada 2024, Bidik Peningkatan Tahun Ini

Aset stabil, kas menurun

Dari sisi neraca, total aset Fore tercatat sebesar Rp 1,16 triliun per akhir Maret 2026, relatif stabil dibandingkan posisi akhir 2025.

Aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar Rp 424,54 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp 739,71 miliar.

Kas dan bank tercatat sebesar Rp 253,80 miliar, turun dari Rp 327,53 miliar pada akhir 2025. Penurunan ini sejalan dengan penggunaan kas untuk aktivitas investasi dan pendanaan.

Sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar Rp 474,11 miliar, sedikit menurun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 479,58 miliar.

Baca juga: Harga Melonjak Ratusan Persen, Saham FORE Masuk Daftar UMA BEI

Arus kas tertekan ekspansi

Pada periode Januari–Maret 2026, Fore Coffee mencatat kas neto dari aktivitas operasi sebesar Rp 40,05 miliar.

Namun, arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan masing-masing tercatat negatif sebesar Rp 60,30 miliar dan Rp 53,47 miliar.

Hal ini mencerminkan belanja modal serta pembayaran kewajiban keuangan, termasuk liabilitas sewa.

Ekspansi gerai dorong kinerja

Kinerja keuangan Fore Coffee tidak terlepas dari ekspansi jaringan gerai yang dilakukan sepanjang 2025.

Baca juga: Saham FORE ARA Lagi Usai Resmi Melantai di Bursa Efek

Hingga akhir Maret 2026, perusahaan mengoperasikan 335 kedai kopi di Indonesia, meningkat dari 316 gerai pada akhir 2025.

Selain itu, perseroan mulai mengembangkan lini bisnis baru melalui gerai donat yang mencapai tujuh gerai, naik dari dua gerai pada akhir 2025.

Di luar negeri, Fore juga mengoperasikan empat gerai kopi di Singapura melalui entitas anak.

Dampak IPO terhadap struktur modal

Ekspansi ini dilakukan setelah perusahaan resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada April 2025.

Baca juga: IPO FORE Cetak ARA di Tengah Pasar Saham yang Bergejolak

Perseroan melakukan penawaran umum perdana (IPO) dengan melepas 1,88 miliar saham baru pada harga penawaran Rp 188 per saham, setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 27 Maret 2025.

Pasca IPO, modal ditempatkan dan disetor penuh mencapai Rp 624,29 miliar, dengan tambahan modal disetor sebesar Rp 233,02 miliar.

Jumlah karyawan meningkat

Seiring ekspansi usaha, jumlah karyawan tetap perusahaan juga meningkat.

Per Maret 2026, Fore memiliki 324 karyawan tetap, naik dibandingkan 290 karyawan pada akhir 2025.

Baca juga: Fore Coffee Raup Dana IPO Rp 353,44 Miliar, Bakal Buka 140 Gerai Baru

Manajemen menyatakan laporan keuangan konsolidasian interim ini telah disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan diselesaikan pada 20 April 2026.

Tag:  #laba #fore #coffee #fore #miliar #awal #2026 #penjualan #melonjak

KOMENTAR