Perang AS-Iran Memicu Krisis Energi Terburuk dalam Sejarah
Kapal tanker Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz setelah Iran menutup kembali jalur pelayaran di selat tersebut.(ANTARA)
17:12
21 April 2026

Perang AS-Iran Memicu Krisis Energi Terburuk dalam Sejarah

- Perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran menyebabkan krisis energi terparah dalam sejarah menurut International Energy Analysis (IEA).

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol mengungkapkan hal ini, jika perang tak segera diakhiri maka berimbas pada stabilitas energi dunia.

"Ini memang krisis terbesar dalam sejarah," kata Birol dikutip dari Reuters, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: RI Masih Negosiasi Iran Biar Dua Kapal Pertamina Lewat Selat Hormuz

Saking besarnya dampak penutupan Selat Hormuz, Birol membandingkan dengan krisis gas yang dialami Eropa beberapa waktu lalu tak ada apa-apanya.

Eropa pernah mengalami krisis gas elpiji karena pemblokiran Rusia akibat Uni Eropa yang mendukung Ukraina.

"Krisis ini sudah sangat besar, jika Anda menggabungkan dampak krisis minyak bumi dan krisis gas dengan Rusia," jelasnya.

IEA harus melepaskan cadangan minyak sebesar 400 juta barrel yang merupakan rekor selama lembaga itu berdiri.

Baca juga: BPOM Antisipasi Kenaikan Harga Obat Akibat Konflik di Selat Hormuz

Iran tutup kembali Selat Hormuz

Otoritas Iran akan menutup kembali Selat Hormuz bila Amerika Serikat (AS) melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Sejak Jumat (17/4/2026) beberapa kapal terdeteksi berhasil melewati perairan sempit itu dengan aman. Namun, akan ditutup kembali bila AS memblokade jalur pelayaran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan jika mendekati Selat Hormuz dianggap bekerja sama dengan musuh.

Baca juga: Iran Segera Tutup Selat Hormuz Bila AS Melanggar Gencatan Senjata

"Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi sasaran," jelas pengumuman IRGC dikutip dari BBC, Minggu (19/4/2026).

Blokade laut AS menyebabkan 23 kapal niaga tak bisa melewati Selat Hormuz. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menilai hal ini merupakan pelanggaran gencatan senjata.

Di samping itu, AS memberikan proposal baru mengenai pengakhiran perang dan SNSC sudah menerimanya.

Baca juga: Harga Minyak Melonjak Lebih dari 7 Persen Imbas Selat Hormuz Ditutup Lagi

"Kami sedang melakukan percakapan yang sangat baik. Semuanya berjalan dengan sangat baik," kata Trump.

Negosiasi diketahui berhenti hari ini, Selasa (21/4/2026) tak ada tanda-tanda akan pengakhiran perang antara kedua belah pihak.

Baca juga: Buka-Tutup Selat Hormuz, Kapan Harga Plastik Bisa Turun?

Tag:  #perang #iran #memicu #krisis #energi #terburuk #dalam #sejarah

KOMENTAR